Wonogiri Gelar IPXC dan Kejurnas Paralayang 2026 Dibuka 78 Atlet

Smallest Font
Largest Font

Ajang olahraga dirgantara tingkat dunia kembali digelar di Bukit Joglo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Sebanyak 78 atlet dari enam negara bersaing dalam Task 2 International Paragliding Cross Country Championship (IPXC) 2nd Series Panglima TNI Cup sekaligus Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Paralayang 2026, dilansir dari Bola.

Enam negara yang berpartisipasi dalam kompetisi ini meliputi Indonesia, Nepal, Korea Selatan, Malaysia, China, dan Prancis. Memasuki hari ketiga, para peserta telah menyelesaikan lintasan cross country yang dirancang oleh panitia.

Nomor cross country menuntut peserta tidak hanya piawai mengendalikan parasut di udara. Setiap atlet harus cermat menganalisis kondisi cuaca, arah angin, serta karakter medan sebelum mengambil keputusan saat terbang.

Meet Director IPXC Panglima TNI Cup dan Kejurnas Paralayang 2026, Alfari Widyasmara, menegaskan seluruh tahapan kompetisi berjalan aman dan sesuai standar nasional maupun internasional.

Menurut Alfari, evaluasi kondisi cuaca selalu dilakukan sebelum setiap task dinyatakan layak terbang untuk menjaga keselamatan peserta.

"Keselamatan atlet adalah fondasi dari setiap keputusan yang kami ambil. Standar inilah yang membuat sebuah kejuaraan bertahan lama dan dipercaya dunia," kata Alfari.

"Hingga Task 2, seluruh peserta dapat menjalankan tugas penerbangan dengan baik. Kami terus memantau kondisi cuaca serta memastikan seluruh prosedur keselamatan terpenuhi," lanjut Alfari.

Pengembangan Ekosistem Olahraga Dirgantara

Kehadiran peserta internasional dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan paralayang di Jawa Tengah, khususnya wilayah Wonogiri.

Ketua Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Tengah, Thomas Widyananto, menyebut tingginya antusiasme atlet menegaskan kesiapan daerah ini sebagai tuan rumah kejuaraan berkelas dunia.

"Kehadiran atlet dari enam negara menunjukkan bahwa Wonogiri sudah masuk peta paralayang internasional. Cita-cita kami lebih jauh dari sekadar menyelenggarakan lomba," ujar Thomas.

"Kami ingin membangun ekosistem, dari pembinaan atlet, ekonomi masyarakat sekitar, hingga pariwisata daerah yang tumbuh bersama olahraga ini," imbuh Thomas.

Thomas turut mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah, TNI, Polri, FASI, KONI, sponsor, panitia pelaksana, masyarakat, hingga relawan.

Wadah Pembinaan Generasi Muda

Dukungan terhadap kejuaraan ini juga disampaikan oleh Wakil Ketua III Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jawa Tengah, Dian Listiarini. Ia menilai ajang ini sangat krusial bagi pembinaan prestasi atlet lokal.

"Pengalaman bertanding melawan peserta dari berbagai negara adalah sekolah terbaik bagi seorang atlet. Di sinilah generasi berikutnya dibentuk," kata Dian.

"KONI Jawa Tengah mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang menghadirkan kompetisi yang profesional dan berkualitas," lanjut Dian.

Dian berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet potensial yang siap bersaing di tingkat internasional sekaligus menarik minat generasi muda pada olahraga dirgantara.

Rangkaian IPXC Panglima TNI Cup dan Kejurnas Paralayang 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (23-8-2026). Selain persaingan gelar juara, ajang ini ditargetkan mampu mendorong promosi pariwisata serta memperkuat perekonomian masyarakat lokal Wonogiri.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed