GSI Luncurkan Geothermal League untuk Edukasi Energi Panas Bumi
Geothermal Soccer Indonesia atau GSI resmi meluncurkan program yang mengombinasikan olahraga sepak bola, edukasi energi panas bumi, serta pembinaan talenta muda di Jakarta pada Jumat (26-6-2026), dilansir dari Bola.
Komunitas tersebut memanfaatkan luasnya daya jangkau sepak bola di masyarakat untuk mengenalkan potensi besar energi geothermal di Indonesia. Langkah nyata ini diawali melalui penyelenggaraan kompetisi Geothermal League yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 dengan diikuti oleh 36 tim peserta.
"Sepak bola ini olahraga masyarakat yang sangat digemari dari berbagai usia dan kalangan. Itulah mengapa kami memilih medium ini," ujar Carson Hakama, Ketua Geothermal Soccer Indonesia.
Carson Hakama menambahkan bahwa olahraga ini diharapkan dapat mempermudah komunikasi dengan masyarakat serta menyatukan berbagai kalangan di wilayah kerja panas bumi. Selain kompetisi utama yang didukung lebih dari 45 sponsor tersebut, GSI juga menyiapkan laga hiburan berformat trofeo yang menghadirkan mantan pemain Timnas Indonesia saat penutupan acara.
Pihak penyelenggara kini mulai merambah ke pembinaan usia dini melalui Turnamen U-14 Antar-SMP yang direncanakan mulai bergulir pada Oktober 2026.
"Kami melihat setelah era Piala Coca-Cola, turnamen antarsekolah seperti ini sudah jarang ada. Jadi, kami coba masuk ke SMP di wilayah kerja panas bumi. Tim juara atau pemain terbaik di turnamen ini nantinya berpotensi mendapatkan beasiswa ke sekolah favorit melalui jalur prestasi olahraga," ujar Carson Hakama, Ketua Geothermal Soccer Indonesia.
GSI tengah menjajaki kolaborasi dengan klub Persita Tangerang guna menjaring bakat sepak bola dari daerah terpencil di sekitar lapangan geothermal.
"Banyak sekali lokasi lapangan geothermal ini berada di lokasi yang terpencil atau jauh dari kota. Namun, bukan tidak mungkin di lokasi-lokasi tersebut justru ditemukan bibit-bibit pemain sepak bola Indonesia," kata Ahmed Zaki Iskandar, Presiden Persita.
Ahmed Zaki Iskandar menilai program ini selaras dengan pengalaman Persita yang berhasil mengorbitkan pemain berbakat dari berbagai pelosok daerah.
"Di Persita banyak sekali cerita sukses mengenai bibit yang kami temukan dari berbagai pelosok Indonesia, seperti Firman Utina dan Ilham Jaya Kesuma. Melalui akademi, kelompok umur Elite Pro Academy (EPA), serta rencana program boarding school yang kami miliki, Persita ingin mengembangkan potensi ini bersama GSI," tutur Ahmed Zaki Iskandar, Presiden Persita.
Koordinasi intensif terus dilakukan oleh pihak GSI agar Persita dapat menjadi model percontohan bagi klub sepak bola nasional lain dalam kampanye energi bersih.
"Kami ingin membuat Persita ini menjadi pilot project atau tim Indonesia pertama yang melakukan kerja sama di dunia energi terbarukan. Sejauh ini perkembangannya sangat positif," kata Carson Hakama, Ketua Geothermal Soccer Indonesia.
Inovasi yang menggabungkan sektor olahraga dengan edukasi lingkungan ini mendapat respons positif dari pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap isu-isu pembangunan. Sinergi antara olahraga dan edukasi energi bersih merupakan inovasi yang sangat relevan untuk membangun generasi muda Indonesia," kata Suyadi Pawiro, Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow