Rupiah Melemah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS Siang Ini Kurs BCA Mandiri BRI dan BNI Kompak Menanjak

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah hingga menembus level psikologis baru di atas Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Senin siang, 6 Juli 2026. Berdasarkan data Refinitiv pukul 13.44 WIB, mata uang garuda tercatat melemah makin dalam sebesar 0,31 persen ke zona merah.

Pelemahan ini langsung direspons oleh perbankan nasional dengan melakukan penyesuaian harga dolar amerika terbaru. Sejumlah bank raksasa seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI terpantau kompak mengatrol naik kurs jual dan kurs beli dolar AS mereka sejak perdagangan pagi hari.

Kondisi eksternal disinyalir menjadi pemicu utama "mengapa nilai tukar rupiah turun" secara konsisten dalam beberapa hari terakhir. Tekanan makroekonomi global serta antisipasi pasar terkait dampak kenaikan suku bunga the fed terhadap rupiah membuat mata uang regional Asia kehabisan tenaga.

Masyarakat yang ingin melakukan transaksi valas dapat mencermati perbandingan kurs dolar di bank indonesia sebelum mendatangi kantor cabang. Berdasarkan pembaruan data masing-masing emiten perbankan pada Senin (6/7/2026), posisi harga jual dan beli valuta asing menunjukkan angka yang bervariasi.

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA menetapkan harga yang cukup kompetitif untuk transaksi mata uang negeri paman sam tersebut. Para nasabah dapat memanfaatkan aplikasi digital atau datang langsung untuk melihat cara cek kurs e rate bank secara berkala demi mendapatkan rate terbaik.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI juga memberlakukan penyesuaian serupa pada counter exchange maupun layanan elektronik mereka.

Berikut adalah tabel acuan kurs dolar hari ini di empat bank besar nasional untuk memudahkan kalkulasi transaksi perbankan Anda:

Tabel Kurs Dolar AS terhadap Rupiah di Empat Bank Besar Indonesia per Senin, 6 Juli 2026
Nama Lembaga PerbankanKurs Beli (Rp)Kurs Jual (Rp)
Bank Central Asia (BCA)17.97018.000
Bank Mandiri17.96518.005
Bank Rakyat Indonesia (BRI)17.96018.010
Bank Negara Indonesia (BNI)17.95518.015

Kronologi Pelemahan Rupiah Sejak Pekan Lalu

Tekanan terhadap mata uang domestik sebenarnya sudah mulai terasa berat sejak minggu lalu. Fluktuasi yang tajam terus membayangi pergerakan nilai tukar di pasar spot maupun pasar non-reguler domestik.

  • Kamis, 2 Juli 2026: Rupiah di pasar spot ditutup lunglai dan nyaris menyentuh level psikologis baru di angka Rp17.995 per dolar AS.
  • Jumat, 3 Juli 2026: Pasar spot sempat dibuka menguat 43 poin atau sekitar 0,24 persen ke level Rp17.952 per dolar AS seiring melemahnya indeks dolar AS sebesar 0,02 poin ke level 101.838.
  • Sabtu, 4 Juli 2026: Pada perdagangan non-reguler pukul 10.48 WIB, posisi rupiah bertengger di angka Rp17.963 per dolar AS.
  • Minggu, 5 Juli 2026: Nilai tukar rupiah bertahan fluktuatif di level Rp17.963 per dolar AS menjelang pembukaan pasar awal pekan.

Memasuki Senin pagi tanggal 6 Juli 2026, data analisis Doo Financial Futures dan Bloomberg menunjukkan rupiah langsung dibuka melemah sebesar 0,18 persen atau turun 32 poin ke level Rp17.995 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Catatan Refinitiv juga memperlihatkan rupiah dibuka loyo dengan pelemahan 0,12 persen ke level Rp17.970 per dolar AS sebelum akhirnya jebol ke atas Rp18.000 pada siang hari.

Sentimen Regional dan Global

Pelemahan nilai tukar hari ini ternyata tidak hanya dialami oleh Indonesia semata. Berdasarkan data perdagangan global senin pagi, mayoritas mata uang utama di kawasan Asia juga terpantau layu berhadapan dengan kedigdayaan dolar Amerika Serikat.

Yen Jepang tercatat memimpin pelemahan di Asia dengan koreksi sebesar 0,30 persen. Langkah penurunan ini langsung diikuti oleh dolar Taiwan yang terdepresiasi sebesar 0,28 persen, serta won Korea yang ikut melemah sebesar 0,25 persen.

Selain itu, peso Filipina juga dilaporkan turun 0,17 persen dan yuan China ikut tergerus tipis sebesar 0,10 persen. Kondisi regional yang serempak memerah ini menegaskan bahwa aliran modal keluar masih deras menjauhi pasar negara berkembang.

Harga komoditas dan nilai tukar valuta asing dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja atau bertransaksi dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari otoritas perbankan.

Pelaku pasar kini cenderung bersikap waspada sembari mencermati pergerakan indeks dolar global yang berpotensi terus menekan mata uang negara berkembang. Fluktuasi kurs di konter-konter perbankan lokal diperkirakan masih akan bergerak dinamis hingga penutupan perdagangan sore nanti.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow