Harga Emas Dunia Melonjak Tembus US$4.184 per Troy Ons Siang Ini
Harga emas dunia di pasar spot melaju kencang hingga menyentuh level US$ 4.184 per troy ons pada perdagangan Jumat (3/7/2026) siang pukul 13.30 WIB. Penguatan yang mencapai nyaris 1,54 persen secara point-to-point ini melanjutkan tren positif komoditas logam mulia dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan tajam ini membuat banyak pelaku pasar kembali mempertanyakan "kenapa harga emas naik terus" dalam pekan ini. Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas dunia tercatat sudah terangkat lebih dari 4,41 persen point-to-point selama tiga hari perdagangan berturut-turut hingga Jumat siang.
Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (2/7/2026), harga emas dunia ditutup pada posisi US$ 4.122,80 per troy ons setelah melonjak lebih dari 2 persen dalam 24 jam. Perolehan tersebut menjadi level tertinggi komoditas ini sejak tanggal 22 Juni 2026.
"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."
Faktor Pemicu Lonjakan Harga Emas Dunia
Melesatnya harga emas global hari ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada jauh di bawah ekspektasi pasar. Laporan resmi Departemen Tenaga Kerja AS atau US Bureau of Labor Statistics menunjukkan pelemahan signifikan pada sektor penciptaan lapangan kerja non-farm payroll.
Data Tenaga Kerja AS Memburuk
Ekonomi Amerika Serikat dilaporkan hanya menambah 57.000 lapangan kerja non-farm payroll sepanjang bulan Juni. Angka ini berada jauh di bawah proyeksi para ekonom yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 110.000 lapangan kerja sekaligus menjadi penciptaan lapangan kerja terendah dalam empat bulan terakhir, sementara tingkat pengangguran AS bertahan di posisi 4,2 persen.
Dolar Melemah dan Ekspektasi Suku Bunga Fed
Merespons data tersebut, Indeks dolar AS langsung mengalami pelemahan sebesar 0,5 persen menuju level 100,856 yang merupakan posisi terendah dalam sembilan hari terakhir. Melemahnya greenback membuat emas yang dinilai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain sehingga mendorong aksi beli.
Selain itu, berdasarkan data CME FedWatch Tool, ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September mendatang langsung merosot menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya mencapai 66 persen. Sentimen ini menjadi angin segar bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Faktor fundamental lain yang ikut menopang penguatan harga adalah aksi borong oleh bank sentral. Berdasarkan data World Gold Council (WGC), cadangan emas resmi dunia secara bersih bertambah sebanyak 41 ton sepanjang bulan Mei.
Dampak ke Pasar Saham Indonesia
Kenaikan harga emas dunia langsung memberikan dampak positif berantai pada pasar ekuitas domestik. Sektor barang baku yang menghimpun saham-saham pertambangan emas mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,33 persen pada perdagangan Sesi II Jumat (3/7/2026), mengungguli sektor perindustrian yang naik 3,03 persen dan infrastruktur yang naik 2,81 persen.
Sejumlah saham emiten emas terbaik di Bursa Efek Indonesia langsung melesat berjamaah pada perdagangan siang ini. Kondisi ini memicu diskusi di kalangan investor mengenai pilihan instrumen antara investasi emas atau saham tambang yang sedang reli.
Berikut adalah pergerakan saham emiten emas dan komoditas terkait pada perdagangan Jumat (3/7/2026) siang:
| Kode Saham | Nama Perusahaan | Harga Saham | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|---|
| ARCI | PT Archi Indonesia Tbk | Rp1.025 | 10,81% |
| ANTM | PT Aneka Tambang Tbk | Rp2.930 | 6,16% |
| HRTA | PT Hartadinata Abadi Tbk | Rp1.835 | 5,46% |
| PSAB | PT J Resources Asia Pasifik Tbk | Rp412 | 5,11% |
| MEDC | PT Medco Energy Tbk | Rp1.110 | 4,72% |
| EMAS | PT Merdeka Gold Resources Tbk | Rp5.900 | 4,42% |
| BRMS | PT Bumi Resources Minerals Tbk | Rp505 | 4,34% |
Melihat performa historis harian, akumulasi penguatan harga emas global dalam dua hari beruntun hingga Kamis kemarin telah mencapai 2,8 persen. Reli yang terus berlanjut hingga akhir pekan ini diproyeksikan akan mempertahankan daya tarik keuntungan investasi emas batangan maupun ekuitas berbasis komoditas di mata para pelaku pasar modal global dan domestik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow