Jacksen F Tiago Seleksi Pemain Sepak Bola Putri di Kudus
Tim pemandu bakat yang dipimpin oleh Jacksen F. Tiago melakukan seleksi ketat dalam turnamen HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada 5 hingga 12 Juli 2026. Agenda ini bertujuan menyaring 46 pesepak bola putri terbaik untuk berkompetisi di Srikandi Merdeka Cup 2026.
Dilansir dari Bola, Jacksen F. Tiago bekerja sama dengan Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi dalam menyaring puluhan talenta muda tersebut. Para pemain terpilih nantinya akan dibagi ke dalam dua tim yang berlaga pada kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 14 sampai 23 Agustus 2026.
Dalam proses pembinaan di tingkat akar rumput, Jacksen menyoroti pentingnya perubahan paradigma berpikir bagi para pelatih lokal. Ia menegaskan fokus utama seharusnya berada pada pengembangan kemampuan individu pemain, bukan sekadar mengejar trofi juara.
"Jangan mindset-nya cuma menjadi juara saja. Sebenarnya ini adalah ajang seleksi untuk kami para talent scouting," ujar Jacksen F Tiago, Direktur Akademi.
Mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut menilai lingkungan yang mendukung perkembangan pemain akan mempermudah tim nasional mendapatkan opsi talenta terbaik. Peran aktif pelatih daerah sangat menentukan kualitas analisis tim pemandu bakat pusat.
"Pelatih itu harus punya mindset menghasilkan pemain, bukan menghasilkan gelar juara. Bagaimana caranya mereka sumbangsihkan pemain sebanyak mungkin untuk talent scouting melihat, bisa menganalisis," kata Jacksen F Tiago.
Mengenai mekanisme pemilihan, tim pemandu bakat menerapkan rumusan komprehensif yang diinisiasi oleh Takumi Taniguchi. Parameter penilaian mencakup aspek fisik, penguasaan teknik, kemampuan komunikasi, hingga kecerdasan bermain di lapangan melalui koordinasi virtual yang intens.
"Sudah dibuatkan sebuah grup di mana saya dan beliau sangat intens komunikasi. Taki jam 12 sebelum saya datang ke Supersoccer Arena ini ada pertemuan virtual. Nanti malam jam 7 ada pertemuan kembali," ujar Jacksen F Tiago.
Mantan penyerang legendaris Liga Indonesia tersebut menambahkan bahwa keputusan akhir mengenai daftar pemain merupakan hasil kesepakatan bersama dengan Timo dan Takumi. Sektor gelandang dan penjaga gawang menjadi area yang paling menarik perhatian tim pemandu bakat sepanjang kompetisi di Kudus.
"Yang saya lihat, lebih banyak potensinya di sektor tengah. Banyak pemain yang punya potensi luar biasa di sana," ungkap Jacksen F Tiago.
Hingga saat ini, Jacksen telah mengantongi sekitar 18 sampai 20 nama potensial, sementara Timo Scheunemann memegang daftar pemain dari fase regional. Selain kemampuan teknis, ketahanan mental anak-anak saat menghadapi momen krusial seperti adu penalti juga menjadi bobot penilaian tersendiri.
"Kiper di sini banyak memiliki aksi-aksi seru. Terbang segala macam. Ada satu yang di mata saya sangat luar biasa sekali," kata Jacksen F Tiago.
Tim pemandu bakat juga mengamati performa mental sejumlah tim tangguh seperti Mojang Priangan saat menghadapi Goal Aksis pada babak semifinal kategori umur di bawah 15 tahun (U-15). Situasi tekanan tinggi dinilai menjadi ujian nyata bagi karakter bertanding para atlet muda.
"Misalnya Mojang Priangan, pemain-pemainnya bagus sekali. Ada beberapa pemain yang punya potensi luar biasa. Namun, begitu babak penalti, ya semua tergantung mental dan keberuntungan," jelas Jacksen F Tiago.
Penilaian komprehensif ini sengaja diterapkan demi menyaring pemain yang benar-benar siap berkompetisi di level tertinggi. Faktor kekuatan mental dipastikan menjadi poin penting yang tidak bisa dipisahkan dari evaluasi keseluruhan.
"Aspek mental itu masuk dalam penilaian kami juga."
Jacksen optimistis mengenai perkembangan ekosistem sepak bola wanita di Indonesia berkat kehadiran kompetisi berjenjang seperti MilkLife Soccer Challenge dan Liga Putri. Kendati demikian, seluruh pihak masih meraba formula regulasi dan ukuran lapangan yang paling ideal melalui evaluasi berkala bersama Program Director Teddy Tjahjono.
"Begitu ada MilkLife Sosccer Challenge sekarang, ada HYDROPLUS Soccer League sekarang, tiba-tiba Liga Putri juga akan digelar. Boleh dikatakan ekosistem itu sudah mulai bergerak, dan pasti ada peningkatan dari tahun ke tahun, dari event ke event," tutur Jacksen F Tiago.
Proses transisi ini diprediksi memerlukan waktu beberapa tahun ke depan agar kompetisi sepak bola putri nasional dapat mencapai skala yang lebih masif. Untuk mencapai titik tersebut, Jacksen menitikberatkan pada aspek keberlanjutan program dan dukungan lingkungan sekitar.
"Saya sangat yakin, mungkin dua, tiga atau empat, lima tahun ke depan, apa yang diciptakan saat ini di HYDROPLUS Soccer League itu pasti akan berada di level yang jauh lebih besar lagi," tegas Jacksen F Tiago.
Langkah jangka panjang ini memerlukan sinergi yang kuat antara peningkatan kompetensi pelatih di daerah dan peran aktif dari para orang tua. Fondasi yang kokoh dipercaya menjadi kunci utama keberhasilan pembinaan usia dini sepak bola putri di tanah air.
"Ekosistem sepak bola putri ini sedang dibangun, yang perlu adalah konsistensi dan support dari orang tua, serta bagaimana meningkatkan kemampuan dari teman-teman pelatih untuk membina anak-anak dengan cara lebih baik," kata Jacksen F Tiago.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow