Saham Xiaomi Melonjak 5 Persen Usai Pengiriman Mobil Listrik Juni Tembus 30000 Unit

Smallest Font
Largest Font

Saham emiten produsen EV asal China Xiaomi menguat sekitar 5 persen di Bursa Hong Kong pada Kamis (2/7/2026). Lonjakan saham ini terjadi setelah perusahaan melaporkan pengiriman mobil listrik xiaomi yang kembali menembus angka di atas 30.000 unit sepanjang bulan Juni 2026.

Pencapaian tersebut menandai bulan ketiga berturut-turut bagi raksasa teknologi itu dalam mempertahankan volume pengiriman di level tersebut. Berdasarkan laporan pasar modal, pergerakan positif ini didorong oleh optimisme investor terhadap lini bisnis kendaraan listrik perusahaan yang kian diminati pasar.

Hingga paruh pertama atau Semester I 2026, total pengiriman kendaraan listrik Xiaomi diperkirakan telah melampaui 180.000 unit menurut catatan Citi. Bahkan, dengan tambahan estimasi 35.000 unit pada Juni, total pengiriman akumulatifnya diprediksi menyentuh angka 185.000 unit.

Kinerja penjualan manufaktur yang berbasis di Beijing ini sejatinya menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sejak awal tahun. Berdasarkan data operasional, total pengiriman kendaraan Xiaomi sepanjang Januari hingga Mei 2026 sebelumnya telah mencapai 150.317 unit.

Penyokong utama dari tingginya angka pengiriman tersebut adalah model sedan sport andalan mereka. Sebagai gambaran, penjualan model Xiaomi SU7 sendiri tercatat menyumbang hingga 24.023 unit pengiriman pada bulan Mei 2026.

Meskipun mencatatkan hasil impresif pada paruh pertama, perusahaan masih dihadapkan pada target penjualan ev xiaomi 2026 yang cukup ambisius. Manajemen mematok target tahunan sepanjang tahun ini sebesar 550.000 unit kendaraan.

Artinya, capaian pada Semester I 2026 yang berada di kisaran 185.000 unit tersebut baru menyetarakan sekitar 33 persen dari total target tahunan. Xiaomi kini memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk mengejar sisa target di sisa tahun berjalan.

Data Pengiriman Kendaraan Listrik Xiaomi Semester I 2026
Periode MeliputiVolume Pengiriman (Unit)Persentase Target Tahunan
Januari - Mei 2026150.317
Mei 2026 (Khusus SU7)24.023
Juni 2026 (Estimasi Tambahan)35.000
Total Semester I 2026185.00033%

Tantangan Bisnis Mobil Listrik Xiaomi di Paruh Kedua

Memasuki periode Juli hingga Desember 2026, tantangan bisnis mobil listrik xiaomi diprediksi akan semakin berat. Untuk memenuhi sisa target tahunan, Xiaomi tercatat masih kekurangan sekitar 365.000 unit kendaraan yang harus diproduksi dan dikirim ke konsumen.

Guna menutup kekurangan tersebut, produsen bersangkutan membutuhkan rata-rata pengiriman sekitar 60.000 unit per bulan di paruh kedua. Angka ini tergolong sangat tinggi mengingat volume pengiriman bulanan tertinggi Xiaomi belum pernah menembus angka 40.000 unit.

Di sisi lain, persaingan di pasar domestik Tiongkok juga kian mengetat dengan dominasi pemain lama seperti BYD. Pada Juni 2026, BYD bahkan membukukan penjualan kendaraan sebanyak 403.472 unit, meningkat 5,46 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 382.585 unit.

Menurut catatan Deutsche Bank, volume penjualan BYD secara keseluruhan pada Kuartal II 2026 melonjak hingga 58 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). Total penjualan kompetitor utama tersebut kini menembus kisaran 1,1 juta unit secara global.

Strategi Ekspansi dan Model Baru

Untuk mendongkrak volume penjualan dan memperluas portofolio produknya, perusahaan telah menyiapkan beberapa model kendaraan baru. Langkah ini diambil guna menjangkau segmen konsumen yang lebih luas di tengah persaingan yang agresif.

Salah satu langkah strategis yang telah dijadwalkan adalah rencana peluncuran mobil SUV mewah terbaru Xiaomi bernama YU9 pada Agustus 2026. Kehadiran model SUV ini diharapkan bisa menjadi pendorong baru bagi angka penjualan pabrikan.

Selain segmen SUV, beredar kabar mengenai pengembangan lini sport performa tinggi. Pada Selasa, 30 Juni 2026, sebuah prototipe coupe dua pintu berkamuflase tebal tertangkap kamera sedang melakukan uji coba di jalan tol China.

Kendaraan yang diduga kuat sebagai supercar listrik xiaomi gt tersebut dilaporkan menggunakan sayap belakang berukuran besar. Berdasarkan laporan ArenaEV, model purwarupa ini diproyeksikan untuk menantang dominasi sportscar listrik lansiran pabrikan Eropa.

Mobil China Paling Kenceng di Dunia‼️ Xiaomi SU7 Max Review | Garasi Drift

Tekanan dari agresifnya pabrikan otomotif Tiongkok dalam merilis kendaraan listrik murah juga diakui oleh para raksasa otomotif konvensional. Kompetisi harga dan kecepatan inovasi ini mengubah peta industri kendaraan global secara signifikan.

CEO Honda, Toshihiro Mibe, dikabarkan sempat mengunjungi pabrik suku cadang otomotif di China pada akhir Februari 2026. Kunjungan tersebut memperlihatkan bagaimana para eksekutif global mulai mencermati efisiensi rantai pasok lokal yang membuat harga produk otomotif Tiongkok menjadi sangat kompetitif.

Hingga saat ini, manajemen Xiaomi terus mengupayakan peningkatan kapasitas produksi pada fasilitas perakitan mereka di China demi mempercepat pemenuhan inden konsumen. Langkah optimalisasi pabrik tersebut menjadi kunci penting apakah target akhir tahun dapat terealisasi atau tidak.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed