Kebijakan Tanpa Penonton Piala Presiden 2026 Utamakan Keamanan
Penyelenggara Piala Presiden 2026 menetapkan faktor keselamatan dan kenyamanan sebagai pertimbangan utama di balik penunjukan Bali sebagai lokasi fase gugur turnamen pramusim tersebut. Kebijakan menggelar laga tanpa penonton juga diambil untuk mengantisipasi potensi risiko keamanan. Keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh komposisi empat tim yang menembus laga semifinal, yakni Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC.
Keempat klub tersebut dikenal memiliki basis pendukung yang besar serta rekam jejak rivalitas yang cukup sengit. Penetapan lokasi dan format pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 ini diputuskan langsung oleh kepanitiaan tingkat tinggi. Pertimbangan utama berfokus pada upaya menjaga iklim pertandingan tetap kondusif bagi seluruh pihak yang terlibat.
"Saya kira, nomor satu, tentu saja kami memikirkan dari segi keamanan. Bagi kami di kepanitiaan, nomor satu adalah keselamatan. Keselamatan penonton, keselamatan suporter," ujar Tsamara.
"Kami selalu beranggapan menonton sepak bola itu harus aman, harus nyaman, harus tenang, dan harus bahagia," katanya. "Kemarin disampaikan langsung pemilihan venue oleh ketua Steering Committee karena memang kalau pemilihan venue itu keputusan-keputusan yang tinggi seperti itu memang selalu diputuskan ketua Steering Committee. Tentu beliau melihat aspek-aspek tersebut, mempertimbangkannya," jelas Tsamara.
Pemilihan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, sekaligus mengulang memori penyelenggaraan edisi perdana pada 2015 lalu. Saat itu, Pulau Dewata juga dipercaya menjadi lokasi pembukaan turnamen. "Kalau teman-teman ingat, Piala Presiden yang pertama dibuka di Bali waktu itu. Dan hari ini Piala Presiden ke-8 itu ada di Bali lagi," ujar Ketua PSSI, Erick Thohir.
Di panggung lapangan, persaingan ketat tetap tersaji meski tribune stadion kosong. Dilansir dari Bola, Persib mengamankan tiket final usai menaklukkan Persija dengan skor 2-1 melalui gol Uilliam Barros dan eksekusi penalti Balsa Sekulic, yang hanya sanggup dibalas satu gol oleh Kwon Chang-hoon. Pada partai lain, pertarungan sengit antara Persebaya dan Arema FC diwarnai hujan sembilan kartu kuning serta satu kartu merah.
Persebaya keluar sebagai pemenang lewat gol tunggal Yuran Fernandes di penghujung babak pertama. Kemenangan tersebut mengantarkan Persib dan Persebaya melaju ke babak final untuk memperebutkan trofi juara serta hadiah senilai Rp8 miliar. Laga puncak dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Kamis (6/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow