PBPI Usung Ambisi Besar Lewat Turnamen Padel Internasional di Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) mengusung misi besar dalam mengelola turnamen FIP Bronze Jakarta dan FIP Promises Jakarta 2026. Ajang internasional yang bertempat di Rana Grounds, Mampang, Jakarta Selatan ini diikuti ratusan atlet dari berbagai belahan dunia.

Sebanyak 30 negara mengirimkan wakilnya untuk bertanding dalam kompetisi yang dimulai pada 8 Juli 2026 tersebut. Kehadiran wakil asing ini dilansir dari Bola mempertegas gaung turnamen di tingkat global, meskipun peserta didominasi atlet lokal.

Negara-negara yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari kawasan Asia Tenggara atau Eropa. Atlet dari Malaysia, Hong Kong, Kazakhstan, Irak, Mesir, Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Argentina, hingga Prancis turut meramaikan persaingan di Jakarta.

Sejumlah peserta asing bahkan rela terbang ke negara asalnya di Eropa dan Amerika Serikat seusai berlaga di Yogyakarta, lalu kembali lagi ke Indonesia. Biaya perjalanan yang tidak murah tidak menghalangi niat mereka untuk kembali bertanding.

Head of International Relations PBPI, Maximiliano Baratawidjaja, mengungkapkan bahwa PBPI memegang dua sasaran utama dalam ajang ini. Pihaknya sengaja mengambil skala turnamen yang lebih besar dari standar operasional FIP.

"Target kita pertama untuk kasih sebanyak-banyaknya kesempatan untuk orang Indonesia bisa main," ujar Maximiliano.

"Tapi target keduanya, untuk kita juga membuktikan ke FIP dan ke Indonesia bahwa kita sudah siap untuk jadi tuan rumah untuk turnamen November," lanjutnya.

Turnamen November yang dimaksud adalah FIP Junior Asia Cup 2026. Pada kejuaraan beregu tersebut, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah bagi tim nasional junior dari seluruh negara Asia.

Ajang FIP Promises Jakarta 2026 juga mencatatkan momen bersejarah dengan kedatangan Direktur FIP untuk pertama kalinya ke Tanah Air. Kunjungan kerja ini bertujuan memantau langsung tata kelola turnamen serta perkembangan padel di dalam negeri.

"Ini pertama kali direktur FIP hadir di Indonesia karena dia sendiri ingin pertama kali lihat pekerjaan Indonesia gimana, perkembangannya gimana, dan dia juga mau lihat kenapa semua orang bicara baik banget tentang kita kalau kita jadi tuan rumah turnamen," tutur Maximiliano.

Para atlet mancanegara menilai Indonesia sebagai salah satu tuan rumah terbaik di dunia. Reputasi positif dari penyelenggaraan FIP Bronze sebelumnya membuat pemain luar negeri terkesan dan memilih kembali bertanding di Indonesia.

"Mereka bilang kita adalah tuan rumah yang paling bagus di dunia, sejak ini di padel. Dan kita maunya itu tetap begitu," kata Maximiliano.

"Jadi untuk tahun depan, kalau kita naikkan skala lagi di Jakarta, contoh tahun depan mungkin Jakarta Silver, mereka datang lagi. Itu justru akan buktikan kita kerjanya bagus," tambahnya.

Rekor Atlet Putri dan Implikasinya pada Padel Tourism

Wakil Ketua Umum PBPI, Mochtar Sarman, turut menyoroti capaian historis para atlet nasional. Pada kejuaraan FIP sebelumnya di Yogyakarta, sektor putri Indonesia sukses mencetak sejarah baru.

"Kalau dari atlet, mungkin di Jogja kemarin kita sudah mencatat rekor. Atlet women kita itu yang pertama kali masuk final, dan menang, ya, sebagai juara. Sebelumnya belum pernah kita ini untuk women, jangankan menang turnamen, masuk final saja belum pernah," ujar Mochtar.

Peningkatan prestasi tersebut diharapkan terus berlanjut pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya seiring pesatnya perkembangan sarana padel di dalam negeri.

"Semoga di pertandingan FIP-FIP berikutnya kita bisa menciptakan atlet-atlet lokal yang bisa memenangkan juara," tuturnya.

Selain peningkatan prestasi, PBPI menyimpan ambisi jangka panjang untuk membawa kejuaraan level teratas ke Tanah Air. Langkah ini diselaraskan dengan konsep padel tourism guna memadukan potensi olahraga dan daya tarik pariwisata nasional.

"Semoga ke depannya bukan hanya FIP Asia Promises, tapi kita juga kepengin jadi host P1 atau P2. Ini kasta tertingginya untuk pertandingan padel, bisa mendatangkan nomor satu, nomor top ten padel dunia," tutur Mochtar.

"Supaya kita juga bisa mempromosikan Indonesia sebagai padel tourism," pungkasnya.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow