Timnas Indonesia U20 Ditahan Imbang Malaysia U20 Tanpa Gol di Laos
Tim Nasional Indonesia U-20 ditahan imbang tanpa gol oleh Malaysia U-20 pada laga perdana di New Laos National Stadium, Vientiane, Laos, Senin (31/8/2026) sore WIB, sebagaimana dilansir dari Bola.
Hasil tanpa gol tersebut dinilai merugikan skuad asuhan Nova Arianto lantaran mereka mendominasi jalannya pertandingan dari berbagai aspek permainan dibandingkan sang lawan.
Pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Shah, memberikan analisisnya mengenai performa kedua tim dalam laga yang berlangsung di Laos tersebut.
"Timnas Indonesia U-20 menguasai pertandingan. Pergerakan pemain dan alur bola cukup rapi. Begitu juga transisi permainan dari bertahan ke menyerang yang didukung endurance fisik bagus," kata Raja Isa.
Meski mengapresiasi keunggulan fisik dan kecepatan, mantan pelatih PSM Makassar itu menyoroti kelemahan utama skuad Garuda Muda yang tampil terlalu tergesa-gesa saat memegang kendali bola.
"Fisik pemain Timnas Indonesia bagus. Kecepatan juga bagus. Tapi, sayang ketika mereka menguasai bola tampak terburu-buru. Dengan keunggulan yang dimiliki, seharusnya pasukan Nova Arianto berani bermain tenang sembari terus membuka peluang," ulas Raja Isa.
Masalah penyelesaian akhir yang kurang efektif turut membuat sejumlah kesempatan emas tim asuhan Nova Arianto terbuang secara sia-sia di sepanjang laga.
"Kalau tak salah. Timnas Indonesia U-20 punya sekitar empat sampai lima peluang bikin gol. Karena terburu-buru dan tak fokus, finishing mereka kurang akurat," ucap Raja Isa.
Selain masalah teknis, tensi tinggi laga bertajuk Derby Melayu juga dinilai membebani mental para pemain Indonesia hingga tampil kurang tenang.
"Tampaknya mereka tegang di pertandingan pertama ini. Apalagi ini partai antara musuh bebuyutan. Para pemain merasa bisa menang. Maunya pemain juga ingin cepat cetak gol," ujar Raja Isa.
Di sisi lain, Raja Isa memuji kecerdikan taktik pelatih Malaysia, Shukor Adan, yang mampu membaca situasi dan menerapkan skema bertahan yang sangat rapat.
"Coach Shukor Adan tahu pasukannya masih ada kekurangan. Tapi, dia mampu menutupinya dengan bermain taktis. Malaysia pintar mengatur ritme bertahan. Meskipun mereka dapat tekanan dari lawan, pemain Malaysia sabar menunggu dengan pertahanan rapat," tutur Raja Isa.
Hasil imbang tanpa gol ini dinilai memberi keuntungan bagi Malaysia, sementara beban berada di pihak Indonesia menjelang pertandingan berikutnya.
"Hasil imbang ini kurang adil bagi Nova Arianto, tapi bagus untuk Shukor Adan. Pertandingan kedua tentu lebih sulit bagi dua pelatih itu," kata Raja Isa.
Pada laga selanjutnya, Kamis (3/9/2026), Timnas Indonesia U-20 dijadwalkan bertanding melawan tuan rumah Laos, sedangkan Malaysia U-20 akan berhadapan dengan Australia U-20.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow