Xiaomi Tegaskan Status POCO sebagai Merek Independen dengan Dukungan Ekosistem Penuh

Smallest Font
Largest Font

Manajemen Xiaomi menegaskan posisi POCO sebagai sub-merek independen yang berfokus pada perangkat performa tinggi dengan harga kompetitif pada Selasa (7/7/2026) di Jakarta. Langkah ini diambil untuk menjawab pertanyaan konsumen mengenai keterkaitan operasional dan rantai pasok antara kedua lini perangkat tersebut di pasar global maupun Indonesia.

Pertanyaan publik mengenai hubungan kedua merek ini kerap muncul di mesin pencarian, seperti pencarian mengenai "poco apakah xiaomi" yang terus menjadi tren di kalangan konsumen gadget tanah air. Manajemen menyatakan bahwa meskipun POCO memiliki tim pemasaran dan strategi produk yang terpisah, mereka masih memanfaatkan infrastruktur besar milik perusahaan induk.

Sinergi operasional ini mencakup pemanfaatan pusat penelitian dan pengembangan, jalur perakitan manufaktur, hingga jaringan pusat servis purnajual resmi di berbagai wilayah. Integrasi tersebut memungkinkan lini produk POCO memangkas biaya operasional secara signifikan demi menghadirkan spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.

Langkah pemisahan merek ini bertujuan untuk menyasar segmen pasar yang sangat spesifik tanpa mengganggu portofolio produk utama. Lini utama ponsel pintar milik perusahaan kini terbagi ke dalam tiga fokus utama yang melayani kebutuhan konsumen yang berbeda.

Berikut adalah pembagian segmentasi segmen perangkat di bawah naungan ekosistem manufaktur tersebut:

  • Xiaomi Series: Berfokus pada segmen premium dan flagship dengan keunggulan inovasi teknologi serta kemampuan kamera mutakhir.
  • Redmi Series: Menyasar pasar arus utama (mainstream) dengan mengunggulkan keseimbangan fitur, daya tahan baterai, dan harga yang kompetitif.
  • POCO Series: Membidik para antusias performa dan pemain gim (gamers) yang memprioritaskan kekuatan prosesor serta efisiensi grafis di kelasnya.

Strategi pemisahan ini terbukti efektif dalam menjaga dominasi pasar di tengah ketatnya persaingan industri teknologi. Konsumen kini mendapatkan kepastian performa ekstrem tanpa harus membayar harga premium yang biasanya melekat pada jajaran perangkat flagship utama.

Apa Perbedaan Redmi dan Poco ? | Bahas Tech

Perbandingan Lini Perangkat Terbaru 2026

Pada pertengahan tahun ini, dinamika pasar semakin ketat dengan hadirnya jajaran hp xiaomi terbaru 2026 yang mengisi setiap lini harga. Di kategori performa tinggi, kehadiran lini POCO terbaru mendominasi preferensi konsumen yang mencari hp gaming xiaomi murah namun bertenaga tinggi.

Data harga pasar terkini per Juli 2026 menunjukkan variasi pilihan dari kelas entry-level hingga perangkat performa ekstrem di pasar Indonesia:

Daftar Harga dan Kategori Perangkat Terkini Juli 2026
Model PerangkatSegmen FokusKisaran Harga Resmi
POCO C65Entry LevelRp1.449.000
POCO X8 ProGaming / PerformaRp5.000.000 – Rp6.000.000
POCO F8 UltraPerforma EkstremRp7.000.000 – Rp8.000.000

Dilansir dari laporan berkala Kompas, ketersediaan produk di segmen harga hp xiaomi 1 jutaan hingga kelas menengah menjadi motor penggerak utama volume penjualan. Kompatibilitas komponen antar-merek ini juga mempermudah ketersediaan suku cadang di pasar lokal.

Evolusi Performa dan Fitur Perangkat Lini Menengah

Salah satu sorotan utama pada perkembangan teknologi tahun ini adalah persaingan di kelas menengah ke atas. Konsumen sering membandingkan beda poco f7 dan poco f6 yang memperlihatkan peningkatan drastis pada aspek manajemen termal dan kecepatan pengisian daya baterai.

Meskipun performa dipacu secara maksimal, POCO tetap mempertahankan basis sistem operasi yang serupa dengan induknya, yakni antarmuka khusus berbasis HyperOS. Hal ini membuat beberapa fitur dasar operasional tetap memiliki kesamaan cara penggunaan di seluruh ekosistem perangkat.

Sebagai contoh, mekanisme navigasi dasar seperti cara screenshot hp poco tanpa tombol tetap mengandalkan usapan tiga jari di layar atau melalui menu akses cepat di pusat kontrol, serupa dengan metode yang ditemukan pada perangkat Redmi. Konvergensi perangkat lunak ini memastikan pengguna lama tidak mengalami kesulitan adaptasi saat berpindah perangkat antar-merek dalam ekosistem tersebut.

Hingga kuartal kedua tahun ini, strategi dual-brand ini diproyeksikan tetap dipertahankan guna mengamankan pangsa pasar global dari penetrasi kompetitor baru.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed