Toto Wolff Enggan Tentukan Kimi Antonelli Favorit Juara F1 2026
Bos Mercedes Toto Wolff enggan menyebut Kimi Antonelli sebagai kandidat utama juara Formula 1 2026. Sikap ini diambil meski pembalap belia asal Italia tersebut makin nyaman memimpin klasemen sementara, seperti dilansir dari Bola.
Antonelli sukses mengamankan podium ketiga pada GP Hungaria pekan lalu usai bangkit dari sanksi penalti grid. Hasil positif tersebut sekaligus memperlebar jarak poinnya dari para pesaing di papan atas.
Pada balapan yang sama, Lewis Hamilton finis di urutan kelima usai terkena penalti. Sementara itu, George Russell berhasil menyelesaikannya di posisi ketujuh setelah sempat tercecer pada awal lomba.
Hasil di Hungaria menempatkan Antonelli unggul 50 poin atas Hamilton. Pembalap berusia 19 tahun itu juga memimpin 59 angka dari Russell dalam perburuan gelar musim ini.
Wolff menegaskan bahwa persaingan menuju tangga juara masih sangat terbuka. Pasalnya, kalender kompetisi musim ini masih menyisakan 11 balapan utama dan dua sesi sprint race.
"Masih terlalu dini untuk mengatakan itu. Saya orang yang percaya takhayul. Meski selisihnya sudah 50 poin, masih ada banyak balapan tersisa. Dua kali gagal finis saja bisa mengubah situasi secara drastis," ujar Wolff, dikutip dari Motorsport.
"Kami juga belum memiliki reliabilitas yang bagus. Jadi, kami hanya harus terus memaksimalkan setiap akhir pekan balapan, mulai Jumat hingga Minggu. Mudah-mudahan itu akan cukup pada akhirnya," tambahnya.
Masalah daya tahan komponen memang masih membayangi Mercedes selama paruh pertama musim. Kondisi ini membuat manajemen membuka opsi untuk mengambil penalti pergantian mesin pada seri-seri mendatang.
Tim pabrikan asal Jerman tersebut sebenarnya berharap tidak perlu melakukan pergantian mesin ekstra. Namun, strategi matang tetap disiapkan untuk memilih sirkuit yang paling tepat jika situasi terpaksa dilakukan.
"Dalam hal penalti mesin, saya masih sangat berharap kami tidak perlu melakukannya. Namun, kami harus memutuskan kapan harus mengambilnya dan di sirkuit mana," kata Wolff.
Sirkuit Monza di Italia masuk dalam pertimbangan meski menjadi balapan kandang bagi Antonelli. Opsi lainnya adalah GP Azerbaijan yang berlangsung di Sirkuit Baku.
"Ada satu balapan yang bisa sangat spesial bagi Kimi, tetapi di atas kertas itu juga tampak sebagai tempat yang bagus untuk mengambil penalti mesin. Jadi. kami perlu berbicara dengan Marco (ayah Kimi Antonelli), apakah kami ingin mengambil penalti mesin di Monza," tuturnya.
"Baku juga bisa menjadi pilihan. Kami bisa mengurangi tekanan kepada Kimi di Monza jika harus memulai balapan dari belakang. Namun, reliabilitas kami memang belum bagus. Apakah kami akan mengambil penalti atau tidak, nanti akan kami lihat," ujar Wolff.
Apresiasi Performa Antonelli di GP Hungaria
Terlepas dari kekhawatiran masalah teknis, Wolff tetap melontarkan pujian atas aksi Antonelli pada GP Hungaria. Ia sepakat bahwa sang pembalap muda telah menunjukkan kualitas layaknya calon juara dunia usai menembus posisi tiga besar dari posisi start ketujuh.
Wolff menilai hasil akhir Mercedes bisa jauh lebih optimal andai Antonelli tidak dijatuhi penalti grid sebelum balapan dimulai.
"Lewis tampil sebagai pembalap terbaik pada Sabtu pagi dan sepanjang hari Jumat. Kami memang pulang dengan tambahan beberapa poin, itu bagus. Namun, saya selalu melihat gelas setengah kosong. Hari ini kami sebenarnya bisa finis kedua, atau seharusnya finis kedua, meski pada akhirnya penalti itu mungkin menyeimbangkan semuanya," tutur Wolff.
"Secara keseluruhan, dari sisi Kimi, kami bisa pulang dan mengatakan 'hasil ini sudah cukup baik jika melihat tambahan poin yang kami dapatkan,'" imbuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow