Oscar Bruzon Resmi Melatih Bhayangkara FC Jelang Super League

Smallest Font
Largest Font

Bhayangkara FC resmi menunjuk Oscar Bruzon Barreras sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/27, sebagaimana dilansir dari Bola pada Rabu (12/8/2026). Juru taktik asal Spanyol tersebut menggantikan Paul Munster yang sebelumnya dilepas oleh pihak klub.

Kedatangan pelatih berusia 49 tahun ini diiringi rekam jejak mentereng di kawasan Asia Selatan. Sebelum merapat ke Indonesia, Oscar sukses mengantarkan klub India, East Bengal, meraih gelar Indian Super League (ISL) musim lalu sekaligus mengakhiri dahaga juara selama 22 tahun. Ia juga pernah mencatatkan treble winner bersama New Radiant SC di Maladewa serta membawa Bashundara Kings mendominasi liga Bangladesh selama lima musim berturut-turut.

Meski memiliki catatan prestasi yang mengesankan, mantan asisten pelatih Mallorca tersebut memilih untuk fokus membangun kekuatan tim secara bertahap dalam pemusatan latihan di Boyolali ketimbang langsung memasang target tinggi.

"Saya merasakan bahwa tim semakin memahami ide bermain. Ada banyak perubahan dari gameplay tahun lalu. Pemain-pemain menyesuaikan diri dengan baik, intensitas latihan semakin meningkat," ucap Oscar Bruzon, Pelatih Bhayangkara FC.

Pihak manajemen klub yang terakhir kali meraih trofi pada tahun 2017 tersebut mengusung misi besar untuk kembali bersaing di papan atas. Kendati demikian, juru taktik baru The Guardian itu enggan terburu-buru memikirkan gelar juara pada musim pertamanya.

"Manajemen sangat jelas ingin terus meningkatkan diri dan lebih dekat dengan posisi atas. Saya mengambil (pekerjaan) ini sebagai tantangan," kata Oscar.

"Tapi saya tidak ingin berbicara tentang titel, trofi, dan memasang tekanan yang terlalu besar. Kami harus berjalan per game, per sesi, memperbaiki tim, agar pemain mendapatkan kepercayaan dirinya," sambung Oscar.

Mengenai peta persaingan kompetisi, Oscar memprediksi pertarungan memperebutkan posisi tiga besar klasemen akan berlangsung sangat sengit. Kehadiran regulasi yang mengizinkan tujuh pemain asing tampil di lapangan dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi para pesepak bola lokal.

"Saya rasa ada banyak tim yang berusaha untuk mendapatkan posisi di top 3 tahun ini. Saya merasakan bahwa liga ini sangat kompetitif," ujarnya.

"Sebanyak 18 tim dengan 7 orang asing di lapangan. Saya merasakan bahwa ini adalah tantangan bagi pemain-pemain Indonesia untuk mendapatkan posisi di tim," imbuh Oscar.

Menjelang laga pembuka musim melawan Persebaya Surabaya, tim kebanggaan masyarakat Lampung ini memilih untuk mencurahkan perhatian penuh pada persiapan internal skuad ketimbang mengandalkan strategi khusus untuk lawan.

"Tantangan utama adalah latihan sehari-hari. Kami menantang dan meminta semua orang untuk menaikkan standar. Kami berfokus pada meningkatkan level, kemampuan, kepercayaan, dan pemahaman dari pemain-pemain," tegasnya.

"Sepuluh hari sebelum pertandingan, baru kami akan berpikir tentang Persebaya. Karena kami tahu mereka adalah tim yang matang dan memperlihatkan kontinuitas dari tahun lalu," tutup Oscar.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow