Real Madrid Puji Keputusan UEFA Tolak Rencana Penjualan Hak Komersial FIFA
Real Madrid secara resmi mengapresiasi langkah UEFA yang menolak tegas rencana pembentukan entitas komersial baru oleh FIFA. Keputusan tersebut berujung pada pembatalan proposal penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada pihak swasta, dilansir dari Bola.
Sikap penolakan meluas dari berbagai konfederasi ini sekaligus menjadi tekanan besar bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino. Sebelum pembatalan dilakukan, UEFA bahkan sempat mengancam bakal memboikot seluruh turnamen resmi FIFA lantaran menganggap Infantino telah kehilangan kepercayaan pimpinan sepak bola Eropa.
Menanggapi situasi yang memanas, UEFA kini dikabarkan sedang mengkaji opsi lanjutan. Salah satu opsi yang masuk dalam pertimbangan adalah pengajuan mosi tidak percaya terhadap pimpinan FIFA, yang membutuhkan dukungan minimal 43 federasi anggota.
Melalui rilis resminya pada Minggu (2/8/2026), Real Madrid menyampaikan apresiasi terbuka atas batalnya rencana komersialisasi tersebut. Raksasa Spanyol itu menganggap pembatalan ini sebagai kemenangan bagi integritas olahraga.
"Real Madrid menyambut sangat positif keputusan FIFA yang membatalkan proposal penjualan sebagian hak komersial kompetisinya," demikian bunyi pernyataan resmi klub sebagaimana dikutip dari ESPN.
"Kami menilai ini adalah kabar baik bagi sepak bola, institusinya, dan terutama bagi jutaan penggemar olahraga yang kami cintai," lanjut pernyataan tersebut.
Klub pemegang 15 gelar Liga Champions itu juga menyampaikan rasa terima kasih secara eksplisit kepada UEFA dan pemangku kepentingan lain. Penolakan bersama ini dinilai berhasil menjaga ekosistem sepak bola global.
"Real Madrid ingin mengucapkan terima kasih kepada UEFA, konfederasi, federasi, dan semua institusi yang dengan tegas serta penuh tanggung jawab menentang proyek ini. Persatuan dan rasa tanggung jawab mereka telah melindungi sepak bola pada momen yang sangat menentukan," tulis Real Madrid.
Detail Proposal FIFA Forward Enterprise dan Gejolak Internal
Gelombang perlawanan terhadap kebijakan FIFA tak hanya datang dari Eropa, tetapi juga melibatkan Concacaf dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Inti dari kontroversi ini adalah rencana Gianni Infantino mendirikan entitas FIFA Forward Enterprise (FFE).
Perusahaan baru FFE tersebut rencananya bakal memegang kendali operasional serta hak komersial ajang Piala Dunia pria maupun wanita. Poin utama yang memicu polemik adalah niat melepas 20 persen saham FFE kepada investor swasta.
Rencana pelepas modal ke pihak swasta ini memicu gejolak internal di tubuh organisasi. Carlos Cordeiro memilih mundur dari jabatan penasihat senior strategi global dan tata kelola FIFA karena menilai proposal itu berpotensi menggadaikan masa depan sepak bola.
Kritik tajam juga datang dari jajaran eksekutif FIFA sendiri. Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, menyatakan bahwa pihak administrasi merasa dibohongi terkait penyusunan proyek komersialisasi tersebut.
Sikap Real Madrid Terhadap Warisan Sepak Bola
Menutup pernyataan resminya, Real Madrid mengingatkan peran kunci klub dalam membentuk fondasi kompetisi antarnegara. Tanpa pembinaan berkelanjutan di level klub, ajang bergengsi seperti Piala Dunia tidak mungkin terlaksana.
"Klub-klub lah yang menemukan, membina, mengembangkan, dan menyediakan para pemain bagi tim nasional sehingga kompetisi-kompetisi besar seperti Piala Dunia dapat berlangsung," tegas Real Madrid.
Klub menegaskan bahwa turnamen sepak bola internasional merupakan warisan budaya publik yang harus dijaga dari komersialisasi berlebihan.
"Sepak bola tim nasional dan Piala Dunia adalah aset publik yang menjadi milik bangsa-bangsa, para penggemar, dan masyarakat secara keseluruhan."
"Karena itu, kami percaya ajang-ajang tersebut tidak boleh diperlakukan hanya sebagai aset finansial yang diperdagangkan demi keuntungan segelintir pihak," tutup rilis tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow