Roy Keane Sebut Tiga Gelandang Tersulit yang Pernah Dihadapi

Smallest Font
Largest Font

Persaingan sengit di lini tengah Premier League kerap melibatkan nama-nama besar. Namun, legenda Manchester United, Roy Keane, memiliki pandangan tersendiri mengenai lawan yang paling merepotkan sepanjang kariernya.

Ketika menjadi pundit di program Monday Night Football Sky Sports pada 2019, Keane menyebut tiga nama yang selalu membuatnya bekerja ekstra keras. Seperti dilansir dari Bola, sosok tersebut adalah David Batty, Rob Lee, dan Gary Speed.

Pilihan Keane cukup mengejutkan mengingat rivalitas ikoniknya dengan Patrick Vieira lebih sering disorot publik. Keane mengakui ketiganya memang tidak memiliki popularitas sebesar Vieira, tetapi konsistensi mereka di lapangan selalu menyulitkan.

"David Batty dan pemain-pemain seperti itu. Rob Lee selalu memberikan pertandingan yang sulit. Gary Speed, semoga Tuhan mengampuni rohnya. Mereka adalah pemain-pemain hebat," ujar Keane.

Keane menambahkan bahwa duel menghadapi mereka selalu menguras tenaga setiap pekan. Ketiga sosok tersebut dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang pantang menyerah dalam memperebutkan bola.

"Sejujurnya, mereka selalu membuat Anda menjalani pertandingan yang sulit. Mungkin mereka tidak memiliki nama besar seperti Vieira atau pemain-pemain lainnya, tetapi setiap pekan Anda selalu menghadapi pemain yang sangat bagus," lanjutnya.

Rekam jejak ketiga pemain tersebut memang membuktikan kualitas mereka. Batty terkenal dengan tekel kerasnya saat membela Leeds United, sementara Lee merupakan gelandang box-to-box yang tangguh secara fisik. Di sisi lain, Speed memiliki stamina luar biasa yang membuatnya bertahan di level tertinggi selama hampir dua dekade.

Gaya permainan keras yang melibatkan benturan fisik juga tidak terelakkan dalam pertemuan mereka. Keane pun berseloroh mengenai reputasinya yang sering dianggap sebagai pemain yang gemar melayangkan tekel kasar.

"Gary juga cukup kejam. Batty juga kejam. Orang-orang selalu mengingat saya menendang pemain lain. Banyak dari pemain ini juga menendang saya!" kata Keane.

Ia pun menutup kenangannya dengan nada bercanda terkait aksi-aksinya di lapangan. Pertarungan sengit tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kariernya di lapangan hijau.

"Saya hanya membalasnya selama bertahun-tahun, itu saja," lanjutnya.

Mantan kapten Setan Merah itu akhirnya pensiun sebagai pemain pada 2006. Setelah gantung sepatu, ia melanjutkan kiprahnya di dunia sepak bola sebagai pelatih dan pengamat pertandingan.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow