Persita Tangerang Usung Target Papan Atas BRI Super League 2026/2027
Persita Tangerang mengusung ambisi besar untuk memanaskan persaingan papan atas pada BRI Super League 2026/2027. Tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut ingin memperbaiki catatan musim lalu yang hanya mampu finis di peringkat ke-10.
Klub yang berdiri sejak 9 September 1953 ini tercatat belum pernah meraih gelar juara liga kasta tertinggi nasional, sebagaimana dilansir dari Bola. Pencapaian terbaik tim asal Tangerang itu terjadi saat menjadi runner-up Liga Indonesia pada musim 2002.
Guna mendongkrak performa, manajemen mendatangkan deretan amunisi anyar di bawah arahan pelatih Carlos Pena. Sektor lokal diperkuat oleh kehadiran Sutanto Tan dari Persis Solo dan Wahyudi Hamisi eks pilar PSS Sleman.
Lini serang dan tengah Pendekar Cisadane kian solid dengan masuknya tiga pemain asing berpengalaman. Persita mengamankan servis Tyronne del Pino, penyerang sayap Lucas Morais Do Santos (Luquinhas), serta penyerang Alexandre Ramalingom.
Tyronne del Pino sebelumnya membela Malut United dan sempat membawa Persib Bandung menjuarai BRI Super League 2024/2025. Sementara itu, Ramalingom memiliki rekam jejak karier di Liga Prancis, Belgia, Israel, hingga Azerbaijan.
Secara keseluruhan, Persita mengarungi musim ini dengan kekuatan 28 pemain. Enam penggawa asing musim lalu tetap dipertahankan, yakni Tamirlan Kozubaev, Eber Bessa, Javlon Guseynov, Rayco Rodríguez, Aleksa Andrejic, serta Pablo Ganet.
Di lini kepelatihan, Carlos Pena dibantu Luis Gutierrez Garcia sebagai asisten pelatih dan Muhammad Raden sebagai pelatih kiper. Posisi direktur teknik dijabat oleh Bambang Nurdiansyah.
Pelatih Carlos Pena menegaskan kesiapan anak asuhnya dalam menghadapi persaingan ketat kompetisi musim ini.
"Kami sangat antusias. Semua orang di Persita sudah tidak sabar untuk memulai musim baru," kata Carlos Pena.
Ia menyadari bahwa persaingan liga bakal berjalan lebih berat karena seluruh kontestan terus menambah kekuatan.
"Persaingan akan sangat ketat karena semua tim makin kuat. Namun, kami sangat antusias dan percaya diri dengan kemampuan yang kami miliki. Kami akan menghadapi musim ini dengan seluruh kekuatan," ujar Carlos Pena.
Langkah Persita menuju papan atas dipastikan mendapat tantangan dari tim-tim tangguh seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, hingga sang juara bertahan Persib Bandung.
Ujian juga datang dari tim kompetitif lain seperti PSM Makassar, Java United FC, Dewa United, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, serta tim promosi Garudayaksa FC.
Dukungan penuh diberikan oleh manajemen klub yang dipimpin oleh Presiden Klub, Ahmed Zaki Iskandar. Pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas performa tim, salah satunya dibuktikan dengan kelulusan lisensi klub AFC tanpa catatan selama dua musim beruntun.
"Lisensi klub AFC dalam dua musim terakhir dengan status granted alias tanpa catatan menjadi bukti bahwa manajemen terus berjalan dan bekerja dengan serius untuk membawa Persita ke arah yang akuntabel dan profesional," kata Ahmed Zaki.
Ia berharap raihan lisensi profesional tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap capaian tim di lapangan.
“Harapan kami tentu dengan pencapaian lisensi tersebut diharapkan bisa memacu prestasi tim di lapangan. Persita berkomitmen untuk terus berkembang menjadi klub profesional seutuhnya," imbuhnya.
Pada dua bulan pertama kompetisi, Persita terpaksa mengungsi ke Banten International Stadium (BIS), Serang. Laga kandang belum bisa digelar di Indomilk Arena karena atap stadion mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang pada Maret lalu.
"Mudah-mudahan paling telat minggu kedua November kami bisa pakai Indomilk Arena lagi," kata Ahmed Zaki Iskandar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow