Harga Emas Dunia Anjlok Empat Persen dalam Sepekan pada 19 Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia mencatat penurunan mingguan paling tajam dalam enam minggu terakhir pada Minggu, 19 Juli 2026. Kegagalan berulang untuk menembus angka US$4.000 per ons memicu koreksi besar di pasar global.

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia di pasar spot ditutup pada level US$4.016,69 per troy ons pada Jumat (17/7/2026). Meskipun melonjak 1,18 persen dalam sehari, komoditas ini melemah lebih dari 4 persen secara mingguan.

Penurunan ini memperlihatkan pergerakan volatilitas tinggi pada grafik harga emas dunia terbaru. Pada perdagangan Kamis (16/7/2026), harga sempat ambles ke level US$3.985,1 per troy ons, menjadi level terendah dalam delapan bulan terakhir.

Situasi pasar komoditas juga dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat menyerang pelabuhan di Iran hingga mengenai kapal tanker minyak.

Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Yordania. Netizen banyak menganalisis "pengaruh perang timur tengah terhadap harga emas" beserta dampaknya bagi aset aman.

Menurut laporan CNBC Indonesia, ketegangan geopolitik yang memanas ini berimbas langsung pada sektor energi. Kondisi tersebut menyebabkan harga minyak jenis brent bertahan tinggi di atas US$80 per barel.

Harga Emas Terus Turun Analis Buka Suara Soal Peluang Jual atau Beli hingga Akhir 2026 | Tribun Palu Official

Proyeksi Pasar Global dan Perbandingan Regional

Di tingkat regional Asia, pasar emas domestik Vietnam juga menghadapi tekanan besar sepanjang 13 hingga 18 Juli 2026. Harga di negara tersebut bergerak menjauh dari angka 150 juta VND per ons.

Meskipun sempat melonjak hingga 1 juta VND per ons pada akhir pekan, harganya tetap lebih lower sekitar 1,4 juta VND per ons dibanding awal minggu.

Melihat tren koreksi ini, masyarakat mulai berspekulasi mengenai "apakah harga emas akan turun lagi" ke depannya. Namun, sejumlah lembaga keuangan internasional justru memberikan pandangan yang cukup optimistis.

Berdasarkan prediksi harga emas tahun 2026 dari Deutsche Bank, proyeksi rata-rata pertumbuhan dinaikkan menjadi US$3.700 per ons. Angka ini meningkat signifikan dari prediksi awal mereka sebesar US$2.900 per ons.

Sementara itu, Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan harga komoditas ini mampu menembus US$3.700 pada akhir tahun 2025. Mereka memproyeksikan harganya berpotensi menuju level US$4.000 per ons pada pertengahan 2026.

Rincian Pergerakan Harga Emas Domestik

Banyak investor mencari tahu "penyebab harga emas turun" secara global. Namun, harga logam mulia batangan ukuran 1 gram dari produsen lokal Indonesia justru naik Rp8.000 menjadi Rp2.614.000 pada Sabtu (18/7/2026).

Perubahan ini memicu pertanyaan publik mengenai "kenapa harga emas antam naik hari ini" di pasar domestik. Harga buyback juga meningkat Rp16.000 menjadi Rp2.349.000 per gram dari sebelumnya Rp2.333.000.

Di dalam negeri, perusahaan pegadaian negara juga melakukan penyesuaian nilai jual pada Sabtu (18/7/2026). Harga untuk jenis pertama tercatat naik sebesar Rp12.000 menjadi Rp2.587.000 per gram.

Untuk pecahan terkecil 0,5 gram dipatok Rp1.357.000, sedangkan pecahan terbesar 1.000 gram dihargai Rp2.506.474.000. Sementara itu, jenis kedua naik Rp8.000 menjadi Rp2.719.000 dan jenis ketiga naik Rp11.000 menjadi Rp2.599.000.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, nilai buyback di pegadaian negara naik Rp10.000 untuk seluruh produk. Jenis pertama menjadi Rp2.425.000 per gram, sedangkan jenis kedua dan ketiga berada di angka Rp2.418.000 per gram.

Daftar Harga Emas Batangan di Indonesia Per 18 Juli 2026
Jenis ProdukPecahanHarga JualHarga Buyback
Produsen Lokal1 GramRp2.614.000Rp2.349.000
Pegadaian Jenis 10,5 GramRp1.357.000
Pegadaian Jenis 11 GramRp2.587.000Rp2.425.000
Pegadaian Jenis 11.000 GramRp2.506.474.000
Pegadaian Jenis 21 GramRp2.719.000Rp2.418.000
Pegadaian Jenis 31 GramRp2.599.000Rp2.418.000

Ringkasan Perubahan Mingguan Pasar Komoditas

Secara keseluruhan, fluktuasi yang terjadi sepanjang pekan memberikan gambaran jelas mengenai kondisi pasar keuangan terkini:

  • Harga spot global mengalami penurunan mingguan lebih dari 4 persen setelah gagal melewati ambang batas psikologis.
  • Logam mulia domestik di Indonesia menunjukkan ketahanan dengan mengalami kenaikan tipis di akhir pekan perdagangan.
  • Proyeksi jangka panjang dari institusi global tetap menempatkan emas sebagai aset lindung nilai utama.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow