Samsung Hadapi Gugatan Kasus Ponsel Meledak dan Kerugian Triliunan Rupiah

Smallest Font
Largest Font

Kasus meledaknya sejumlah lini ponsel Samsung Galaxy memicu rentetan gugatan hukum dari konsumen dan menyebabkan perusahaan menderita kerugian hingga triliunan rupiah. Masalah pada sektor baterai menjadi penyebab utama insiden yang menimpa beberapa model perangkat pintar tersebut.

Rentetan insiden pemecahan rekor kerugian ini mencapai puncaknya saat produsen teknologi asal Korea Selatan ini terpaksa menarik kembali ponsel Galaxy Note 7 pada Oktober 2016. Langkah penarikan massal tersebut dipicu oleh laporan perangkat yang terbakar di berbagai wilayah global.

Penarikan Galaxy Note 7 yang diluncurkan pada Agustus 2016 memberikan pukulan telak bagi keuangan perusahaan. Akibat pembatalan produk massal ini, produsen diperkirakan mengalami kerugian sebesar US$5,3 miliar atau setara Rp 70,9 triliun.

Tekanan pasar langsung terasa di lantai bursa sesaat setelah kebijakan penghentian produk diumumkan ke publik. Berdasarkan laporan bursa, saham Samsung jatuh hingga 7 persen yang seketika mengurangi kapitalisasi pasar sebesar US$14,3 miliar atau sekitar Rp 185,9 triliun.

Sebelum keputusan penarikan resmi dikeluarkan, pabrikan tercatat sudah menjual sebanyak 2,5 juta unit Galaxy Note 7 yang tersebar di 10 negara. Investigasi internal dan independen kemudian dilakukan secara menyeluruh untuk menemukan akar permasalahan produk flagship tersebut.

Tim investigasi akhirnya menyimpulkan bahwa baterai adalah penyebab utama kebakaran Galaxy Note 7. Tim ahli menemukan adanya cacat yang terjadi pada fase desain dan proses produksi komponen daya tersebut.

Kenapa Waktu Itu Samsung Galaxy Note 7 Bisa Meledak? | KutuLogy

Rentetan Kasus Hukum dari Lini Galaxy

Masalah keselamatan ini tidak hanya terjadi pada model Note 7. Kasus hukum lain yang melibatkan model berbeda juga muncul ke permukaan, seperti insiden ledakan baterai pada perangkat Galaxy Note 4.

Akibat insiden tersebut, keluarga konsumen bernama Feng Lingling mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan. Keluarga Feng Lingling menuntut Samsung sebesar 1,69 juta yuan atau setara Rp 3,6 miliar setelah Galaxy Note 4 meledak dan melukai anak perempuan kecil mereka.

"Samsung tahu bahwa produknya meledak tetapi masih menjual produknya," ujar salah satu anggota keluarga Feng Lingling dalam persidangan.

Kasus cidera fisik akibat unit yang terbakar juga dilaporkan di wilayah Amerika Serikat. Seorang konsumen bernama Jonathan Strobel melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan resmi setelah ponsel di kantong celananya meledak.

"Dia mengalami luka bakar cukup serius, kira-kira seukuran ponsel di paha kanannya," kata Keith Pierro, pengacara Jonathan Strobel.

Respon Manajemen Terhadap Keselamatan Pengguna

Merespon situasi darurat yang membahayakan keselamatan pengguna, jajaran petinggi divisi mobile langsung mengeluarkan instruksi penanganan kilat secara global.

"Prioritas pertama kami adalah para pelanggan. Kami meminta pelanggan mematikan Note 7 miliknya dan menukarnya secepat mungkin," kata DJ Koh, Presiden Direktur Unit Mobile Communications Business Samsung.

Pihak perwakilan wilayah juga mempertegas instruksi tersebut demi menekan jumlah korban cidera akibat malfungsi baterai yang terus dilaporkan konsumen.

"Kami mendesak semua pemilik Galaxy Note 7 untuk mematikan perangkat mereka dan menukarnya segera," ujar Danielle Meister Cohen, juru bicara Samsung Amerika Utara.

Selain lini Note lama, laporan malfungsi daya baterai juga ditemukan pada model lain dalam ekosistem Galaxy. Salah satu insiden teranyar mencatat perangkat Galaxy S25 Plus meledak saat diisi daya hingga mengeluarkan asap tebal dan menyebabkan kepanikan pemiliknya.

Berikut adalah ringkasan data finansial dan operasional terkait krisis perangkat yang dihimpun dari laporan resmi perusahaan:

Tabel Dampak Krisis Perangkat Samsung
Parameter KrisisNilai / Dampak
Estimasi Kerugian PenarikanUS$5,3 miliar (Rp 70,9 triliun)
Penurunan Kapitalisasi PasarUS$14,3 miliar (Rp 185,9 triliun)
Penurunan Nilai Saham7%
Volume Penjualan Global2,5 juta unit
Tuntutan Kasus Galaxy Note 41,69 juta yuan (Rp 3,6 miliar)

Proses hukum terkait kompensasi korban cedera fisik akibat unit cacat produksi hingga kini masih terus berjalan di beberapa pengadilan negara setempat.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed