Harga Bitcoin Hari Ini Terpuruk Sentuh Level Terendah Paruh Pertama 2026
Harga Bitcoin hari ini terpantau masih tertahan di zona merah setelah mengalami tekanan hebat sepanjang paruh pertama tahun 2026 yang menyeret pasar aset digital global ke fase koreksi mendalam. Investor global kini bersikap lebih waspada dalam mengamati fluktuasi pergerakan pasar crypto terkini pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Kondisi pasar kripto yang fluktuatif ini memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai "kenapa bitcoin turun hari ini" dan apa saja faktor makroekonomi yang melandasinya. Koreksi berkepanjangan ini dilaporkan telah menggerus sebagian besar keuntungan yang sempat dicetak pada awal tahun komoditas digital tersebut.
Berdasarkan rilis data pasar finansial global, penurunan nilai aset kripto utama ini tidak lepas dari rentetan sentimen negatif, termasuk aksi lepas aset secara massal yang memicu kepanikan investor. Fenomena perpindahan likuiditas ke aset aman lainnya juga memperparah kondisi pasar saat ini.
Analisis Rapor Kinerja Bitcoin dan Ethereum di Pasar Spot
Data historis pasar menunjukkan performa Bitcoin mengalami penyusutan drastis jika dibandingkan dengan posisi pembukaan tahun perdagangan 2026. Penurunan ini mencerminkan dinamika sentimen volatilitas tinggi yang jamak melanda pasar mata uang kripto.
Keterpurukan Nilai Tukar Bitcoin
Harga Bitcoin tercatat anjlok lebih dari 34 persen pada paruh pertama tahun 2026 ini. Aset kripto dengan kapitalisasi terbesar itu bahkan sempat menyentuh level terendah tahunannya pada 1 Juli 2026 lalu di harga US$57.800 per koin.
Angka terendah tersebut menunjukkan kemerosotan yang masif apabila disandingkan dengan harga pembukaan awal tahun 2026 yang bertengger kuat di posisi US$87.648. Pemulihan harga berjalan lambat karena volume beli belum sepenuhnya pulih di pasar spot.
Kondisi Teknis Ethereum dan Hyperliquid
Kelesuan pasar juga berimbas langsung pada pergerakan harga Ethereum (ETH) serta token utilitas seperti Hyperliquid yang kompak bertumpu di sekitar zona support kritisnya. Para analis teknikal terus memantau indikator momentum pergerakan kedua aset ini.
Ethereum diperdagangkan pada level US$1.852 dengan indikator Relative Strength Index atau RSI berada di angka 58. Pergerakan ETH saat ini berada di atas Exponential Moving Average atau EMA 50 hari yang bernilai US$1.811, namun masih berada di bawah garis EMA 100 hari di level US$1.943 dan EMA yang lebih tinggi di angka US$2.188.
Sementara itu, Hyperliquid bergerak di kisaran harga US$60 setelah mengalami penurunan performa sebesar 9 persen pada hari sebelumnya. Nilai EMA 50 hari untuk Hyperliquid berada di US$63,09 dengan EMA 200 hari pada angka US$49,85 serta posisi RSI yang tertekan mendekati angka 41.
Penyebab harga crypto anjlok secara masif ini juga memengaruhi kapitalisasi pasar secara akumulatif. Berikut adalah rincian data harga serta indikator teknikal aset kripto terkemuka sebagai bahan referensi perbandingan pasar.
| Nama Aset Kripto | Harga Perdagangan | Nilai EMA 50 Hari | Relative Strength Index (RSI) |
|---|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | US$64.724,78 | – | – |
| Ethereum (ETH) | US$1.852,00 | US$1.811,00 | 58 |
| Hyperliquid | US$60,00 | US$63,09 | 41 |
Merujuk pada data historis pertengahan pekan, tepatnya Kamis pagi WIB, harga Bitcoin di pasar spot sempat berada di level US$64.724,78. Nilai tersebut merepresentasikan penurunan tipis sebesar 0,30 persen dalam waktu 24 jam, walaupun sempat membukukan kenaikan 4,04 persen dalam periode sepekan.
Dengan posisi harga tersebut, kapitalisasi pasar total Bitcoin bertahan di kisaran US$1,29 triliun atau setara dengan Rp23.324 triliun. Perhitungan konversi nilai ini menggunakan acuan kurs resmi senilai Rp18.068 per dolar AS.
Faktor Makroekonomi dan Dampak Tekanan Jual Global
Banyak pengamat pasar menilai situasi pelonggaran atau pengetatan moneter global turut memicu perpindahan modal besar-besaran dari pasar spot kripto. Tekanan ini diprediksi masih akan berlanjut hingga akhir bulan ini.
Pengaruh Sentimen Moneter Global
Berdasarkan laporan finansial dari FXStreet ID, ketidakpastian kebijakan suku bunga eksternal mempercepat koreksi instrumen berisiko tinggi. Tekanan jual di bursa saham Amerika Serikat juga disinyalir ikut merembet ke pasar aset digital.
Kondisi ekosistem makro ini secara nyata berdampak langsung terhadap pergerakan instrumen investasi digital terkemuka. Sebagian investor memilih menahan modal mereka dalam bentuk tunai sembari menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi global selanjutnya.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Hingga saat ini, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati pergerakan volume transaksi harian guna mengantisipasi volatilitas susulan yang berpotensi terjadi menjelang penutupan pekan perdagangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow