Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.963 per Dolar AS pada Akhir Pekan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat ke level Rp17.963 per dolar AS pada akhir perdagangan pasar spot pekan ini, Jumat sore, 3 Juli 2026. Mata uang garuda berhasil rebound setelah sempat tertekan pada hari sebelumnya dan mengonfirmasi posisi kurs untuk akhir pekan serta hari ini, Sabtu, 4 Juli 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pasar spot, penguatan rupiah di akhir pekan ini tercatat sebesar Rp32 atau naik 0,18 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sejalan dengan pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor yang dirilis Bank Indonesia juga ikut menguat Rp34 atau 0,19 persen ke level Rp17.960 per dolar AS.
Apresiasi mata uang lokal ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS atau DXY yang merosot ke level 100,82 pada penutupan pekan. Secara mingguan, indeks yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia tersebut melemah sebesar 0,53 persen dari posisi sebelumnya di level 101,36.
Perbandingan Pergerakan Kurs Sepekan Terakhir
Meskipun berhasil menutup pekan dengan performa positif, pergerakan mata uang rupiah sepanjang minggu ini menunjukkan dinamika yang fluktuatif jika dibandingkan dengan posisi pekan lalu. Pasar finansial domestik masih terus menyesuaikan diri dengan arus modal global.
Kinerja Rupiah Pasar Spot dan Jisdor
Dalam sepekan terakhir, kurs rupiah di pasar spot sebenarnya masih mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,23 persen jika dihitung dari posisi Jumat, 26 Juli 2025 yang saat itu berada di level Rp17.922 per dolar AS. Namun, kondisi berbeda ditunjukkan oleh kurs Jisdor Bank Indonesia.
Kurs Jisdor secara mingguan justru tercatat menguat tipis sebesar 0,01 persen. Data Bank Indonesia menunjukkan rupiah Jisdor bergerak positif dari posisi Rp17.962 per dolar AS pada akhir pekan lalu menjadi Rp17.960 per dolar AS pada penutupan pekan ini.
Kondisi Pembalikan Arah dari Hari Sebelumnya
Penguatan yang terjadi pada akhir pekan ini menjadi momentum pembalikan arah setelah rupiah sempat terpuruk. Pada penutupan perdagangan hari Kamis, 2 Juli 2026, nilai tukar rupiah ditutup melemah 43 poin ke posisi Rp17.995 per dolar AS akibat tekanan eksternal.
Memasuki hari Jumat, sentimen positif mulai konsisten sejak pagi hari. Pada pembukaan perdagangan pasar spot pukul 09.05 WIB, rupiah langsung dibuka menguat antara 42 hingga 43 poin atau sekitar 0,23 persen sampai 0,24 persen ke kisaran level Rp17.952 hingga Rp17.953 per dolar AS.
Berikut adalah data historis dan perbandingan indikator nilai tukar serta indeks dolar yang terjadi pada akhir pekan ini sebagai rujukan pergerakan pasar komparatif:
| Indikator Finansial | Posisi Penutupan Pekan | Perubahan Harian | Perubahan Mingguan |
|---|---|---|---|
| Rupiah Pasar Spot | Rp17.963 per dolar AS | Menguat 0,18% | Melemah 0,23% |
| Rupiah Jisdor BI | Rp17.960 per dolar AS | Menguat 0,19% | Menguat 0,01% |
| Indeks Dolar (DXY) | 100,82 | Melemah 0,04% | Melemah 0,53% |
Harga komoditas dan nilai tukar mata uang dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah atau otoritas moneter.
Perbandingan Mata Uang Regional Asia
Tren penguatan terhadap dolar AS pada akhir pekan ini tidak hanya dialami oleh rupiah, melainkan juga terjadi pada mayoritas mata uang di kawasan Asia. Pelemahan indeks dolar memberikan ruang bagi mata uang regional untuk menguat.
Mata uang Won Korea memimpin penguatan di Asia dengan apresiasi sebesar 0,42 persen pada penutupan perdagangan, meskipun analisis sela harian sempat mencatat mata uang tersebut melemah 0,16 persen. Selain itu, Baht Thailand juga terpantau menguat di kisaran antara 0,15 persen hingga 0,27 persen terhadap dolar AS pada akhir pekan.
Kondisi pasar valuta asing domestik saat ini tidak mengalami aktivitas perdagangan baru karena siklus libur akhir pekan, sehingga angka penutupan perdagangan Jumat menjadi acuan utama transaksi harian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow