PB Djarum Seleksi 306 Atlet Muda dalam Audisi Umum di Pekanbaru

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 306 pebulutangkis muda mengikuti seleksi Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau, yang berlangsung pada Rabu hingga Minggu, 8-12 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Bola. Rangkaian ini menjadi titik pertama perburuan talenta di luar Pulau Jawa untuk memperebutkan Super Tiket menuju tahap karantina di Kudus.

Para peserta terdiri dari 208 putra dan 98 putri yang terbagi ke dalam tiga kelompok usia, yakni U-11, KU-11, dan KU-12. Tahapan diawali dengan babak screening menggunakan sistem gugur dalam format satu gim hingga poin 21 tanpa deuce.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menjelaskan bahwa perluasan cakupan audisi hingga ke Sumatera dan Sulawesi bertujuan untuk memberikan ruang yang sama bagi potensi daerah.

"Setelah dalam beberapa tahun terakhir Audisi Umum PB Djarum terpusat di Kudus, pada 2026 kami memperluas cakupan. Selain Pulau Jawa, Audisi kembali ke Sumatera dan Sulawesi. Pekanbaru menjadi kota pertama dari tiga rangkaian audisi," ujar Yoppy Rosimin, Ketua PB Djarum.

Langkah ini diambil guna menjaring bakat istimewa yang tersebar di berbagai klub lokal di luar Pulau Jawa.

"Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam memberi kesempatan lebih luas bagi talenta-talenta muda agar bisa menunjukkan kualitas mereka. Kami berharap dari rangkaian tahun ini akan lahir talenta-talenta spesial dan super untuk bisa bergabung dengan PB Djarum," lanjut Yoppy Rosimin.

Sistem seleksi tetap mempertahankan format standar, di mana setiap juara kelompok usia di Pekanbaru dipastikan mendapat tempat di fase karantina. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, mengonfirmasi bahwa peluang tetap terbuka bagi peserta yang belum meraih gelar juara.

“PB Djarum mempertahankan standar seleksi di Audisi Umum 2026 dengan fokus U-11, KU-11, dan KU-12. Di Pekanbaru dipastikan juara dari setiap kelompok usia langsung masuk tahap karantina setelah rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar dan Kudus selesai digelar.

Tim pencari bakat memegang wewenang penuh untuk mendistribusikan Super Tiket tambahan berdasarkan penilaian performa dan daya juang sepanjang turnamen.

Namun, tim pencari bakat juga bisa memberikan Super Tiket kepada peserta pilihan yang gagal di fase turnamen tetapi memiliki bakat besar, daya juang tinggi, hingga teknis permainan luar biasa,” tutur Sigit Budiarto, Ketua Tim Pencari Bakat.

Salah satu peserta KU-11 Putra dari PB Permata Siak, Muhammad Rasyid Alfaridzie, berhasil mengamankan kemenangan pada laga pembuka untuk melaju ke fase berikutnya.

“Saya senang sekali bisa menang di pertandingan tadi meskipun sempat deg-degan karena saya baru kali pertama ikut Audisi Umum PB Djarum. Lawan juga main bagus dan saya masih kesulitan bermain maksimal," ujar Muhammad Rasyid Alfaridzie, Peserta KU-11 Putra.

Rasyid bertekad tampil konsisten demi merebut juara dan mengamankan kelulusan ke Kudus.

"Semoga di pertandingan selanjutnya saya bermain lebih baik karena target saya adalah juara supaya diterima menjadi atlet PB Djarum,” lanjut Muhammad Rasyid Alfaridzie.

Pelatih PB Permata, Diki Irwan, memboyong 20 anak didiknya untuk menguji kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding di tingkat regional.

"Audisi Umum PB Djarum 2026 adalah kesempatan yang sangat bagus buat pemain usia muda di PB Permata untuk menjajal kemampuan selama berlatih sekaligus menjadi motivasi agar mereka semakin semangat lagi dalam mengejar cita-cita menjadi pebulutangkis level dunia. Apalagi dengan penyelenggaraan di Pekanbaru juga sangat membantu bakat-bakat di Sumatera," tutur Diki Irwan, Pelatih PB Permata.

Proses pemantauan di Pekanbaru melibatkan 11 legenda bulutangkis Indonesia, termasuk pasangan peraih emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, yang juga menggelar sesi jumpa fans di lokasi acara.

“Mudah-mudahan di Pekanbaru ada bakat yang kami lihat memiliki prospek bagus. Mudah-mudahan juga Audisi Umum PB Djarum ini bisa menjadi acuan bagi anak-anak, terutama di Pekanbaru, untuk terus semangat berlatih agar lahir banyak bibit atlet yang nantinya bisa menjadi juara dunia,” kata Tontowi Ahmad, Tim Pencari Bakat.

Tontowi mengingatkan para peserta untuk memprioritaskan mental bertanding di atas lapangan.

“Pastinya semangat terus saat bertanding, jangan mau kalah. Nanti juga kita akan lihat bagaimana teknik mereka bermain, cara mereka bermain, dan kemauan mereka untuk menang seperti apa. Jadi, menang atau kalah yang penting semangat,” lanjut Tontowi Ahmad.

Liliyana Natsir turut menyoroti tingginya antusiasme masyarakat daerah terhadap olahraga bulutangkis.

“Tadi ada kegiatan meet and greet, dan saya lihat antusiasnya luar biasa. Saya berharap Pekanbaru dan kota-kota lain yang ada di Sumatera, menemukan bibit-bibit unggul lewat Audisi PB Djarum 2026. Semoga ada calon-calon penerus yang bakal masuk ke PB Djarum, mewakili Indonesia di kancah internasional,” ungkap Liliyana Natsir, Tim Pencari Bakat.

Rangkaian audisi akan dilanjutkan ke Makassar dan Kudus sebelum memasuki tahap karantina empat minggu pada 14 September hingga 9 Oktober 2026. Pengumuman penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis dijadwalkan pada 10 Oktober 2026.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow