Cesc Fabregas Puji Konsistensi Arsenal Usai Laga Uji Coba

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Como, Cesc Fabregas, memberikan pujian tinggi atas kesabaran dan konsistensi Arsenal hingga sukses merengkuh gelar Premier League musim lalu, dilansir dari Bola. Pernyataan tersebut disampaikan usai memimpin timnya dalam laga uji coba di Emirates Stadium pada Rabu (12/8/2026) malam WIB.

Pertandingan antara Como dan The Gunners berakhir imbang 1-1 pada waktu normal sebelum tuan rumah meraih kemenangan melalui adu penalti. Hasil ini menjadi bagian dari persiapan kedua tim menjelang bergulirnya musim baru.

Arsenal yang berstatus sebagai juara bertahan dijadwalkan menghadapi Manchester City di ajang Community Shield pada Minggu (16/8/2026). Setelah itu, skuad asuhan Mikel Arteta akan memulai kompetisi liga dengan menjamu Coventry City pada 21 Agustus 2026.

Fabregas, yang mencatatkan 303 penampilan bersama Arsenal semasa menjadi pemain, mengaku sangat terkesan dengan perkembangan mantan klubnya. Ia mengungkapkan bahwa Como berusaha menyerap sejumlah nilai positif yang telah dibangun oleh Arsenal.

"Selamat kepada klub ini, terutama sejak tujuh atau delapan tahun lalu ketika mereka memulai proyek tersebut," ujar Fabregas.

Mantan kapten Arsenal itu menilai keberhasilan mantan klubnya berakar pada komitmen terhadap rencana jangka panjang. Pendekatan tersebut dinilainya cukup langka di tengah dinamika sepak bola modern.

"Saya pernah mengatakan kepada Edu dan Andrea Berta ketika datang ke sini tahun lalu untuk pertandingan Liga Champions. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh klub karena kesabaran mereka, tetap bersatu, dan tetap berpegang pada rencana," kata Fabregas.

Ia juga mengingat perjalanan sulit yang pernah dilalui klub asal London utara tersebut. Sebelum kembali bersaing di papan atas, Arsenal sempat terlempar ke peringkat kedelapan di klasemen akhir.

"Selama tiga tahun berturut-turut mereka finis di posisi kedelapan. Kemudian musim berikutnya hampir lolos ke Liga Champions, tetapi itu menjadi kekecewaan besar. Tottenham datang dan mereka finis kelima. Namun, mereka terus melangkah karena memiliki rencana, tujuan, dan perkembangan," ujar Fabregas.

Fabregas menyindir kecenderungan banyak klub yang terlalu cepat mengganti juru taktik saat menghadapi penurunan performa instan.

"Hal seperti ini sudah jarang kita lihat dalam sepak bola saat ini. Anda kalah tiga pertandingan, pelatih langsung diganti. Sebelumnya bermain dengan satu gaya, kemudian berganti ke gaya lain. Saya tidak terlalu percaya dengan cara seperti itu," kata Fabregas.

Meski mengelola klub dengan skala sejarah yang berbeda, Fabregas berupaya menerapkan fondasi stabilitas dan budaya serupa di Como.

"Saya sangat beruntung berada dalam sebuah proyek, tentu dengan level yang jauh lebih rendah dalam hal sejarah dan segala sesuatunya. Namun, kami mencoba melihat stabilitas yang dimiliki Arsenal, nilai-nilai serta budaya yang mereka bangun," ujar Fabregas.

Secara khusus, manajer berusia muda ini memberikan apresiasi atas kepemimpinan Mikel Arteta yang dinilainya sukses memimpin ruang ganti.

"Saya pikir Mikel telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka," ujar Fabregas.

Ia mengakhiri keterangannya dengan menyoroti soliditas dan mentalitas positif yang terpancar dari para pemain The Gunners saat ini.

"Sebagian besar pemain di dalam skuad ini, ketika Anda berbicara dengan mereka, mereka adalah orang-orang baik. Mereka ingin memainkan sepak bola yang bagus, mereka menghormati satu sama lain, dan Anda bisa melihat bagaimana mereka selalu berpegang pada rencana," kata Fabregas.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed