UEFA Siap Blokir Rusia Kembali ke Sepak Bola Internasional

Smallest Font
Largest Font

Potensi ketegangan baru kini membayangi hubungan antara UEFA dan FIFA terkait status keanggotaan Rusia dalam sepak bola internasional. Seperti dilansir dari Bola, UEFA bersiap untuk menghalangi kembalinya tim-tim asal Rusia ke kompetisi resmi setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut sementara sanksi olahraga terhadap negara tersebut. Langkah berseberangan ini muncul di saat FIFA menyatakan sedang menganalisis keputusan IOC sebelum menentukan kebijakan berikutnya.

Hingga saat ini UEFA belum merilis pernyataan resmi kepada publik mengenai situasi terbaru tersebut.

Namun, informasi dari sejumlah asosiasi sepak bola nasional mengindikasikan bahwa peluang tim Rusia untuk kembali bertanding di Eropa hampir tidak ada. Sikap keras dari konfederasi Eropa ini otomatis menutup kesempatan tim nasional Rusia untuk berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia.

Walaupun turnamen akbar tersebut berada di bawah kendali FIFA, seluruh babak kualifikasi untuk zona Eropa tetap diselenggarakan secara mandiri oleh UEFA. Sejumlah federasi sepak bola raksasa di Eropa Barat, termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis, dilaporkan tetap menolak keras pemulihan status Rusia.

Penolakan internal ini bukan pertama kalinya terjadi di dalam tubuh organisasi pimpinan Aleksander Ceferin tersebut. Tiga tahun lalu, UEFA terpaksa membatalkan rencana mengembalikan tim Rusia di kategori kelompok umur setelah diprotes oleh sedikitnya 12 asosiasi anggota.

Sikap FIFA yang Lebih Terbuka

Berbeda dengan mitranya di Eropa, FIFA dinilai menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar untuk menerima kembali Rusia.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya sempat mengutarakan pandangan positif mengenai integrasi kembali negara pecahan Uni Soviet tersebut. Gianni Infantino memiliki kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2018 lalu. Bahkan FIFA sempat memfasilitasi keikutsertaan Timnas Rusia U-15 pada turnamen kelompok umur di Azerbaijan pada Oktober.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News pada Februari lalu, Gianni Infantino memberikan argumentasi terkait sanksi tersebut.

"Larangan ini tidak menghasilkan apa pun. Larangan itu hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian," ujar Infantino.

Ancaman Boikot dari Negara Eropa

Rencana FIFA untuk memindahkan jalur kualifikasi Rusia ke konfederasi lain juga diprediksi akan menemui jalan buntu. Sejumlah tim kuat asal Eropa dirumorkan siap melayangkan aksi boikot massal jika Rusia berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia melalui zona lain.

Hubungan UEFA dan FIFA sendiri sebenarnya sudah memanas akibat perselisihan mengenai keputusan Komite Disiplin sebelum laga Amerika Serikat melawan Belgia di Piala Dunia 2026. Saat itu, UEFA mengkritik keputusan FIFA yang mencabut skors Folarin Balogun karena dianggap merusak integritas kompetisi, yang kemudian dibalas FIFA dengan tudingan kemunafikan.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed