Toto Wolff Ungkap Penyebab Lewis Hamilton Bangkit Bersama Ferrari Musim 2026

Smallest Font
Largest Font

Kebangkitan performa Lewis Hamilton bersama Ferrari pada musim 2026 mendapat perhatian khusus dari mantan bosnya di Mercedes, Toto Wolff. Dilansir dari Bola, Hamilton baru saja mengakhiri paceklik kemenangan dengan naik podium tertinggi di Grand Prix Barcelona setelah melewati awal musim debut yang sulit pada tahun lalu.

Sebelum merayakan kemenangan di Spanyol, pembalap asal Inggris tersebut menunjukkan tren positif dengan finis kedua di Monako dan Kanada, serta meraih podium di China. Melalui strategi agresif tiga kali pit stop, juara dunia tujuh kali itu berhasil mengungguli dua jet darat Mercedes setelah memanfaatkan momentum Virtual Safety Car (VSC) menjelang akhir balapan.

Keberhasilan Hamilton di Barcelona menjadi kemenangan pertama bagi Ferrari pada musim 2026 sekaligus mematahkan dominasi total tim Mercedes. Pada seri-seri sebelumnya, George Russell tercatat memenangi balapan pembuka di Australia, sedangkan Kimi Antonelli menyapu bersih podium pertama hingga menjelang GP Barcelona.

Sesaat setelah balapan usai, Toto Wolff langsung memberikan ucapan selamat secara personal kepada mantan anak asuhnya tersebut. Wolff menyatakan kebahagiaannya melihat Hamilton kembali ke jalur kemenangan setelah melewati berbagai periode sulit.

"Pertama-tama, selamat untuk Lewis," kata Wolff.

"Dia bekerja sangat keras dan melewati begitu banyak momen sulit, terutama tahun lalu. Dari lubuk hati saya, saya senang melihat dia akhirnya menang."

"Saya selalu mengatakan, jika bukan dua pembalap kami yang menang, maka saya ingin Lewis yang menang. Dan hari ini dia memang pantas mendapatkannya," ujar Wolff.

Wolff tidak menampik bahwa momen intervensi VSC menguntungkan strategi Ferrari di lintasan. Kendati demikian, ia menilai situasi tersebut tidak mengurangi performa impresif pembalap berusia 41 tahun itu.

"Tentu saja orang bisa mengatakan VSC datang pada saat yang tepat, tetapi memang seperti itulah balapan."

Selain memberikan apresiasi kepada Hamilton, Wolff turut menyampaikan rasa simpati dan leganya kepada Prinsipal Ferrari, Fred Vasseur, yang menghadapi tekanan besar dalam memimpin tim asal Maranello.

"Saya juga senang untuk Fred. Kami pernah melalui masa-masa sulit bersama. Dia teman saya, meski kadang dia membuat saya kesal, atau kami saling membuat kesal."

"Tekanan memimpin Ferrari sangat besar. Karena itu saya ikut senang dan lega untuknya. Dia seseorang yang dekat di hati saya," ucapnya.

Faktor Perubahan Regulasi Mobil dan Kehidupan Pribadi

Mengenai aspek teknis yang mendongkrak daya saing Hamilton, Wolff menjelaskan bahwa regulasi mobil Formula 1 generasi terbaru jauh lebih mengakomodasi gaya balap sang pembalap. Karakteristik mobil saat ini dinilai lebih konvensional dari segi aerodinamika jika dibandingkan era sebelumnya yang terkendala masalah kestabilan vertikal atau porpoising.

"Saya pikir itu karena kerja keras. Mobil generasi sekarang juga berbeda dibanding era sebelumnya yang dipenuhi pantulan dan karakteristik kaku yang tidak mudah dirasakan pembalap."

"Sekarang, balapan terasa kembali lebih konvensional dari sisi aerodinamika dan dinamika kendaraan. Memang pengelolaan mesinnya sangat berbeda, tetapi Anda bisa melihat dia mengemudi dengan sangat kuat," jelasnya.

Faktor non-teknis seperti keharmonisan kerja di internal Ferrari bersama teknisi balap serta stabilitas kehidupan personal juga dianggap memiliki andil besar dalam performa Hamilton di podium.

"Dinamika di dalam tim terlihat bagus antara dia dan teknisi balapnya," kata Wolff.

"Saya melihat wajahnya di podium lewat televisi. Wajah itu menunjukkan dia sangat bahagia."

Sambil berkelakar, Wolff juga menyinggung bagaimana hubungan asmara Hamilton memberikan pengaruh positif pada aspek psikologis di lintasan balap.

"Mungkin pacarnya membantu!" ujarnya.

"Saya sendiri merasa terbantu ketika memiliki pasangan dan kehidupan keluarga yang stabil. Mereka tampaknya juga sangat cocok," ucapnya.

Menurut analisis Wolff, pencapaian ini merupakan hasil akumulasi dari kepuasan emosional, kondisi pribadi, serta profesionalisme kerja.

"Saya rasa semuanya saling berkaitan, dari sisi emosional, pribadi, maupun profesional."

"Kalau Anda berada dalam kondisi yang baik, Anda akan menang," katanya lagi.

Dampak Klasemen Sementara F1 2026

Hasil balapan di Barcelona langsung mengubah konstelasi persaingan gelar juara dunia F1 2026. Kompetitor utama Hamilton, Kimi Antonelli, gagal meraup poin setelah mengalami kendala teknis pada mobilnya saat balapan hanya menyisakan lima putaran lagi.

Kegagalan finis Antonelli membuat Hamilton memangkas margin perolehan poin menjadi terpaut 41 angka di belakang pembalap muda Italia tersebut. Di sisi lain, George Russell yang mengamankan podium kedua kini menguntit di posisi ketiga klasemen dengan selisih sembilan poin dari Hamilton.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed