Benfica Incar Tosin Adarabioyo dari Chelsea

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Lini belakang Chelsea berpotensi mengalami perubahan setelah Benfica membidik Tosin Adarabioyo. Peluang kepindahan bek berusia 28 tahun itu terbuka kembali meski ia selalu tampil pada tur pramusim, seperti dilansir dari Bola. Terbatasnya jaminan menit bermain musim ini mendorong Adarabioyo mempertimbangkan opsi hengkang dari London.

Manajemen Chelsea siap melepas pesepak bola tersebut apabila nilai penawaran sesuai dengan perhitungan klub. Faktor keberadaan Marco Silva memperkuat minat Benfica untuk memboyong Adarabioyo. Sang juru taktik mengenal baik kemampuan Adarabioyo karena pernah bekerja sama sewaktu membela Fulham.

Adarabioyo tercatat tampil dalam empat dari lima laga uji coba Chelsea sepanjang tur pramusim Asia dan Australia. Ia bahkan main penuh selama 90 menit saat Chelsea ditahan imbang 3-3 oleh Johor Darul Ta'zim.

Bek tengah tersebut mengumpulkan total 208 menit tampil di lapangan selama laga persahabatan. Namun, menit bermain tersebut belum menjamin posisinya masuk ke dalam pilihan utama tim. Di bawah kendali manajer baru Xabi Alonso, Adarabioyo diprediksi menempati urutan kelima dalam hierarki bek tengah. Chelsea bersikap terbuka untuk menjualnya, terlebih setelah Trevoh Chalobah resmi dilepas ke Como.

Peran Marco Silva dan Arah Negosiasi

Berdasarkan laporan Correio da Manha, Benfica menempatkan Adarabioyo sebagai target untuk memperkokoh benteng pertahanan. Kepindahan ini didorong oleh faktor Marco Silva yang kembali melatih klub Portugal tersebut. Kerja sama antara Silva dan Adarabioyo di Fulham sempat menjadikan sang pemain sebagai pilar utama tim. Adarabioyo kemudian pindah ke Chelsea pada 2024 secara gratis tanpa biaya transfer.

Sepanjang dua musim berseragam The Blues, Adarabioyo telah membukukan sekitar 70 penampilan di seluruh kompetisi. Silva memproyeksikannya sebagai suksesor Antonio Silva yang memilih hijrah ke Bournemouth. Penjualan Adarabioyo memberi keuntungan finansial bersih bagi Chelsea karena ia didatangkan tanpa biaya transfer.

Seluruh dana hasil penjualan tersebut akan dihitung penuh sebagai profit bisnis klub. BlueCo selaku pemilik Chelsea berupaya menjaga kepatuhan terhadap aturan finansial Premier League serta UEFA. Optimalisasi arus kas dari transaksi jual beli pemain menjadi fokus utama manajemen.

Benfica cenderung memilih skema pinjaman yang disertai opsi pembelian permanen pada akhir musim. Pilihan tersebut memberi Chelsea dana awal peminjaman sekaligus potensi penjualan penuh di kemudian hari.

Meski begitu, Chelsea lebih menyukai skenario penjualan permanen dalam waktu dekat. Pihak klub ingin meraup pemasukan maksimal sebelum akhir Juni guna memperkuat neraca keuangan mereka.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed