Elkan Baggott Ungkap Alasan Bergabung dengan Millwall pada Musim Panas
Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, mulai menikmati perjalanan barunya bersama Millwall di kompetisi Championship setelah resmi meninggalkan Ipswich Town pada bursa transfer musim panas. Kepindahan ini menjadi babak baru bagi pemain berusia 23 tahun tersebut untuk mengembangkan kariernya, sebagaimana dilansir dari Bola.
Pemain setinggi 196 cm ini menandatangani kontrak jangka panjang bersama The Lions dengan nilai transfer yang tidak dipublikasikan. Meski sudah terdaftar dalam skuad pada dua laga perdana, Baggott masih menantikan kesempatan melakoni debut resminya di lapangan.
Proses adaptasi yang berjalan mulus dirasakan Baggott karena ia datang saat agenda pramusim klub masih berlangsung. Kesempatan tampil di beberapa laga uji coba diakui sangat membantu dirinya dalam membina ikatan dengan rekan-rekan setimnya.
"Itu luar biasa. Mungkin ketika saya bergabung, masih bisa dibilang sebagai masa awal pramusim, jadi ada cukup waktu untuk beradaptasi dengan skuad," ujar Baggott.
Ia juga menambahkan bahwa kesempatan merumput sebelum kompetisi dimulai memberi dampak positif bagi keharmonisan tim.
"Bermain dalam beberapa pertandingan pramusim juga menyenangkan karena sangat membantu pemain baru untuk lebih cepat beradaptasi dan mulai membangun hubungan dengan rekan-rekan setim, baik di dalam maupun di luar lapangan, saya benar-benar menikmati setiap detiknya sejauh ini," ungkap Baggott.
Ketertarikan Millwall terhadap pemain kelahiran Bangkok ini sebenarnya sudah berlangsung lama, tepatnya saat ia menjalani masa pinjaman di Blackpool dua musim lalu. Kontak resmi baru terjadi sekitar satu bulan menjelang kepindahannya disepakati.
"Saya ingat ketika berada di Blackpool, saya mendengar dari agen saya bahwa Millwall sedang memantau pertandingan saya, kemudian pada musim panas ini, di awal bursa transfer, saya mengetahui bahwa mereka benar-benar serius tertarik kepada saya," kata Baggott.
Rekam jejak Millwall dalam membina pemain muda menjadi magnet utama yang meyakinkan Baggott untuk berlabuh ke klub tersebut. Kebijakan manajemen dan pelatih dalam memberikan ruang perkembangan bagi pemain muda dinilainya sangat menjanjikan.
"Mereka sudah melakukan pekerjaan yang sangat, sangat baik terhadap pemain yang usianya mirip dengan saya, saya bisa menyebut Tristan Crama sebagai contoh yang sempurna karena usia kami sangat mirip dan dia datang lalu tampil dengan sangat baik," tutur Baggott.
Ia melihat struktur kepelatihan di klub sangat mendukung potensi para pemain muda untuk berkembang ke level tertinggi.
"Hal itu berasal dari manajer dan Direktur Sepak Bola, Steve Gallen, yang mendatangkan pemain dengan profil tersebut lalu mengembangkan mereka, dan sekarang Anda bisa melihat hasilnya. Femi Azeez juga merupakan contoh pemain yang usianya sangat mirip dengan saya, datang ke sini dan berkembang, jadi ini benar-benar menjadi prospek yang sangat menarik," tuturnya.
Sebelumnya, Baggott menimba ilmu di akademi Ipswich Town sejak usia 14 tahun dan mencatatkan debut di tim utama pada 2020. Namun, persaingan ketat di lini belakang Ipswich membatasi menit bermainnya hingga ia lebih banyak dipinjamkan.
"Saya tidak akan berbohong, itu memang membuat frustrasi karena ketika saya diberi tahu akan menjadi bek tengah pilihan keempat, biasanya Anda mungkin mendapatkan enam, tujuh, delapan, sembilan, atau 10 pertandingan ketika musim berakhir," jelas Baggott.
Meski hanya tampil dua kali musim lalu, Baggott tetap mengambil sisi positif dari keberhasilan Ipswich merebut tiket promosi.
"Namun, saya berada di tim yang berhasil promosi dari liga dan berada di lingkungan tersebut sepanjang tahun sehingga ada banyak pelajaran yang saya dapatkan, sangat bagus bisa berada dalam lingkungan yang sedang berjuang meraih promosi," ujarnya.
Tantangan baru kini dihadapi Baggott di Millwall yang dikenal memiliki lini pertahanan solid, dengan rekor hanya kebobolan 49 gol serta mencatatkan 18 laga tanpa kebobolan di Championship musim lalu.
"Datang ke tim yang pertahanannya luar biasa pada musim lalu, saya akan selalu berjuang untuk mendapatkan tempat saya, saya menyadari tantangan tersebut," kata Baggott.
Fokus utamanya saat ini adalah menunjukkan performa maksimal dalam sesi latihan agar siap ketika dipercaya turun bertanding.
"Bagi saya saat ini, yang terpenting adalah melakukan yang terbaik dalam latihan, kemudian ketika mendapatkan kesempatan, saya harus memanfaatkannya dan memastikan posisi tersebut menjadi milik saya," tegas Baggott.
Selain itu, pendekatan taktis yang diterapkan pelatih Millwall, Alex Neil, memberikan kesan mendalam bagi Baggott karena ketelitiannya dalam mempersiapkan strategi pertandingan.
"Hal yang saya pelajari tentang dia sejak datang ke sini adalah, tentu semua orang mengatakan bahwa tiga poin pada hari Sabtu merupakan hal yang paling penting, tetapi pekerjaan dan detail yang dia lakukan untuk memastikan kami mendapatkan tiga poin pada hari Sabtu adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," ucap Baggott.
Atmosfer ruang ganti yang ramah dan deretan pemain berselisih usia tak jauh darinya membuat Baggott makin merasa nyaman tinggal di lingkungan barunya.
"Para pemain membuat saya merasa sangat diterima sejak saya datang, saya rasa sebagian besar pemain juga berusia tidak jauh dari saya sehingga sangat mudah untuk beradaptasi, saya benar-benar menikmati waktu saya di sini dan juga waktu bersama para pemain," tuturnya.
Mengenai target mendatang, Baggott berambisi membawa Millwall bersaing di papan atas demi merebut tiket promosi ke Premier League.
"Harapan utama adalah mendapatkan promosi, setelah apa yang terjadi musim lalu, memasuki musim ini, itu merupakan target yang jelas," ujar Baggott.
Ia bertekad menembus tim utama guna memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian target klub musim ini.
"Untuk diri saya sendiri, saya ingin berusaha masuk ke tim, kemudian mendapatkan sebanyak mungkin kesempatan bermain dan semoga bisa membantu tim meraih promosi," kata Baggott.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow