Rupiah Melemah ke Rp18.070 pada 1 Agustus 2026, Dampak dan Kebijakan BI
Kurs rupiah terhadap dolar AS pada 1 Agustus 2026 tercatat melemah ke level Rp18.070 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan dari faktor global dan kondisi pasar valas domestik yang menyesuaikan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) terbaru.
Pada Jumat, 31 Juli 2026, nilai tukar rupiah bahkan menembus Rp18.070,6 per dolar AS pada pukul 10:55 WIB. Data dari beberapa bank besar seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI menunjukkan nilai jual beli dolar AS bervariasi antara Rp16.500 hingga Rp18.100, tergantung jenis kurs dan bank yang bersangkutan.
Dalam 12 bulan terakhir, rupiah melemah sekitar 9,51%, sementara dalam sebulan terakhir (Juli 2026) tercatat penurunan sebesar 0,66%. Pada akhir Juli, rentang nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.085 (terendah) hingga Rp18.197,5 (tertinggi) dalam 52 minggu terakhir.
Kebijakan BI Menahan Suku Bunga
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75%, Deposit Facility 4,75%, dan Lending Facility 6,5% dalam rapat RDG pada 21-22 Juli 2026. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Dampak Pelemahan Rupiah bagi Ekonomi
Pelemahan rupiah berdampak pada kenaikan harga bahan baku impor, misalnya harga kedelai yang naik dari Rp7.000 menjadi Rp10.500 per kilogram dalam tiga bulan terakhir. Selain itu, harga plastik melonjak 100% dan minyak goreng naik sekitar 25% per Mei 2026. Kenaikan biaya impor ini berpotensi menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan inflasi.
Kurs Dolar di Bank-Bank Besar pada 1 Agustus 2026
| Bank | Kurs Beli (Rp) | Kurs Jual (Rp) |
|---|---|---|
| BNI | 16.716 | 16.736 |
| Mandiri | 16.500 | 16.890 |
| BCA | 16.500 | 16.890 |
| BRI | 16.500 | 16.890 |
Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah
Menurut laporan market.bisnis.com, pelemahan rupiah terjadi akibat sentimen eksternal yang meliputi ketidakpastian ekonomi global serta naiknya permintaan dolar AS di pasar dunia. Selain itu, tekanan dari kenaikan harga bahan baku impor turut memperberat kondisi nilai tukar rupiah.
"Pelemahan rupiah sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang masih fluktuatif dan dinamika permintaan dolar AS," ujar analis pasar keuangan dari investor.id.
Bank Indonesia terus mengupayakan stabilisasi dengan menjaga kebijakan moneter yang adaptif serta mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan.
"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan terkait valuta asing," tulis situs resmi BI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow