UEFA Siapkan Kompensasi Euro 2028 Lebih Besar dari Piala Dunia 2026
Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengonfirmasi penyediaan paket kompensasi senilai 244 juta euro atau sekitar Rp4,98 triliun. Dana ini dialokasikan bagi klub-klub yang melepas pemain mereka untuk agenda internasional menuju Euro 2028, seperti dilansir dari Bola.
Skema yang disepakati bersama Asosiasi Klub Eropa (ECA) ini menetapkan nilai bayaran yang lebih tinggi bagi klub dibandingkan program serupa milik FIFA untuk Piala Dunia. Langkah ini diambil UEFA untuk menjaga keharmonisan dengan klub-klub besar di tengah jadwal internasional yang semakin padat.
Alokasi dana sebesar 244 juta euro tersebut mengalami peningkatan signifikan dari siklus sebelumnya. Distribusi anggaran akan dibagi ke dalam beberapa fase kompetisi tim nasional di bawah naungan UEFA.
Dari total anggaran tersebut, UEFA mengalokasikan 104 juta euro untuk fase kualifikasi Euro 2028 dan UEFA Nations League. Klub akan menerima dana sekitar 3.845 euro per pemain untuk setiap hari pendelegasian selama jeda internasional resmi.
Sisa dana sebesar 140 juta euro akan disalurkan kepada klub yang pemainnya menembus putaran final Euro 2028 di Inggris Raya dan Irlandia. Sistem pembayaran ini menggunakan mekanisme klasifikasi bertingkat berdasarkan status klub di UEFA.
Klub kategori elite diproyeksikan menerima sekitar 10.200 euro per pemain setiap harinya selama turnamen berlangsung. Sementara itu, klub kategori dua mendapatkan 6.800 euro, dan klub kategori tiga menerima setengah dari nominal kategori dua.
Perbandingan dengan Regulasi FIFA
Nominal harian yang ditawarkan UEFA ini melampaui standar Club Benefits Programme milik FIFA untuk Piala Dunia 2026. Meski FIFA mengucurkan total dana lebih besar mencapai 305 juta euro, sistem pembayarannya menggunakan tarif rata.
FIFA menetapkan tarif rata sebesar 4.200 euro per pemain per hari untuk Piala Dunia 2026. Kondisi ini membuat klub raksasa Eropa berpotensi mengantongi pendapatan dua kali lipat lebih banyak dari UEFA pada Euro 2028.
Kebijakan ini menjadi tanda penguatan hubungan antara manajemen klub dan tim nasional yang sering memicu konflik dalam dua dekade terakhir. Insentif finansial ini hadir sebagai solusi untuk menekan risiko kerugian klub akibat cedera pemain bintang mereka.
Tekanan jadwal yang melibatkanasan laga internasional menjadi perhatian utama, terlebih dengan format baru Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim. Ditambah perluasan format Liga Champions, aspek kebugaran pemain kini menjadi prioritas pembahasan.
Kondisi ini memberikan keuntungan finansial besar bagi tim-tim papan atas Eropa. Klub-klub seperti Real Madrid, Barcelona, Paris Saint-Germain, Arsenal, Bayern Munchen, dan Inter Milan yang rutin mengirimkan banyak pemain ke tim nasional dipastikan menerima kompensasi hingga jutaan euro.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow