Lewis Hamilton Sebut Dua Podium Beruntun Jawab Keraguan Publik
Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, menilai keberhasilannya meraih dua podium secara berturut-turut dalam ajang Formula 1 menjadi jawaban atas keraguan terhadap kariernya.
Seperti dikutip dari Bola, pembalap tersebut sukses mengamankan posisi kedua dalam dua balapan terakhir, yakni di Grand Prix Kanada dan Grand Prix Monako.
Pencapaian ini membawa Hamilton menempati posisi dua besar klasemen sementara pembalap, momen yang belum pernah ia rasakan lagi sejak persaingan kontroversial pada musim 2021 di Abu Dhabi.
Hasil positif ini menjadi angin segar bagi juara dunia tujuh kali tersebut setelah masa depannya di Formula 1 sempat dipertanyakan dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut sempat rumit lantaran musim debutnya bersama Ferrari pada tahun lalu belum mampu memenuhi ekspektasi besar publik.
Kini, Hamilton merasa performanya di lintasan dapat mengingatkan kembali masyarakat mengenai kualitas membalap yang masih ia miliki.
"Rasanya luar biasa bisa berada di sini. Merupakan sebuah kehormatan besar karena saya masih ada di sini, masih membalap untuk Ferrari, and masih menjadi satu dari 22 pembalap di olahraga ini," kata Hamilton.
"Dan bisa berada di depan semua orang ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan sesuatu yang benar-benar saya cintai," imbuhnya.
Hamilton juga mengungkapkan rasa puas atas pencapaian yang diraih di GP Monako karena mampu memperbaiki posisi start hingga mengamankan podium maksimal.
"Saya bersyukur bisa melangkah maju karena kami memulai balapan dari posisi ketiga, lalu finis kedua. Sangat menyenangkan bisa meraih dua kali posisi kedua secara beruntun."
Pembalap berusia 41 tahun tersebut menyadari bahwa sebagian pihak masih meragukan kemampuannya di atas lintasan.
Oleh karena itu, setiap pekan balapan menjadi kesempatan baginya untuk membuktikan diri bahwa performanya belum menurun.
"Terutama setelah tampil bagus di Montreal, lalu banyak orang berkata, 'Ya, memang dia cepat di sana'. Saya merasa sedang berada dalam periode ketika saya harus mengingatkan orang-orang tentang siapa diri saya," ucapnya.
"Para penggemar saya tahun lalu terus mengatakan agar saya mengingat kembali siapa diri saya. Sekarang saya harus menunjukkannya setiap akhir pekan dan berusaha melakukan itu."
Hasil positif ini juga membuat Hamilton merasakan adanya peningkatan kepercayaan yang semakin kuat dari internal tim Ferrari.
"Saya pikir sangat menyenangkan melihat semangat yang kembali hidup di dalam tim, dan juga keyakinan mereka terhadap saya serta keputusan mereka merekrut saya. Saya sangat bahagia," ujar Hamilton.
Bantahan Terkait Pelanggaran Kecepatan di Pit Lane
Di samping keberhasilan meraih podium, Hamilton termasuk dalam deretan pembalap yang dijatuhi hukuman penalti akibat dugaan melaju terlalu cepat di jalur pit.
Selain dirinya, pembalap George Russell beserta dua pembalap dari tim Alpine juga mendapatkan sanksi serupa dari pengawas balapan.
Meski demikian, pembalap andalan Ferrari tersebut menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan pelanggaran batas kecepatan.
"Saya tidak ngebut," tegas Hamilton.
"Saya rasa ini hanya soal karakteristik jalur pit. Saya sudah melewati jalur pit ini selama bertahun-tahun."
Menurut penjelasan Hamilton, sistem pembatas kecepatan atau pit limiter pada jet darat miliknya sudah aktif secara normal sejak memasuki area pit.
"Bukan seperti saya masuk lalu lupa menekan tombol atau semacamnya. Pembatas kecepatan pit langsung aktif. Ini hanya soal garis lintasan yang diambil, dan itu adalah garis yang sama yang sudah kami gunakan selama bertahun-tahun, ketika Anda memotong sebagian garis putih," jelasnya.
Dampak Sanksi Waktu di Sirkuit Pendek
Hamilton mengaku terkejut saat pertama kali menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran batas kecepatan tersebut.
"Saya menundukkan kepala dan fokus membalap. Karena itu saya kaget saat mendengar saya dianggap ngebut karena sebenarnya saya tidak melampaui batas kecepatan," akunya.
"Saya pikir ini berkaitan dengan perhitungan jarak, dan itu sesuatu yang perlu benar-benar kami periksa. Saya mendengar banyak pembalap mengalami hal yang sama hari ini, padahal kemungkinan mereka juga tidak ngebut," ujar mantan pembalap McLaren dan Mercedes itu.
Hamilton menambahkan bahwa sanksi berupa keharusan berhenti selama lima hingga sepuluh detik di pit lane sangat merugikan tim.
Dampak penalti tersebut akan terasa lebih besar jika terjadi di sirkuit pendek karena setiap detik penalti sangat memengaruhi hasil akhir balapan.
"Harus berhenti dan menunggu lima atau 10 detik, atau apa pun hukumannya, bisa menghancurkan balapan Anda di trek yang pendek seperti ini. Jadi, saya bersyukur karena hal itu tidak terlalu memengaruhi hasil saya," kata Hamilton.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow