Presiden FIFA Gianni Infantino Didesak Mundur Usai Pilih Bungkam

Smallest Font
Largest Font

Desakan agar Gianni Infantino meninggalkan jabatannya sebagai Presiden FIFA terus menguat. Gelombang protes tersebut memuncak setelah aksinya yang enggan menjawab pertanyaan kritis mengenai kontroversi kepemimpinannya dilansir dari Bola.

Gelombang kritik publik meletus usai jurnalis Sky News, James Matthews, mencegat Infantino di luar sebuah hotel di Republik Dominika. Matthews mempertanyakan alasan Infantino belum mengundurkan diri meski gagal merealisasikan rencana investasi swasta turnamen besar.

Matthews secara langsung bertanya apakah Infantino merasa telah mengkhianati dunia sepak bola akibat rencana penjualan sebagian kepemilikan investasi swasta dalam turnamen Piala Dunia tersebut. Namun, Infantino memilih untuk memalingkan topik pembicaraan.

Infantino sama sekali tidak menjawab substansi pertanyaan yang diajukan. Pria berdarah Italia-Swiss itu justru mengomentari penampilan sang jurnalis di depan kamera.

"Potongan rambutmu bagus," kata Infantino.

Ia kemudian berseloroh mengenai kondisi fisik mereka berdua yang sama-sama tidak memiliki rambut.

"Sampai jumpa di tukang cukur," lanjut Infantino.

Rekaman video percakapan tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik. Banyak pihak menilai sikap tersebut merupakan upaya Infantino untuk melarikan diri dari pertanggungjawaban kepemimpinan di FIFA.

Sejumlah pengguna di media sosial X meluapkan kekecewaan mereka atas respons tersebut. Satu di antara pengguna mengecam Infantino dan menyebutnya sebagai "orang licik yang sok melucu".

Pengguna lainnya menilai tindakan sang Presiden FIFA sudah mencapai batas yang "benar-benar keterlaluan, sesuatu yang hanya bisa dilakukan Infantino". Kritik lain bahkan menganggap perilaku tersebut "memuakkan" karena tidak menunjukkan integritas sama sekali.

Seorang pengguna internet lainnya turut memberikan komentar singkat mengenai kejadian itu dengan menyebut sikap sang pejabat "sungguh konyol". Reaksi keras dari suporter dan asosiasi sepak bola ini mencerminkan tingginya kekecewaan terhadap manajemen FIFA.

Kepemimpinan Infantino menjelang Piala Dunia 2026 memang terus diterpa isu krusial. Rencana FIFA melepas sebagian investasi swasta pada turnamen utama akhirnya batal akibat penolakan masif dari berbagai pemangku kepentingan.

Tiga konfederasi sepak bola dunia bahkan menuding Infantino melakukan tindakan "penipuan" terkait skema investasi tersebut. Konfederasi UEFA turut mengambil tindakan tegas dengan mengancam memboikot kompetisi resmi FIFA.

UEFA menyatakan telah kehilangan kepercayaan secara penuh terhadap kepemimpinan Infantino. Kendati tekanan kian membesar, Infantino tetap menyampaikan niatnya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.

Apabila Infantino akhirnya mundur atau batal mencalonkan diri kembali akibat tekanan ini, dua nama besar telah mencuat ke permukaan. Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi disebut menjadi kandidat terdepan untuk mengisi posisi Presiden FIFA.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed