Omar Artan Memimpin Laga Piala Super UEFA Usai Ditolak AS
Wasit asal Somalia Omar Artan ditunjuk memimpin pertandingan Piala Super UEFA antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Salzburg, Austria. Seperti dilansir dari Bola, kepastian tersebut menjadi momen kebangkitan Artan setelah sebelumnya batal bertugas pada Piala Dunia 2026.
Penunjukan ini mencatatkan sejarah baru bagi UEFA karena Artan menjadi pengadil non-Eropa pertama yang memimpin laga Piala Super UEFA. UEFA menilai pria berusia 34 tahun tersebut sebagai salah satu wasit terbaik di dunia saat ini.
Sebelumnya, Artan yang telah masuk dalam daftar 52 wasit Piala Dunia 2026 versi FIFA ditolak masuk ke Amerika Serikat saat tiba di Bandara Internasional Miami pada 6 Juni. Pemerintahan Donald Trump memulangkannya ke Istanbul karena tuduhan keterkaitan dengan dugaan anggota organisasi teroris, meskipun FIFA tetap membayar penuh haknya.
Terkait insiden penolakan tersebut, Artan menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dari publik global selama melewati masa sulit.
"Itu adalah periode yang sangat berat. Banyak orang bersimpati kepada saya karena ketika seseorang telah bekerja bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, kemudian tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang. Namun, saya sangat menghargai dukungan yang saya terima dari seluruh dunia. Saya sangat bersyukur," ujar Artan.
Ia menegaskan bahwa kerja keras serta latar belakang kehidupannya menjadi pendorong utama dalam meraih impian di panggung sepak bola internasional.
"Saya beruntung, tetapi saya telah bekerja sangat keras untuk berada di sini dan saya benar-benar bangga. Seperti yang bisa Anda bayangkan, saya tumbuh dalam situasi yang sulit, tetapi hal itu tidak menghalangi saya untuk mengejar impian," kata Artan.
Kabar penugasan di Salzburg tersebut juga disambut sukacita oleh pihak keluarga serta warga keturunan Somalia di Eropa.
"Ketika kami mendapat kabar ini, bagi saya dan keluarga, itu benar-benar momen yang sangat, sangat membahagiakan. Ada komunitas Somalia yang besar di Eropa dan Austria, dan mereka sangat gembira melihat saya memimpin pertandingan seperti ini," tutur Artan.
Sebelum dipulangkan, Artan telah memegang visa resmi serta akreditasi lengkap dari FIFA. Seorang pejabat senior Gedung Putih menegaskan kepada The Athletic bahwa tindakan tegas diambil demi mencegah potensi ancaman keamanan memasuki wilayah Amerika Serikat.
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengakui adanya kendala luar biasa yang tidak bisa sepenuhnya diselesaikan oleh federasi.
"Benar, kami menghadapi tantangan yang sebenarnya tidak ingin kami hadapi. Kami harus menghadapinya. Terkadang kami bisa menyelesaikannya dan terkadang tidak," kata Infantino.
Infantino juga menyampaikan rasa prihatinnya atas nasib yang menimpa sang wasit Somalia tersebut.
"Sayang sekali apa yang terjadi kepada Omar, wasit dari Somalia. Tetapi, sekali lagi, kami tidak mengendalikan semuanya," ujar Infantino.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow