Al Nassr Hadapi Pengawasan Keuangan Akibat Utang Rp367 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Klub Arab Saudi Al-Nassr kini berada di bawah pengawasan ketat akibat masalah finansial dengan total utang mencapai 800 juta riyal Saudi atau sekitar Rp3,67 triliun. Seperti dilansir dari Bola, kondisi ini memicu pembatasan pengeluaran serta pengawasan langsung dari Public Investment Fund (PIF). Tingginya beban gaji para pemain bintang dan pengeluaran dana transfer menjadi penyebab utama krisis keuangan klub tersebut.

Guna menyeimbangkan kondisi keuangan, PIF menunjuk penasihat independen di bidang hukum, finansial, dan komersial untuk mendampingi manajemen klub. Meskipun berada dalam pembatasan ketat, Al-Nassr mulai memperoleh kelonggaran operasional berkat kerja sama komersial baru dengan Cruise Saudi dan Al Humain. Pemasukan dari kesepakatan tersebut memungkinkan klub mendatangkan pemain baru, Samu Costa, dari Real Mallorca senilai 25,7 juta dolar AS atau Rp453,6 miliar.

Namun, kendala besar masih membayangi kebijakan perpanjangan kontrak pemain muda. Komite Pengawasan Keuangan Liga Pro Saudi menolak permohonan Al-Nassr untuk memperbarui kontrak beberapa pilar mereka pada Jumat (21/8/2026).

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada nasib pemain seperti Abdulrahman Ghareeb dan Raghad Al-Najjar yang proses pembaruan kontraknya terhambat. Komite penjelas juga memperingatkan adanya sanksi tambahan jika Al-Nassr nekat memaksakan pendaftaran perpanjangan kontrak sebelum masa pengawasan usai. Situasi ini berisiko membuat Al-Nassr kehilangan para pemainnya secara gratis di akhir musim. Manajemen klub kini dihadapkan pada tantangan berat untuk menjaga daya saing tim di lapangan sekaligus mematuhi batasan aturan finansial yang berlaku.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed