Manchester United Gagal Rekrut Gianluigi Donnarumma dan Beralih ke Senne Lammens
Peluang merekrut Gianluigi Donnarumma sempat dimiliki Manchester United sebelum sang penjaga gawang akhirnya berlabuh di Manchester City. Langkah tersebut gagal terealisasi akibat dinamika negosiasi harga dengan Paris Saint-Germain.
Seperti dilansir dari Bola, Setan Merah membidik Donnarumma untuk menggantikan posisi Andre Onana. Namun, manajemen MU memilih mundur setelah PSG memasang banderol awal mencapai 50 juta pound.
Kegagalan proses transfer tersebut membuat MU mengalihkan opsi kepada Senne Lammens. Kiper muda tersebut didatangkan dari Royal Antwerp dengan nilai transfer sekitar 18 pound.
Situasi transfer berubah drastis tak lama setelah MU menghentikan negosiasi. PSG memangkas harga Donnarumma hingga separuh dari permintaan awal karena kontrak sang kiper tersisa 12 bulan.
Pelatih PSG, Luis Enrique, juga sudah mendatangkan Lucas Chevalier sebagai opsi utama. Manchester City langsung mengamankan tanda tangan Donnarumma dengan nilai transfer sekitar 26 juta pound.
Performa Donnarumma langsung menanjak bersama Manchester City pada musim pertamanya. Ia membukukan 15 clean sheet dari 34 laga liga dan hanya kebobolan 29 gol.
Perkembangan Positif Senne Lammens
Meskipun kehilangan kesempatan memboyong Donnarumma, pilihan MU terhadap Lammens membuah hasil manis. Kiper asal Belgia itu tampil apik dan menyegel posisi utama di bawah asuhan Ruben Amorim.
Manajer MU, Michael Carrick, memberikan apresiasi atas kapasitas mental yang ditunjukkan Lammens. Carrick menilai sang pemain memiliki kemiripan karakter dengan kiper legendaris Edwin van der Sar.
"Saya jelas melihat kemiripannya, tanpa membandingkan mereka," ujar Carrick.
Carrick menekankan bahwa ketenangan Lammens di bawah tekanan memberikan dampak positif bagi lini pertahanan tim.
"Bagi saya, dia kiper yang bisa diandalkan dan dipercaya. Alih-alih menciptakan kekacauan, Anda ingin dia menghilangkan kekacauan itu dan membuat semuanya lebih tenang. Saya pikir Senne seperti itu," lanjutnya.
Carrick juga mengagumi pembawaan Lammens saat mengawal gawang Setan Merah.
"Dia terkadang cukup pendiam dan tidak banyak menunjukkan diri, tetapi dia memiliki mental yang kuat. Cara dia melakukannya saat ini adalah dengan ketenangan dan ketenangan dalam mengambil keputusan. Saya pikir itu sangat membantu pemain-pemain di depannya," ujarnya.
Perkembangan pesat Lammens membuat Manchester United kini memiliki aset jangka panjang yang tangguh di bawah mistar Old Trafford.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow