Lionel Messi Dipuji Riquelme Usai Loloskan Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Penampilan gemilang Lionel Messi yang membawa Argentina menembus partai puncak Piala Dunia 2026 mendapat apresiasi setinggi langit dari Juan Roman Riquelme. Dilansir dari Bola, legenda Timnas Argentina tersebut menilai peran sang kapten bahkan berpotensi melampaui capaian Diego Maradona.
Langkah La Albiceleste harus terhenti sebagai runner-up usai menelan kekalahan dari Spanyol pada laga final. Meski demikian, Riquelme yang kini menjabat Presiden Boca Juniors tetap memuji performa tim asuhan Lionel Scaloni secara keseluruhan.
Apresiasi mendalam diberikan Riquelme kepada jajaran pelatih dan seluruh pemain. Skuad Argentina dinilai berhasil menghadirkan kembali rasa bangga bagi publik sepak bola di negaranya.
Pencapaian Messi sepanjang turnamen kembali memicu perdebatan mengenai status pemain terbaik sepanjang sejarah. Riquelme mengaku tidak pernah menduga bakal ada sosok yang mampu menyamai pencapaian legenda terbesar mereka, Diego Maradona.
"Semua dari kami beruntung bisa menyaksikan Messi bermain. Ketika kami memiliki Maradona, kami berpikir tidak akan pernah ada pemain lain seperti dia. Lalu Messi datang, dan sekarang dia bahkan membuat kami bertanya-tanya apakah dia lebih baik," kata Riquelme kepada TyC Sports, Minggu (26/7/2026).
Pujian Riquelme tidak berhenti pada sosok Messi semata. Pelatih Lionel Scaloni juga mendapat acungan jempol dan dinilai layak masuk dalam jajaran pelatih terbaik sepanjang sejarah sepak bola Argentina.
"Scaloni adalah satu di antara pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola kami. Kami berterima kasih atas kebahagiaan yang telah diberikan olehnya, staf pelatih, dan para pemain," ujar Riquelme.
Hubungan dekat Riquelme dengan jajaran staf kepelatihan saat ini sudah terjalin sejak lama. Faktor kebersamaan sejak usia muda menjadi salah satu kunci kekuatan tim.
"Saya sangat senang karena kami tumbuh bersama. Scaloni, Walter Samuel, dan Pablo Aimar sudah saling mengenal sejak usia 14 tahun. Sementara Roberto Ayala dan saya pernah bersama-sama di Piala Dunia 2006," lanjutnya.
Kendati demikian, Riquelme enggan melabeli skuad masa kini sebagai generasi terbaik sepanjang masa. Ia merasa setiap era memiliki pahlawannya sendiri yang patut dihormati.
Sejumlah nama juru taktik legendaris turut disinggung oleh Riquelme, mulai dari Carlos Bilardo, Cesar Luis Menotti, Alfio Basile, hingga pahlawan Piala Dunia 1978, Mario Kempes.
"Bilardo, Menotti, Scaloni, Basile, semua pelatih yang pernah menang dan membawa kebahagiaan untuk negara ini layak mendapatkan ucapan terima kasih. Begitu juga dengan para pemain yang menjadi juara di setiap generasi," tutur Riquelme.
Keberhasilan merengkuh gelar juara dunia dinilainya sebagai proses yang sangat rumit dan membutuhkan perjuangan luar biasa dari setiap era.
"Memenangi sebuah turnamen bukanlah hal yang mudah. Memiliki Maradona adalah sesuatu yang luar biasa, begitu juga memiliki Messi. Saya memang tidak menyaksikan langsung permainan Kempes karena saat Argentina juara pada 1978 saya baru lahir. Namun, dari semua cerita yang saya dengar, dia adalah pemain yang sangat hebat dan menjadi sosok penting di balik keberhasilan tim nasional saat itu," katanya.
Ungkapan rasa syukur menjadi penutup dari penilaian sang legenda terhadap perjalanan panjang sepak bola di negerinya.
"Karena itu, saya rasa kita harus berterima kasih kepada mereka semua. Kami sangat beruntung bisa menyaksikan para pemain hebat dari berbagai generasi. Sebagai orang Argentina, saya hanya bisa berterima kasih atas semua kebahagiaan yang telah mereka berikan," ujar Riquelme.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow