Mourinho Ungkap Alasan Rodri Batal ke Real Madrid dan Pilih Barcelona
Kegagalan Real Madrid mengamankan servis Rodri dari Manchester City akhirnya terungkap secara terbuka. Pelatih anyar Los Blancos, Jose Mourinho, membeberkan alasan di balik keputusan sang gelandang yang justru berlabuh ke rival abadi mereka, Barcelona, sebagaimana dilansir dari Bola.
Kepindahan Rodri ke Blaugrana diumumkan secara resmi pada Rabu (19/8/2026) dini hari WIB. Momentum penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung bersamaan dengan perkenalan resmi Mourinho sebagai juru taktik baru Santiago Bernabeu usai menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama Presiden Florentino Perez.
Mourinho mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalin komunikasi intensif dengan pemain asal Spanyol tersebut guna membicarakan peluang kepindahan ke ibu kota Spanyol. Meski manajemen Madrid menyodorkan penawaran finansial yang sangat menarik, keputusasaan tidak terjadi melainkan keraguan dari sang pemain itu sendiri.
"Saya berbicara dengan Rodri beberapa kali. Real Madrid memberikan tawaran yang sangat bagus kepadanya. Saya pikir hubungan antara Real Madrid dan Manchester City juga sangat baik," ujar Mourinho.
"Klub memberikan tawaran penting kepadanya. Namun, Rodri memiliki keraguan. Dia ragu, dan menurut saya keraguan yang dimiliki Rodri justru membuat saya ikut ragu," imbuh mantan pelatih Inter Milan dan AS Roma itu.
Meskipun mengakui kapasitas Rodri sebagai salah satu gelandang jangkar terbaik di dunia saat ini, pelatih asal Portugal itu menegaskan prinsip utamanya. Menurutnya, seragam Real Madrid menuntut komitmen tanpa keraguan sedikit pun bagi siapa saja yang ingin memakainya.
"Dia adalah pemain yang luar biasa. Namun, saya pikir Real Madrid begitu besar sehingga kami tidak bisa memiliki pemain yang masih berpikir dua kali," tegas Mourinho.
"Itulah konsepnya. Meski begitu, dia bersikap sangat baik kepada kami dan saya mendoakan yang terbaik untuknya."
Setelah negosiasi antara Barcelona dan Manchester City menemui titik terang, Rodri dipastikan resmi berkostum Blaugrana. Di sisi lain, Mourinho memfokuskan perhatiannya untuk menata ulang skuad Madrid yang tengah memburu momentum kebangkitan.
Kepemimpinan periode kedua Mourinho di Santiago Bernabeu ini menandai kembalinya juru taktik kawakan tersebut setelah sempat menukangi Los Blancos pada rentang 2010 hingga 2013. Ia datang di saat klub berjuang mengakhiri dahaga gelar usai tanpa trofi utama dalam dua musim terakhir.
Situasi internal Madrid sempat memanas pada musim sebelumnya hingga mengakibatkan pemecatan Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa. Kendati demikian, Mourinho mengaku tidak menemukan sisa-sisa ketegangan tersebut saat mulai bekerja.
Eks manajer Chelsea ini justru mengapresiasi atmosfer kondusif dan mentalitas para pemain yang ditemuinya di ruang ganti. Para penggawa Los Blancos dinilai menunjukkan profesionalisme tinggi sejak sesi latihan perdana.
"Saya menemukan ruang ganti yang memiliki keinginan besar untuk menang. Saya menemukan ruang ganti yang terbuka dan penuh akal sehat," ujarnya.
"Sejak hari pertama, saya tidak mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin yang agresif, padahal saya bisa seperti itu, karena mereka justru membuat saya tidak perlu menunjukkan sisi tersebut."
"Perilaku mereka benar-benar luar biasa," tutur Mourinho.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow