WOSPAC Indonesia Dorong Pembinaan Usia Muda demi Kemajuan Sepak Bola Nasional

Smallest Font
Largest Font

Pentingnya pembinaan usia muda dalam pengembangan sepak bola nasional menjadi sorotan utama dalam webinar nasional bertema "Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia".

Seperti diberitakan oleh Bola, kegiatan ini digelar dalam Forum Diskusi Denpasar 12 edisi ke-280 yang digagas oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.

CEO WOSPAC Indonesia, Benhard Sitorus, menjelaskan bahwa pembinaan pemain muda merupakan faktor krusial untuk meningkatkan prestasi sepak bola di tanah air.

Menurut Benhard Sitorus, pondasi, akademi, dan kompetisi merupakan tiga pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun sistem sepak bola yang berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa ajang Piala Dunia dapat menjadi rujukan bagi banyak negara untuk menyusun sistem pembinaan sepak bola yang ideal.

Indonesia sendiri dinilai memiliki potensi besar yang didukung oleh jumlah penduduk, minat masyarakat yang tinggi, serta sokongan dari berbagai pihak.

WOSPAC Indonesia berkomitmen membawa pemain muda lokal masuk ke dalam lingkungan pembinaan sepak bola internasional melalui program pelatihan, pendidikan formal, dan pembentukan karakter.

"WOSPAC hadir bukan untuk mengubah metodologi lokal, melainkan membawa talenta Indonesia langsung ke pusat ekosistem sepak bola terbaik di dunia. WOSPAC menggabungkan pelatihan sepak bola performa tinggi, pendidikan formal internasional serta integrasi pendidikan Tanah Air, dan pembentukan kepribadian, mulai dari pola berpikir, kepercayaan diri, kebiasaan baru, kemandirian, hingga public speaking," ujarnya.

WOSPAC Indonesia memberangkatkan pemain pada rentang usia 13 hingga 14 tahun, sementara program WOSPAC Barcelona terbuka untuk usia 10 hingga 24 tahun.

Usia 13 sampai 14 tahun dianggap waktu yang tepat untuk mulai berkompetisi di Eropa agar berpeluang mendapatkan status homegrown player setelah tiga tahun di Spanyol.

Para pemain diarahkan untuk tampil dalam kompetisi liga resmi agar terbiasa menghadapi tekanan pertandingan secara langsung, bukan sekadar pelatihan jangka pendek.

Program ini juga membuka akses ke jaringan pencari bakat, agen, dan klub Eropa untuk memperluas karier internasional pemain muda Indonesia.

"WOSPAC Indonesia menjadi solusi jangka panjang dan melengkapi program PSSI, bermitra dengan PSSI, menggandeng pihak swasta dan semua pihak terkait untuk mengirim dan menempa bakat lokal di akademi elite dunia demi kemandirian sepak bola Indonesia. Diperlukan kolaborasi strategis dalam membangun roadmap pembinaan usia dini berbasis model akademi dunia," kata Benhard.

Dalam rekam jejaknya, WOSPAC tercatat pernah membina sejumlah pesohor sepak bola dunia seperti David Raya, Keita Balde, dan Jordi Alba.

Tantri Moerdopo, selaku pemandu acara dan Tim Ahli Wakil Ketua MPR RI, menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan program pembinaan ini.

"Diskusi yang sangat menarik dan membangun. Kita jadi optimistis bahwa untuk tampil ke Piala Dunia bukan sekadar mimpi, melainkan target yang bisa dicapai melalui dedikasi dan konsistensi untuk mewujudkannya," ucap Tantri.

Webinar ini juga dihadiri oleh Tommy Suryopratomo, Direktur Operasional I.League Asep Saputra, Akmal Marhali dari Save Our Soccer, serta wartawan senior Saur Hutabarat.

Para panelis turut mengulas seputar dukungan Timnas Indonesia lintas usia, perbaikan kualitas kompetisi, peningkatan mutu perangkat pertandingan, pelatih, hingga pembinaan akademi yang berkesinambungan.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow