Banjir Tablet Xiaomi 2026 Ini Alasan Saya Kecewa dengan Pad 7 Pro
Pasar tablet Android di tahun 2026 ini benar-benar dibanjiri oleh perangkat baru dari Xiaomi Group, namun peluncuran Xiaomi Pad 7 Pro justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi saya. Sebagai reviewer yang terus mengikuti perkembangan gawai, ekspektasi tinggi saya terhadap perangkat ini mendadak runtuh setelah melihat portofolio lengkap saudaranya yang jauh lebih menggiurkan. Lini pad xiaomi terbaru kali ini terasa sangat padat sekaligus membingungkan konsumen.
Xiaomi seakan melepas banyak model sekaligus melalui submerek mereka seperti POCO dan Redmi, yang justru membuat posisi perangkat utama mereka menjadi serba tanggung. Strategi merilis banyak varian dengan rentang harga yang berdekatan membuat perangkat kelas atas mereka kehilangan pesona eksklusifnya. Saya melihat ada ketidakseimbangan formula yang diterapkan pada seri pro lawas ini jika disandingkan dengan amunisi baru mereka.
Mari kita bedah langsung apa yang ditawarkan oleh Xiaomi Pad 7 Pro ini secara objektif. Di atas kertas, tablet ini mengusung layar berukuran 11,2 inci dengan resolusi mencapai 3.2K dan didukung refresh rate 144 Hz. Panel tersebut juga sudah dilengkapi teknologi Dolby Vision serta tingkat kecerahan puncak hingga 800 nit yang sebenarnya sangat nyaman untuk multimedia.
Dapur pacunya mengandalkan chipset Snapdragon 8s Gen 3 (4 nm) yang dikombinasikan bersama memori RAM 12 GB LPDDR5X serta penyimpanan internal sebesar 512 GB UFS 4.0. Untuk urusan daya, gawai ini disokong oleh baterai berkapasitas 8850 mAh dengan fitur pengisian daya cepat 67 W. Sektor fotografi pun dipasangi kamera belakang 50 MP serta kamera depan 32 MP yang hadir dalam pilihan warna Gray, Blue, dan Green dengan harga mulai Rp 7,4 jutaan.
Spesifikasi Xiaomi Pad 7 Pro ini sekilas memang terlihat sangat mentereng, tetapi harganya yang berada di angka Rp 7,4 jutaan terasa sangat overprice jika kita melihat apa yang dibawa oleh suksesornya di tahun 2026 ini.
Masalah utamanya adalah kehadiran sang kakak kandung, yaitu Xiaomi Pad 8, yang menghancurkan nilai jual dari seri 7 Pro ini. Berdasarkan data spek resmi, Xiaomi Pad 8 dilepas dengan harga Rp 7.499.000 untuk varian memori 8GB/256GB. Selisih harga yang sangat tipis itu memicu pertanyaan besar bagi calon konsumen.
Lompatan Generasi Chipset yang Terlalu Jauh
Dengan menambah anggaran yang sangat sedikit, Xiaomi Pad 8 sudah menawarkan chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4 yang jauh lebih mutakhir. Arsitektur terbaru ini jelas memberikan efisiensi daya dan performa grafis yang jauh melampaui Snapdragon 8s Gen 3 milik Pad 7 Pro. Baterai Xiaomi Pad 8 juga sudah membengkak menjadi 9200 mAh, memberikan daya tahan yang jauh lebih superior untuk penggunaan harian.
Ukuran Layar yang Sama Namun Berbeda Nasib
Meskipun kedua perangkat ini sama-sama mengusung bentang layar IPS LCD berukuran 11,2 inci, dukungan ekosistem jangka panjang jelas akan lebih berpihak pada model yang lebih baru. Membeli model lama di tengah gempuran prosesor generasi keempat terasa seperti keputusan yang kurang bijak. Langkah ini membuat investasi uang Anda menjadi cepat usang dalam hitungan bulan saja.
Gempuran Submerek yang Jauh Lebih Rasional
Kekecewaan saya terhadap lini utama pad xiaomi terbaru semakin diperparah ketika melirik portofolio dari sub-brand mereka. POCO dan Redmi meluncurkan lini tablet yang akurasinya merusak pasar kelas menengah hingga ke bawah. Mereka menawarkan alternatif yang jauh lebih masuk akal untuk kantong masyarakat Indonesia saat ini.
Sebut saja POCO Pad X1 yang dibanderol dengan harga Rp 5.799.000 untuk kapasitas raksasa 8GB/512GB. Tablet ini ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 7+ Gen 3 yang performanya tidak bisa diremehkan. Dengan harga yang jauh lebih murah daripada model pro tersebut, Anda sudah mendapatkan ruang penyimpanan yang sama besarnya.
Tidak berhenti di situ, bagi pencinta layar lebar, kehadiran POCO Pad M1 dan Redmi Pad 2 Pro menjadi sinyal bahaya. Kedua tablet tersebut mengusung layar IPS LCD jumbo berukuran 12,1 inci dengan chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 dan baterai raksasa 12000 mAh. Masing-masing dijual hanya dengan harga Rp 4.199.000 dan Rp 4.499.000 untuk varian memori 8GB/256GB.
Untuk memudahkan Anda melihat bagaimana Xiaomi mengacak-ngacak pasar tablet mereka sendiri, saya sudah menyusun data perbandingan harga dan spesifikasi inti dari seluruh lini tablet terbaru yang beredar resmi saat ini.
| Nama Model Perangkat | Jenis Chipset Utama | Kapasitas Baterai | Harga Rilis Resmi |
|---|---|---|---|
| POCO Pad C1 | Snapdragon 6s 4G Gen 2 | 7600 mAh | Rp 2.499.000 |
| Redmi Pad 2 9.7 4G | Snapdragon 6s 4G Gen 2 | 7600 mAh | Rp 2.999.000 |
| Redmi Pad 2 Play Bundle | MediaTek Helio G100 Ultra | 9000 mAh | Rp 2.899.000 |
| Redmi Pad 2 4G | MediaTek Helio G100 | 9000 mAh | Rp 2.999.000 |
| POCO Pad M1 | Snapdragon 7s Gen 4 | 12000 mAh | Rp 4.199.000 |
| Redmi Pad 2 Pro | Snapdragon 7s Gen 4 | 12000 mAh | Rp 4.499.000 |
| POCO Pad X1 | Snapdragon 7+ Gen 3 | 8850 mAh | Rp 5.799.000 |
| Xiaomi Pad 8 | Snapdragon 8s Gen 4 | 9200 mAh | Rp 7.499.000 |
Sektor Ultra-Budget yang Bikin Bingung Konten
Melompat ke kelas entry-level, kejutan lain datang dari laporan media DKID Media mengenai kehadiran Redmi Pad 2 9.7 4G yang dilepas ke pasaran dengan harga Rp 2.999.000 untuk varian 4GB/64GB. Tablet kompak ini menggunakan panel IPS LCD berukuran 9,7 inci dan diotaki oleh Snapdragon 6s 4G Gen 2 serta ditopang daya baterai 7600 mAh.
Namun, di kelas harga dua jutaan ini, Xiaomi tampaknya mulai melakukan kanibalisasi produk secara ekstrem. Di satu sisi mereka memiliki POCO Pad C1 dengan spesifikasi yang sama persis, yakni layar 9,7 inci 2K 120Hz, bodi aluminium unibody 7,4 mm, dan chipset Snapdragon 6s 4G Gen 2. Menariknya, melansir informasi dari Ameera Republika, POCO Pad C1 justru dijual lebih murah di angka Rp 2.499.000 untuk varian 4GB/64GB.
Selisih Rp 500 ribu untuk barang yang sama persis dari satu pabrikan tentu membuat konsumen cerdas akan langsung memilih POCO Pad C1. Ditambah lagi, daya tahan baterai Li-Ion 7600 mAh milik model kompak ini diklaim mampu bertahan untuk menonton video lebih dari 15 jam, yang menjadikannya opsi tablet murah terbaik saat ini.
Bagi yang membutuhkan memori lebih lega di kelas harga mepet, Anda juga dihadapkan pada opsi Redmi Pad 2 4G (layar 11 inci, MediaTek Helio G100, baterai 9000 mAh) seharga Rp 2.999.000 untuk varian 6GB/128GB. Kehadiran varian yang bertumpuk di rentang dua hingga tiga juta rupiah ini rentan membuat konsumen kebingungan saat memilih.
Rekomendasi Final untuk Dana Anda
Melihat peta persaingan internal yang sangat agresif ini, keputusan untuk meminang Xiaomi Pad 7 Pro di pertengahan tahun 2026 terasa kurang tepat. Jika Anda memiliki dana di angka 7 jutaan, lupakan model lama tersebut dan langsung ambil Xiaomi Pad 8 yang membawa chipset Snapdragon 8s Gen 4 yang jauh lebih bertenaga dan efisien.
Sementara itu, bagi Anda yang mencari performa murni untuk produktivitas berat tanpa memedulikan gengsi merek utama, POCO Pad X1 dengan kapasitas penyimpanan 512 GB adalah opsi paling mutakhir yang ramah kantong. Di sisi lain, jika kebutuhan Anda hanya sebatas hiburan ringan atau belajar daring untuk anak, POCO Pad C1 dengan harga Rp 2,499.000 adalah pilihan paling logis yang tidak akan membuat dompet Anda terkuras habis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow