UEFA Tolak Aturan Kartu Merah bagi Pemain yang Tutup Mulut

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

UEFA mengambil langkah berbeda dari FIFA dengan memastikan tidak akan menerapkan hukuman kartu merah bagi pemain yang menutup mulut saat berbicara dengan lawan pada kompetisi antarklub Eropa musim depan. Keputusan tersebut, seperti dilansir dari Bola, bakal berlaku untuk pertandingan di kompetisi Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League. Melalui pernyataan resminya yang dirilis Kamis, UEFA menyebut tindakan menutup mulut untuk menyembunyikan percakapan tetap bisa dianggap sebagai perilaku tidak sportif sehingga wasit berwenang memberikan kartu kuning.

Meski begitu, UEFA menegaskan sanksi di lapangan tidak menutup kemungkinan adanya proses disipliner lanjutan apabila ditemukan pelanggaran lain yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Langkah ini bertolak belakang dengan dorongan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menerapkan aturan lebih tegas di Piala Dunia 2026 berupa kartu merah langsung untuk tindakan serupa. Pada turnamen Piala Dunia 2026, Miguel Almiron dari Paraguay tercatat menjadi pemain pertama yang diusir wasit akibat aturan ketat FIFA tersebut.

Bek Ekuador, Piero Hincapie, juga harus menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran serupa saat berbicara dengan lawannya di lapangan. Di sisi lain, gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, lolos dari hukuman tersebut saat berbicara dengan pemain Ghana karena dinilai tidak dilakukan dalam situasi konfrontatif.

Isu ini sebelumnya sempat mencuat dalam laga Liga Champions saat pemain Benfica, Gianluca Prestianni, menutupi mulutnya menggunakan jersey kala berbicara kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior. UEFA kemudian menjatuhkan hukuman larangan bermain selama enam pertandingan kepada Gianluca Prestianni setelah terbukti melakukan tindakan anti-gay.

Regulasi Baru Versi UEFA

Kendati insiden tersebut terjadi di ajang Liga Champions, UEFA memilih tidak mengadopsi aturan FIFA yang memberikan kartu merah langsung untuk pelanggaran serupa.

Selain itu, UEFA memutuskan tidak menggunakan opsi pemberian kartu merah kepada pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan pertandingan.

Sebaliknya, UEFA akan mulai menerapkan aturan baru yang memungkinkan VAR memeriksa keputusan tendangan sudut yang keliru, sebuah mekanisme yang sebelumnya sudah digunakan pada Piala Dunia 2026.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed