Port FC Incar Gelar Juara Piala Presiden 2026
Ambisi mempertahankan takhta mengiringi langkah Port FC yang kembali bersaing pada turnamen Piala Presiden 2026. Klub asal Thailand tersebut datang sebagai juara bertahan usai menumbangkan Oxford United 2-1 di partai puncak musim lalu, sebagaimana dilansir dari Bola.
Hasil manis tersebut menjadikan Port FC sebagai tim luar negeri pertama yang mampu meraih trofi di ajang pramusim ini. Pada edisi terbaru, Port FC berada di Grup B bersama Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSMS Medan.
Status juara bertahan tak membuat Port FC mengendurkan kewaspadaan. Persaingan ketat di fase grup diposisikan sebagai ajang mengukur kesiapan teknis sebelum mengarungi agenda kompetisi resmi domestik maupun Asia.
Pelatih Port FC, Sarawut Treephan, menegaskan komitmen timnya untuk kembali merengkuh gelar juara sembari memaksimalkan setiap pertandingan sebagai ajang persiapan.
"Tentu saja kami ingin kembali menjadi juara. Kami datang ke turnamen ini dengan target meraih kemenangan sebelum kembali menjalani kompetisi di Thailand," kata Sarawut Treephan.
Ia menambahkan bahwa seluruh peserta memiliki peta kekuatan yang solid, sehingga evaluasi terhadap strategi lawan menjadi modal krusial bagi skuadnya.
"Semua tim peserta memiliki kualitas yang baik. Karena itu, kami harus mempelajari setiap lawan dengan baik sekaligus mempersiapkan tim untuk menghadapi kompetisi domestik di Thailand dan juga AFC Champions League (ACL)," ujar Sarawut Treephan.
Sementara itu, pemain Port FC asal Indonesia, Asnawi Mangkualam, menyuarakan optimisme tinggi terkait peluang timnya melangkah jauh. Rasa percaya diri tersebut didorong oleh masa persiapan tim yang dinilai lebih panjang dibanding kontestan lain.
Port FC telah melakoni pemusatan latihan selama lebih dari satu bulan di Bangkok sebelum terbang menuju Indonesia.
"Kalau berbicara soal peluang, tentu kami memiliki peluang yang besar. Salah satu alasannya adalah karena persiapan kami jauh lebih matang dibandingkan tim-tim lain di Piala Presiden," ucap Asnawi Mangkualam.
Ia menilai perbedaan durasi latihan menjadi modal berharga bagi konsistensi performa tim sepanjang turnamen berjalan.
"Sejauh yang saya ketahui, sebagian besar peserta baru menjalani persiapan sekitar dua minggu. Sementara kami sudah menjalani persiapan lebih dari satu bulan di Bangkok," tutur Asnawi Mangkualam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow