Sikap Tegas Palestina Soal Isu Standar Ganda dan Komersialisasi FIFA
Kritik tajam melayang ke arah FIFA dari Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) terkait komitmen keadilan dan transparansi organisasi tersebut. Seperti dilansir dari Bola, PFA menilai aturan sepak bola internasional tidak diterapkan secara setara kepada seluruh anggotanya.
Sorotan ini mengemuka di tengah riak kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Isu tersebut memanas setelah muncul wacana pembentukan FIFA Forward Enterprises (FFE) untuk menjual porsi kepemilikan komersial Piala Dunia kepada pihak swasta.
Walaupun rencana privatisasi itu akhirnya dibatalkan akibat gelombang penolakan, dampaknya sudah terlanjur meluas. UEFA dilaporkan kehilangan kepercayaan, sementara Wales secara resmi menarik dukungan untuk Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.
PFA kemudian menerbitkan pernyataan resmi untuk menyampaikan pandangan tegasnya. Mereka menyinggung dampak buruk konflik di Gaza terhadap ekosistem olahraga domestik.
PFA mencatat lebih dari 1.013 individu yang terdiri dari pemain, pelatih, wasit, hingga staf sepak bola telah meninggal dunia. Selain itu, fasilitas seperti lapangan latihan dan stadion hancur total hingga membuat kompetisi lokal berhenti sepenuhnya.
Kondisi tersebut membuat tim nasional Palestina kehilangan hak menggelar laga kandang. Keterbatasan ini membedakan posisi mereka dari ratusan anggota federasi global lainnya.
"Tim nasional kami tidak dapat menikmati kebebasan dan kebanggaan seperti yang dirasakan 210 anggota FIFA lainnya untuk bermain di kandang sendiri," tulis PFA.
Federasi Palestina mengaku telah mengikuti segala prosedur resmi dan mendukung kepemimpinan Infantino sejak 2015. Meski demikian, laporan dan aduan yang mereka ajukan dianggap selalu tertahan pada proses birokrasi tanpa penyelesaian nyata.
Salah satu sorotan utama PFA adalah pembiaran klub-klub yang berbasis di permukiman wilayah pendudukan untuk tetap berpartisipasi di bawah Federasi Sepak Bola Israel. PFA menilai pembiaran ini sebagai bentuk standar ganda yang nyata.
"Diam ketika sebuah genosida berlangsung secara terbuka sama saja dengan keterlibatan," ujar PFA dalam rilis resminya.
Mengenai privatisasi komersial Piala Dunia, PFA menilai keresahan publik sepak bola dunia sebagai hal yang masuk akal.
"Banyak pihak kini mempertanyakan arah komersial FIFA dan apakah aset terbesar sepak bola pantas diperlakukan sebagai instrumen finansial. Itu adalah kekhawatiran yang sah."
Namun, bagi PFA, ujian terberat FIFA saat ini adalah keberanian untuk menjalankan aturan dasar organisasi secara adil tanpa dipengaruhi tekanan politik. Menjelang agenda pemilihan presiden, PFA menegaskan bahwa fokus utama mereka berada pada integritas tata kelola.
"Perhatian kami bukan siapa yang memimpin FIFA. Perhatian kami adalah apakah FIFA kembali siap memimpin berdasarkan prinsip."
PFA menutup penegasannya dengan menyebut bahwa kredibilitas tata kelola olahraga global sedang diuji. FIFA akan dinilai oleh sejarah berdasarkan tindakan nyata dalam menegakkan aturan, bukan sekadar janji manis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow