Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel Bertemu Sri Sultan HB X

Smallest Font
Largest Font

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (27/8/2026) siang WIB.

Pertemuan tersebut dilangsungkan bersama manajemen Laskar Mataram, yakni Direktur Utama PSIM Liana Tasno, Manajer Tim Iksan Mahar, dan Manajer Operasional Wendy Umar, sebagaimana dilansir dari Bola.

Momen tatap muka bersama Sri Sultan HB X memberikan kesan tersendiri bagi juru taktik asal Belanda tersebut karena ketertarikannya terhadap sejarah klub.

"Merupakan suatu kehormatan bisa bertemu dengan Sultan. Jika di Belanda saya bisa bertemu dengan Raja kami, itu adalah kehormatan besar," ujar Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel.

Van Gastel menambahkan bahwa keterikatan sejarah keluarga Keraton dengan pendirian asosiasi sepak bola dan klub menjadi hal yang sangat menarik baginya.

"Sama halnya dengan bertemu figur seperti beliau di sini. Selain itu, saya sangat menyukai sejarah. Saya mendengar bahwa ayah beliau adalah salah satu pendiri PSIM dan asosiasi sepak bola," sambungnya.

Meskipun terkendala bahasa saat dialog berlangsung, kehadiran van Gastel ditujukan untuk melengkapi delegasi resmi klub saat menghadap Gubernur DIY.

"Hal itu menciptakan warisan sejarah dari masa lalu yang masih ada hingga sekarang. Ini adalah sejarah yang saya sukai, dan bisa bertemu dengan beliau tentu sebuah kehormatan," kata pelatih berusia 54 tahun tersebut.

Gubernur DIY turut memberikan motivasi kepada jajaran pelatih dan manajemen agar skuad PSIM mampu mengamankan poin penuh dalam setiap pertandingan kompetisi musim depan.

"Perbincangannya menggunakan Bahasa Indonesia, jadi saya hanya menjadi penonton saja. Tapi saat itu ada Liana dan Iksan dari manajemen yang berbincang dengan Sultan. Saya hadir di sana untuk melengkapi delegasi dari PSIM," ungkapnya.

Sebelum agenda kunjungan ke Kepatihan, pelatih PSIM tersebut juga terlibat dalam tradisi tahunan tim menjelang bergulirnya kompetisi resmi.

"Harapannya tentu kami harus menang," tutur Van Gastel.

Rangkaian kegiatan ritual budaya dilakukan melalui agenda ziarah ke kompleks pemakaman raja-raja Mataram yang berlokasi di Kotagede dan Imogiri.

"Ini juga sangat menarik karena merupakan bagian dari budaya sekaligus bagian dari sejarah karena lokasinya berada di pemakaman Sultan Agung. Jadi, itu juga merupakan bagian dari sejarah Jogja. Ya, kota kita didirikan oleh salah satu Sultan," ucapnya.

Dalam pelaksanaan tradisi tersebut, van Gastel mengenakan busana adat Jawa bersama seluruh elemen tim yang hadir.

"Saya suka hal-hal seperti ini. Lalu, kami mengenakan pakaian Jawa. Ya, saya sudah dapat pesan dari Belanda yang bilang jadi apa pun yang saya pakai, semuanya cocok buatku," canda Van Gastel.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed