Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina Usai Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Kapten Timnas Argentina Lionel Messi resmi mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri karier bersama tim nasional pada Senin (1/9/2026). Pengumuman tersebut disampaikan sekitar satu bulan setelah ia membawa La Albiceleste melangkah hingga laga final Piala Dunia 2026, yang berakhir dengan kekalahan dari Spanyol, sebagaimana dilansir dari Bola.

Keputusan pemain yang mencatatkan 125 gol dan 68 assist dalam 207 penampilan internasional ini menandai akhir dari pengabdiannya bersama Tim Tango. Sepanjang berkarier di tingkat internasional, ia telah mempersembahkan satu gelar Piala Dunia, dua trofi Copa America, serta satu gelar Finalissima.

Pengumuman mendadak tersebut memicu gelombang penghormatan penuh emosional dari para penggawa Timnas Argentina yang terpukul atas perpisahan sang kapten.

Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, membagikan kenangannya saat tumbuh dewasa dan mengagumi sang megabintang sebelum akhirnya bisa berbagi panggung profesional yang sama.

"Leo, ketika kamu sebelumnya mengatakan akan pensiun dari tim nasional, saya merasa sangat sedih. Saya masih seorang anak muda ketika itu. Saya bahkan pernah menghitung perbedaan usia antara kita untuk mengetahui apakah saya memiliki kesempatan bermain bersamamu," kata Fernandez.

Fernandez menceritakan bagaimana impian masa kecilnya untuk berada di satu tim akhirnya terwujud melalui momen-momen kebersamaan di dalam maupun di luar lapangan.

"Memang terdengar konyol, tetapi saya benar-benar melakukannya. Saya memikirkan berapa tahun lagi kamu mungkin bermain dan berapa tahun yang memisahkan saya untuk bisa masuk tim utama. Saya bermimpi suatu hari kami akan mengenakan jersey Argentina bersama, meski hanya sekali. Untungnya, kamu kembali," ujar Fernandez.

Masa-masa pemusatan latihan dan perjuangan bersama di lapangan hijau diakuinya telah membentuk ikatan yang sangat kuat antar pemain.

"Hidup ternyata jauh lebih indah daripada yang bisa dibayangkan anak itu. Saya bukan hanya bisa bermain bersamamu, tetapi juga berbagi pemusatan latihan, ruang ganti, percakapan, pelukan, masa-masa sulit, momen indah, hingga akhirnya menjadi juara dunia bersamamu," tutur Fernandez.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan dan sambutan hangat yang diterimanya sejak pertama kali menembus skuat utama Argentina.

"Saya datang membawa impian bermain bersama idola saya, tetapi saya menemukan sosok yang sejak awal membuat saya merasa menjadi bagian dari semua orang," kata Fernandez.

Dukungan moral serta arahan langsung dari sang kapten menjadi kenangan yang paling berkesan baginya.

"Kamu selalu memiliki kata-kata yang baik, nasihat, pelukan, atau sekadar membuat saya tenang ketika membutuhkannya. Saya tidak akan pernah melupakannya," ucap Fernandez.

Menghadapi masa depan tim nasional tanpa kehadiran sang pemimpin di lapangan diakuinya menjadi sebuah kenyataan baru yang amat berat.

"Sulit bagi saya membayangkan pemusatan latihan berikutnya tanpa kamu. Berjalan ke lapangan dan tidak melihatmu di depan saya dengan nomor 10," kata Fernandez.

Kebiasaan bertahun-tahun melihat peran dominan sang pemain membuat ketidakhadirannya terasa sangat memukul iklim tim.

"Kami sudah terbiasa melihatmu di sana selama bertaruh-tahun sehingga rasanya mustahil membayangkan hal lain," ujar Fernandez.

Ia mengakhiri penghormatannya dengan menyatakan betapa berharganya kesempatan yang telah dialaminya bersama sang idola.

"Betapa beruntungnya saya, Leo. Dan betapa beruntungnya anak kecil yang dulu menghitung tahun tanpa tahu apakah suatu hari akan tiba waktunya," tutur Fernandez.

Pesan penutup disampaikan dengan ungkapan rasa kehilangan yang mendalam atas kepemimpinan sang penyerang veteran.

"Terima kasih karena telah memperlakukan saya seperti itu, atas semua yang kamu ajarkan, dan karena mengizinkan saya menjadi bagian dari ceritamu. Kami akan sangat merindukanmu, kapten," ucap Fernandez.

Bek Manchester United, Lisandro Martinez, turut menyampaikan apresiasinya dan mengakui betapa sulitnya menerima kenyataan bahwa sang kapten telah menyudahi perjalanannya.

"Kami tahu hari ini akan tiba, tetapi jauh di lubuk hati kami tidak pernah ingin menerimanya," kata Martinez.

Perjalanan panjang dan dinamika di dalam skuat menjadi memori yang tidak terpisahkan bagi para pemain yang telah berjuang bersama.

"Kami berbagi begitu banyak tahun bersama sehingga mustahil mengungkapkan semuanya dengan kata-kata. Kemenangan yang akan selalu tercatat dalam sejarah, momen tak terlupakan dengan jersey terindah di dunia, tawa di setiap pemusatan latihan, percakapan yang akan selalu ada di hati, serta masa-masa sulit yang membuat kami semakin kuat sebagai sebuah tim," ujar Martinez.

Pengaruh yang ditinggalkan di luar lapangan menurut Martinez tidak kalah besarnya dari aksi-aksi spektakuler saat pertandingan.

"Kebesaranmu bukan hanya di lapangan, fenomena. Itu terlihat dari setiap gestur, setiap kata, dan setiap teladan yang kamu berikan," tutur Martinez.

Keteladanan dan etika kerja sang bintang menjadi fondasi utama dalam pembentukan mentalitas bertanding seluruh anggota tim.

"Kamu mengajarkan kami bahwa tindakan jauh lebih berarti daripada kata-kata, untuk terus berjuang, percaya, tidak pernah menyerah, serta mewakili Timnas Argentina sebagaimana mestinya," kata Martinez.

Penghormatan juga ditujukan kepada pihak-pihak yang terus memberikan dukungan di belakang layar selama perjalanan kariernya.

"Terima kasih untuk semua yang kamu berikan kepada negara ini, kepada para suporter yang selalu mendukungmu, dan kepada keluargamu yang selalu berada di sisimu dalam setiap langkah," ucap Martinez.

Pengorbanan dan perjuangan keras di balik layar dinilainya sebagai faktor kunci dalam pencapaian luar biasa di tingkat internasional.

"Mereka lebih tahu dari siapa pun tentang semua perjuangan yang kamu lalui hingga mencapai titik ini," tutur Martinez.

Perasaan bangga diungkapkan oleh Martinez karena mendapat kesempatan berharga untuk belajar langsung dari salah satu pemain terbaik dalam sejarah.

"Saya pergi dengan kebanggaan luar biasa karena pernah berbagi begitu banyak tahun bersamamu, menjadi bagian dari sejarah ini, dan belajar dari yang terbaik," kata Martinez.

Warisan kepemimpinan dan prestasi yang ditorehkan dipastikan akan terus melekat pada identitas sepak bola Argentina.

"Kamu meninggalkan Timnas Argentina, tetapi warisanmu akan abadi. Terima kasih untuk semuanya, kapten," ujar Martinez.

Gelandang Leandro Paredes yang dikenal memiliki hubungan dekat di dalam dan luar lapangan juga menyampaikan perpisahannya.

"Saya pikir saya sudah siap menerima kabar ini, tetapi ternyata belum. Terima kasih," tutur Paredes.

Rasa terima kasih mendalam dipaparkan atas peran sang kapten yang melampaui batas hubungan antar rekan setim.

"Untuk semua yang kamu lakukan bagi saya sebagai orang Argentina, sebagai suporter tim nasional, sebagai rekan setim dan sebagai seorang teman," ucap Paredes.

Penilaian tinggi diberikan pada karakter pribadi sang kapten yang dianggap melengkapi kehebatannya sebagai olahragawan.

"Tak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan dirimu, warisanmu, serta kebesaranmu sebagai pemain. Namun yang terpenting, sebagai seorang manusia," kata Paredes.

Kesempatan berbagi lapangan dalam periode emas tim nasional menjadi pengalaman yang dinilai sangat berharga.

"Saya beruntung bisa bermain bersamamu dalam perjalanan indah bersama tim nasional kita," ujar Paredes.

Paredes mengakhiri pesan emosionalnya dengan mendoakan kebahagiaan bagi sang kapten setelah mengakhiri masa tugasnya untuk negara.

"Saya mencintaimu, si kecil! Semoga kamu selalu bahagia. Negara kita akan selalu berterima kasih kepadamu atas semua pengalaman luar biasa yang telah kamu berikan kepada kami!" tutur Paredes.

Sejumlah pemain lain seperti Nico Paz, Giuliano Simeone, dan Cristian Romero juga turut menyampaikan ungkapan perpisahan. Romero sendiri kini digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat untuk meneruskan kepemimpinan sebagai kapten baru Timnas Argentina.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed