Gianni Infantino Batal Jual Hak Komersial Piala Dunia Usai Diprotes
Rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada pihak swasta resmi dibatalkan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino. Langkah penarikan ini diambil setelah munculnya penolakan keras dari berbagai badan sepak bola dunia, seperti dilansir dari Bola. Infantino mengakui bahwa penolakan masif tersebut memicu perpecahan yang tidak sejalan dengan tujuan utama program.
Proyek ini sebelumnya memicu ketegangan hebat di internal organisasi, termasuk ancaman boikot dari UEFA terhadap kompetisi FIFA di masa mendatang. Gelombang penolakan juga datang dari sejumlah konfederasi lain. Penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, memilih mundur dari jabatannya pada Jumat waktu setempat sebagai bentuk protes.
Selain itu, Chief Operating Officer (COO) FIFA Kevin Lamour melontarkan kritik pedas karena minimnya dialog dengan pemangku kepentingan.
Keputusan pembatalan ini terjadi di tengah keraguan kelompok calon investor yang dipimpin perusahaan modal ventura Thrive Capital. Akibat polemik berkepanjangan tersebut, kepemimpinan Infantino di tampuk tertinggi FIFA kini menghadapi tekanan berat.
"Dengan mendengarkan secara saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang sejak awal ingin dicapai," kata Infantino dalam pernyataan resminya. Infantino menambahkan bahwa fokus utama FIFA adalah menjaga persatuan serta memajukan olahraga ini. Ia berencana membuka ruang dialog baru bersama para pemangku kepentingan dalam beberapa pekan ke depan untuk mendukung pembangunan sepak bola di negara-negara yang membutuhkan.
Program yang diberi nama FIFA Forward Enterprise (FFE) tersebut rencananya menghimpun dana ratusan juta dolar AS melalui skema komersialisasi Piala Dunia putra, putri, dan Antarklub. FIFA sempat menjanjikan pembagian dana hingga 10 miliar dolar AS kepada 211 asosiasi anggotanya dengan tenggat 19 September. Meski mengiming-imingi insentif opsional sebesar 20 juta dolar AS bagi asosiasi yang bergabung, penolakan tetap tak terbendung. Pertemuan darurat UEFA pada Kamis menghasilkan kesepakatan boikot, diikuti penolakan resmi dari Concacaf serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Meskipun Infantino mengantongi basis dukungan yang solid di wilayah Afrika, jumlah suara tersebut tidak mencukupi untuk meloloskan proposal FFE. Situasi ini langsung membuat masa depan kepemimpinannya menjadi ketidakpastian. Banyak pihak menilai pembatalan proposal belum tentu memulihkan kepercayaan asosiasi anggota.
Kecewa mendalam sebelumnya telah terbangun akibat penanganan kasus Folarin Balogun pada gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung tiga pekan lalu. Sebagai solusi alternatif, muncul saran agar FIFA memanfaatkan cadangan kas internalnya yang mencapai sekitar 4 miliar dolar AS. Penggunaan dana cadangan ini dinilai bisa menjadi pengganti skema FFE guna meyakinkan federasi yang membutuhkan dana bantuan.
Di saat bersamaan, UEFA bersama beberapa konfederasi dilaporkan mulai menggalang kekuatan untuk mencari kandidat penantang Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA tahun depan. Posisi Infantino yang semula diprediksi melenggang mulus untuk periode keempat kini terancam tergeser.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow