Asnawi Mangkualam Berpeluang Cetak Sejarah di ACL Elite

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Peluang emas terbuka bagi bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, untuk mencatatkan namanya dalam sejarah kompetisi antarklub Asia. Dikutip dari Bola, pemain berusia 24 tahun tersebut berpotensi menjadi penggawa Indonesia keempat yang mencicipi atmosfer AFC Champions League Elite. Kesempatan ini hadir setelah klubnya, Port FC, dipastikan mengunci tempat di kasta tertinggi kejuaraan antarklub benua kuning tersebut.

Kepastian tersebut didapat lantaran Port FC mengakhiri kompetisi Thai League 1 musim lalu di posisi runner-up. Asnawi sendiri masih terikat kontrak jangka panjang bersama Port FC hingga Juni 2029. Sebelum melangkah ke Asia, ia sempat melontarkan target tinggi untuk membawa timnya menjuarai turnamen pramusim Piala Presiden 2025.

Sebelum Asnawi, sudah ada tiga nama yang pernah berkompetisi di panggung ACL Elite. Ketiga pemain tersebut adalah Jordi Amat bersama Johor Darul Ta'zim, serta Sandy Walsh dan Shayne Pattynama.

Sandy Walsh dan Shayne Pattynama mencatatkan pencapaian terbaik ketika membela klub Thailand, Buriram United. Keduanya sukses mengantarkan tim tersebut menembus babak perempat final ACL Elite 2025/2026, meski tidak selalu dipasang sebagai starter.

Mengenal Format Baru ACL Elite

AFC Champions League Elite merupakan format anyar yang diperkenalkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menggantikan sistem lama. Kejuaraan ini menyajikan tingkat persaingan yang lebih ketat dengan hadiah finansial yang lebih besar. Tim yang keluar sebagai pemenang tidak hanya menyabet gelar klub terbaik Asia, tetapi juga mengamankan tiket ke FIFA Intercontinental Cup dan FIFA Club World Cup. Sistem kompetisi menerapkan fase league stage yang diikuti 24 tim, terbagi rata masing-masing 12 tim di Wilayah Barat dan Wilayah Timur.

Setiap kontestan bakal memainkan delapan laga, terdiri dari empat pertandingan kandang dan empat pertandingan tandang. Delapan tim teratas dari tiap wilayah berhak melangkah ke babak 16 besar hingga fase gugur terpusat untuk memperebutkan gelar juara. Hingga kini, belum ada satu pun klub asal Indonesia yang berhasil mengirimkan wakilnya di panggung ACL Elite. Hal ini disebabkan oleh nilai koefisien kompetisi klub Indonesia yang masih belum mencukupi untuk mendapatkan jatah slot.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed