Manchester United Gagal Amankan Bek Kiri Baru di Akhir Bursa Transfer
Upaya Manchester United untuk mendatangkan bek kiri baru pada tenggat waktu bursa transfer musim panas berakhir tanpa hasil. Dilansir dari Bola, kendala minimnya dana tambahan akibat kesulitan melepas sejumlah pemain menjadi hambatan utama skuad asuhan Michael Carrick. Setan Merah sebenarnya telah mengucurkan dana sekitar 150 juta paun sepanjang bursa transfer musim panas ini.
Anggaran tersebut terserap untuk merekrut tiga pemain tengah, yaitu Youri Tielemans, Andrey Santos, serta Carlos Baleba. Pengeluaran besar tersebut membuat sektor kiri pertahanan belum sempat diperkuat. Saat ini, Luke Shaw menjadi satu-satunya pemain senior murni yang mengisi posisi tersebut di tim utama.
Performa Luke Shaw di awal musim pun memicu perhatian setelah beberapa celah di area pertahanan terlihat pada laga-laga pembuka. Situasi ini menuntut kehadiran opsi tambahan di lini belakang.
Michael Carrick sejatinya menargetkan bek Newcastle United, Lewis Hall, yang baru berusia 21 tahun. Namun, Newcastle enggan menjual sang pemain setelah ditinggal sejumlah pilar penting mereka. Laporan Daily Mail menyebutkan Newcastle baru bersedia merundingkan kepindahan Lewis Hall jika ada tawaran melebihi 75 juta paun. Angka tersebut sulit dipenuhi oleh manajemen Setan Merah.
Selain Lewis Hall, perwakilan bek Barcelona, Alejandro Balde, sempat dihubungi oleh pihak klub. Namun, pemain asal Spanyol itu memilih bertahan demi memperebutkan tempat utama di Camp Nou. Sejumlah nama lain juga sempat masuk dalam radar pertimbangan Setan Merah. Di antaranya Myles Lewis-Skelly dari Arsenal, Ferdi Kaglioglu asal Brighton, Jorge Salinas dari Racing Santander, hingga pemain Aston Villa, Ian Maatsen.
Kendati demikian, negosiasi dengan para pemain incaran tersebut tidak ada yang terealisasi hingga tahap akhir perpindahan. Kondisi belanja klub kian terbatas lantaran hasil penjualan pemain hanya menghasilkan sekitar 47 juta paun. Pendapatan tersebut didapat dari pelepasan Rasmus Hojlund, Radek Vitek, serta Toby Collyer.
Situasi ini berbanding terbalik dengan Chelsea yang sukses mengumpulkan dana penjualan sekitar 250 juta paun. Hasil pelepasan pemain memberikan ruang bebas bagi Chelsea untuk beralih membelanjakan dana besar.
Peluang penambahan anggaran Manchester United sebenarnya bisa terjadi apabila pilar seperti Joshua Zirkzee dan Marcus Rashford berhasil dijual secara permanen.
Joshua Zirkzee sempat bernegosiasi dengan Fiorentina mengenai skema pinjaman beserta opsi pembelian senilai 30 juta euro. Namun, kesepakatan itu batal karena Zirkzee menolak opsi pindah ke klub Italia tersebut. Jurnalis BBC Sport, Simon Stone, mengabarkan Zirkzee kini berpeluang besar bertahan di Old Trafford hingga bursa transfer ditutup.
Padahal, penyerang tersebut belum pernah dimainkan dalam dua laga awal Premier League. Di sisi lain, upaya menjual Marcus Rashford secara permanen turut menemui jalan buntu. Barcelona memilih tidak mengambil opsi permanen senilai 26 juta paun setelah masa peminjamannya berakhir.
Besaran gaji Rashford yang mencapai 350 ribu paun per minggu menjadi penghalang utama bagi klub-klub peminat, termasuk dua kontestan Premier League. Michael Carrick kini memilih mempertahankan penyerang berusia 28 tahun itu di dalam skuad.
Rashford yang mengenakan nomor punggung 9 sempat diturunkan dari bangku cadangan saat menghadapi Hull City. Ia kemudian tampil sebagai starter kala Setan Merah menang 5-2 atas Ipswich Town dan diproyeksikan mengisi peran penting di Liga Champions.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow