Ander Herrera Bergabung ke Real Zaragoza Tanpa Menerima Gaji
Gelandang berusia 37 tahun, Ander Herrera, memutuskan kembali ke klub masa kecilnya, Real Zaragoza, tanpa menerima gaji setelah resmi meninggalkan Boca Juniors secara gratis, sebagaimana dilansir dari Bola pada Kamis (27/8/2026).
Pemain yang pernah membela Athletic Bilbao, Manchester United, Paris Saint-Germain, hingga Boca Juniors ini memilih menyumbangkan seluruh gajinya kepada yayasan klub. Keputusan tersebut diambil guna membantu Zaragoza yang kini sedang berjuang di kasta ketiga sepak bola Spanyol.
Herrera mengungkapkan kepulangannya ke klub yang membesarkannya merupakan bentuk pemenuhan janji masa kecil sekaligus cara terbaik untuk mengakhiri karier profesionalnya.
"Ini mungkin mimpi terakhir yang ingin saya wujudkan," ujar Herrera kepada BBC Sport, Kamis (27/8/2026).
"Kembali ke rumah, ke tempat saya tumbuh, tempat yang memberi saya kesempatan menjadi pemain profesional. Bukan hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai manusia."
"Saya masih memiliki gairah dan keinginan. Saya masih mencintai sepak bola. Melakukannya di rumah adalah cara terbaik untuk mengakhiri karier saya. Di Spanyol, kami menyebutnya menutup sebuah lingkaran," imbuh Herrera.
Pertandingan terakhir Herrera tercatat berlangsung di Copa Libertadores bersama Boca Juniors. Laga berikutnya akan dilakoni bersama Real Zaragoza di kasta ketiga Liga Spanyol melawan Gimnastic de Tarragona di hadapan sekitar 6.500 penonton.
Zaragoza mengalami kemunduran signifikan sejak terdegradasi dari La Liga pada musim 2012/2013. Setelah bertahan 13 musim di Segunda Division, posisi klub terus menurun hingga terlempar ke divisi ketiga, jauh dari masa kejayaan saat menjuarai Piala Winners 1995 usai mengalahkan Arsenal.
Mantan penggawa Timnas Spanyol tersebut menyoroti kondisi mantan klubnya yang terus merosot dalam beberapa tahun terakhir.
"Sangat menyedihkan bagi kami semua yang merupakan Zaragozistas," kata Herrera.
"Real Zaragoza seharusnya berada di Eropa. Mereka seharusnya bersaing memperebutkan trofi dan menghadapi klub-klub terbesar di Spanyol maupun Eropa."
"Saya ingin memberikan kualitas, pengalaman, dan gairah saya untuk membantu tim kembali ke tempat yang menurut saya seharusnya menjadi milik kami," imbuh dia.
Ia meminta seluruh elemen klub untuk berhenti meratapi kegagalan masa lalu dan fokus membangun masa depan tim.
"Kami terlalu banyak membicarakan apa yang telah kami lakukan dengan salah. Itu terus memenuhi pikiran kami dengan hal-hal negatif," ujarnya.
"Berhentilah menangisi apa yang sudah terjadi. Mari membangun masa depan. Datanglah ke latihan setiap hari dengan senyuman."
Putra dari mantan pesepak bola dan general manager Zaragoza, Pedro Herrera, ini juga menegaskan bahwa keputusan finansial ini murni didasari rasa cinta kepada klub idolanya sejak kecil.
"Saya tidak membutuhkan kontrak. Saya memiliki karier yang sangat sukses dan sudah mengelola keuangan saya dengan baik," ujar Herrera.
"Saya bisa memberikan hadiah ini kepada diri saya sendiri. Mengenakan jersey itu, secara gratis karena saya ingin membantu klub, tim, dan kota saya."
"Saya mampu melakukannya dan itu membuat saya sangat bangga bisa berada di sini hanya untuk membantu. Saya tidak memikirkan uang atau kontrak. Saya merasa sangat beruntung bisa melakukan ini," imbuh mantan pemain MU tersebut.
Herrera mengingat masa kecilnya saat menyaksikan Zaragoza mengalahkan Arsenal di Parc des Princes, stadion yang di kemudian hari menjadi markasnya saat membela Paris Saint-Germain.
"Anda sekarang bisa melihat perbedaan antara Arsenal dan Real Zaragoza. Tetapi dahulu kami mampu bersaing dengan raksasa-raksasa tersebut," tutur Herrera.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow