Ruben Amorim Minta Maaf kepada Suporter Manchester United

Smallest Font
Largest Font

Pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, menyampaikan permintaan maaf kepada suporter Manchester United karena tidak sempat memberikan pesan perpisahan saat meninggalkan Old Trafford pada Januari lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Amorim saat diperkenalkan secara resmi sebagai manajer baru AC Milan oleh pemilik klub, Gerry Cardinale, pada Rabu waktu setempat, seperti dilansir dari Bola dari laporan BBC Sport. Dalam konferensi pers selama 35 menit itu, pria berusia 41 tahun tersebut merefleksikan 14 bulan masa kerjanya di Inggris sebelum memulai kontrak tiga tahun di Italia.

Amorim memilih memberikan jawaban secara umum ketika diminta menjelaskan kesalahan yang dilakukannya selama menangani Setan Merah.

"Sulit menjelaskan kesalahan yang saya buat karena saya harus menjelaskan seluruh konteks dari petualangan terakhir saya," kata Amorim.

Mantan pelatih Sporting tersebut mengakui bahwa dirinya memetik banyak pelajaran berharga dari masa lalunya di kompetisi Premier League.

"Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah saya belajar banyak dan saya memang membuat beberapa kesalahan," tutur Amorim.

Dirinya kemudian mengutarakan rasa penyesalan sekaligus kebanggaannya pernah menukari klub raksasa Inggris tersebut.

"Saya tidak memiliki kesempatan, dan saya minta maaf untuk itu, berpamitan kepada para suporter Manchester United. Namun, saya benar-benar bangga pernah menjadi pelatih mereka selama satu tahun," ucap Amorim.

Amorim menegaskan bahwa fokusnya kini telah beralih sepenuhnya untuk membawa Rossoneri bangkit setelah tim hanya meraih tujuh poin dari delapan laga terakhir musim lalu.

"Sekarang ini adalah cerita yang berbeda. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik pada pengalaman terakhir saya. Namun, terkadang memang seperti itu.

Anda harus belajar untuk mencapai level yang berbeda. Begitulah cara saya memandangnya," kata Amorim.

Juru taktik asal Portugal tersebut juga menyatakan komitmennya untuk terus berkembang menjadi pelatih yang lebih baik di masa depan.

"Semua orang belajar dari pengalaman. Saya belajar banyak. Saya membuat beberapa kesalahan.

Saya akan berusaha mengubahnya, tetapi ada beberapa hal yang tidak akan pernah berubah. Saya pikir saya akan menjadi lebih baik. Hanya itu," imbuh Amorim.

Selain membahas masa lalunya, Amorim langsung dihadapkan pada tugas pertama untuk meyakinkan gelandang veteran berusia 40 tahun, Luka Modric, agar bersedia memperpanjang kontrak satu musim lagi di San Siro.

"Modric adalah pemain yang ingin kami pertahankan karena pengalamannya," ujar Amorim.

Ia mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan pemain asal Kroasia tersebut sudah mulai berjalan.

"Saya tahu manajemen sudah berbicara dengannya dan saya juga sudah berbicara dengannya dua kali. Jika perlu, saya akan menemuinya," kata Amorim.

Amorim menilai keberadaan mantan penggawa Real Madrid itu sangat krusial bagi strategi permainan yang akan diterapkannya di AC Milan.

"Dia bermain sangat baik dan menjadi sosok penting bagi kami, terutama pada awal musim, untuk menjaga penguasaan bola," kata Amorim.

Kendati demikian, faktor usia membuat Amorim akan mengatur menit bermain sang gelandang secara bijak.

"Saya tidak akan mengatakan dia akan bermain di setiap pertandingan, tetapi kami benar-benar ingin mengandalkannya pada musim depan," kata Amorim.

Follow bontangpost.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed