Maruarar Sirait Naikkan Hadiah Juara Piala Presiden 2026 Jadi Rp6 Miliar
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden Maruarar Sirait menaikkan nominal hadiah bagi juara kompetisi Piala Presiden 2026 menjadi Rp6 miliar dalam konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta, pada Senin (6/7/2026) siang. Dilansir dari Bola, peningkatan jumlah hadiah dari musim lalu tersebut berhasil dicapai berkat tingginya tingkat kepercayaan dari para sponsor pihak penyelenggara.
Turnamen pramusim ini dijadwalkan bergulir mulai 25 Juli 2026 dengan melibatkan delapan klub dari Indonesia dan Asia Tenggara. Sebanyak 16 pertandingan akan disiarkan secara langsung melalui saluran Indosiar serta layanan streaming Vidio.
Delapan tim yang dipastikan berpartisipasi dalam kejuaraan ini meliputi Persib Bandung, Arema FC, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, Port FC, Tampines Rovers, dan DPMM FC. Maruarar Sirait menegaskan bahwa pertumbuhan nilai kompensasi juara ini tidak terlepas dari reputasi ajang yang dinilai semakin solid di mata mitra bisnis.
"Hadiah saya naikkan. Juara pada tahun lalu itu mendapatkan Rp5,5 miliar. Saat itu juaranya adalah Port FC dari Thailand. Sementara untuk tahun ini, hadiah untuk juara ditambah menjadi Rp6 miliar," ujar Maruarar Sirait.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut menerangkan bahwa kesepakatan dengan para penyokong dana telah rampung sebelum konferensi pers resmi dilaksanakan. Walau logo-logo mitra belum dipasang saat pengumuman, jumlah pendukung diproyeksikan akan terus bertambah.
"Saya tadi sudah mengonfirmasi beberapa pihak. Sponsor sudah beres sebelum konferensi pers hari ini. Pada konferensi pers ini logo-logo sponsor belum ada, tapi nanti akan bertambah terus," kata Maruarar Sirait.
Penyelenggara mengaitkan komitmen pendanaan ini dengan kredibilitas figur kepemimpinan nasional, otoritas sepak bola, hingga konsistensi kemitraan media bersama EMTEK yang telah menyiarkan turnamen sebanyak delapan kali berturut-turut.
"Kenapa? Karena adanya kepercayaan. Adanya kepercayaan kepada Bapak Presiden Prabowo tentunya.
Kepercayaan kepada PSSI, tentu karena ketua umumnya. Kepercayaan kepada televisinya, EMTEK. Sudah 8 kali Piala Presiden, televisinya selalu EMTEK.
Tak pernah sekalipun EMTEK ingkar janji, dan yang dijanjikan selalu tepat waktu, bahkan lebih cepat," tutur Maruarar Sirait.
Demi menjaga akuntabilitas publik, panitia kembali menerapkan sistem pengawasan eksternal terhadap seluruh laporan tata kelola keuangan turnamen. Langkah ini diambil sebagai parameter konkret untuk mengukur dan mempertahankan reputasi kompetisi di level profesional.
"Dalam 8 kali Piala Presiden, saya berpikir keras bagaimana membangun reputasi, membangun kepercayaan. Kalau enggak ada alat ukurnya, sulit," ucap Maruarar Sirait.
Pihak panitia kembali menggandeng PricewaterhouseCoopers (PwC) selaku firma audit independen berskala internasional untuk memeriksa seluruh laporan finansial pelaksanaan Piala Presiden 2026.
"Alat ukurnya adalah audit, dan yang melakukannya selalu kelas internsional, PwC," cetus Maruarar Sirait.
Selain fokus pada aspek olahraga, turnamen ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui penyediaan ruang bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor kelestarian lingkungan juga menjadi atensi khusus panitia melalui skema pengelolaan sampah di sekitar area pertandingan.
"Untuk UMKM nanti, saya berharap Tsamara, tolong disiapkan betul-betul. Harus ada dampak terhadap UMKM di Indonesia," pesan Maruarar Sirait kepada Ketua Operating Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany.
Implementasi pengelolaan kebersihan sepanjang turnamen diarahkan untuk menyelaraskan program kerja olahraga dengan visi keberlanjutan lingkungan dari pemerintah pusat.
"Kemudian juga soal pengelolaan sampah. Tahun lalu sudah bagus, dan harus lebih bagus lagi tahun ini supaya kita bisa mendukung visi Presiden Prabowo agar lingkungan hidup bisa dikelola dengan baik," pungkas Maruarar Sirait.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow