Kisah Sepatu Pertama Pemain Muda di MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Sepatu merupakan perlengkapan paling krusial bagi seorang pesepak bola dalam mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Bagi para pemain muda yang sedang merintis karier, sepatu pertama mereka sering kali memberikan kesan yang sangat mendalam.

Ketika menghadiri kompetisi MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 26-28 Juni 2026, seperti dilansir dari Bola, terdapat kisah menarik dari sejumlah pesepak bola putri usia dini mengenai sepatu pertama mereka.

Turnamen sepak bola usia muda ini diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation yang bekerja sama dengan MilkLife.

Cerita awal datang dari Raisha Qaireen Batrisyia, anggota tim All Stars Kudus asal SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Pemain yang akrab disapa Raisha ini mengaku meminta langsung kepada orang tuanya saat pertama kali mendalami sepak bola pada usia 9 tahun.

"Ketika itu saya memang meminta dibelikan oleh orang tua saya. Saat itu saya katakan, "Bu, minta sepatu dong buat main sepak bola'," ujar Raisha.

Permintaan tersebut langsung dikabulkan oleh ibunya, yang membelikan sepatu dari merek lokal.

"Saat itu juga langsung dibelikan oleh ibu saya. Tentu saya senang sekali karena orang tua saya mendukung saya untuk main sepak bola," kata Raisha.

Kisah berbeda dibagikan oleh Andien Haifa Syakira yang telah aktif bermain bola sejak umur 6 tahun. Penggawa All Stars Jakarta tersebut justru mendapatkan tawaran sepatu sepak bola langsung dari sang ayah yang juga berprofesi sebagai pelatih.

"Ketika saya usia 6 tahun memang sudah suka menendang-nendang bola. Kebetulan papa saya itu melatih sepak bola. Saya suka ikut papa ketika melatih, ya akhirnya saya ikut saja main," tutur Andien.

Setelah tiga bulan rutin mengikuti sang ayah di lapangan, Andien mendapatkan kejutan berupa tawaran sepatu baru.

"Tiga bulan kemudian, tiba-tiba papa bertanya, "Mau dibelikan sepatu bola enggak?" Ya saya langsung menjawab mau dong," ucap siswa SD Cinta Kasih Tzu Chi tersebut.

Kegembiraan Besar Pemain Muda

Memiliki sepatu sepak bola pertama saat sedang menggemari olahraga ini mendatangkan kebahagiaan luar biasa bagi para pemain belia. Perasaan gembira tersebut turut dirasakan oleh rekan setim Andien, Euis Siti Farhatus Sa'adah, yang juga memakai produk lokal sebagai sepatu pertamanya.

Euis menyatakan kegembiraannya saat orang tuanya memberikan dukungan penuh terhadap hobi sepak bola yang ia tekuni sejak usia 8 tahun.

"Ketika itu saya memang baru mulai bermain bola, umur saya waktu itu 8 tahun. Baru mulai main bola, saya langsung mendapatkan sepatu bola dari orang tua. Rasanya seneng banget waktu itu," ungkap Euis yang mulai mengikuti kompetisi ini pada musim 2025/2026.

Andien menambahkan bahwa sepatu pertama itu menjadi pemicu motivasi tambahan bagi dirinya untuk berlatih lebih giat di tim bentukan ayahnya.

"Rasanya sangat bahagia. Ketika itu saya masih ingat rasa senangnya karena bisa ikut main di lapangan menggunakan sepatu bola," tutur Andien yang pernah meraih gelar Top Scorer MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2024 dan Best Player Jakarta Seri 1 2025/2026.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed