Real Madrid Nego Transfer Yan Diomande dari RB Leipzig
Klub raksasa Spanyol Real Madrid dilaporkan sedang menyelesaikan negosiasi nilai transfer untuk memboyong penyerang sayap muda RB Leipzig, Yan Diomande, sebagaimana dilansir dari Bola pada Selasa (28/7/2026).
Pemain berusia 19 tahun asal Pantai Gading tersebut menarik perhatian klub elite Eropa usai membukukan 12 gol dan delapan assist di Bundesliga musim lalu, serta tampil impresif di Piala Dunia 2026.
Perjalanan karier Diomande melonjak drastis mengingat dua tahun sebelumnya ia masih bermain di kompetisi regional Florida dan sempat ditolak saat uji coba oleh Crystal Palace, Bournemouth, hingga Rangers.
Pemilik klub AS Frenzi di Amerika Serikat, Wayne Dorman, yang mengenal Diomande sejak berusia 16 tahun, menilai mantan anak asuhnya itu memiliki kedewasaan dan jiwa kepemimpinan tinggi.
"Saya pikir setelah pensiun dari sepak bola, dia bisa menjadi pemimpin negaranya suatu hari nanti. Dia memiliki karakter seperti itu," ujar Dorman.
Dorman mengutarakan bahwa karakter kuat sang pemain sudah terlihat dari cara membawakan diri yang melampaui usianya.
"Cara dia berbicara, bersikap, dan membawa diri menunjukkan bahwa dia jauh lebih dewasa dibanding usianya. Saya yakin apa pun yang dia lakukan nanti, dia akan sukses," lanjut Dorman.
Sebelum sukses di Eropa, Diomande merantau sendirian ke Amerika Serikat pada usia 15 tahun dan sempat menghadapi duka mendalam saat kakak perempuannya, Roxane, meninggal dunia akibat dugaan peracunan.
Dorman kemudian menjadi sosok ayah yang mendampingi dan memberikan dukungan moral selama masa-masa sulit tersebut di Negeri Paman Sam.
"Dia sangat merindukan keluarganya. Dia sering berbicara tentang ibunya dan keluarganya. Saya hanya berusaha membuatnya senyaman mungkin dan menjadi figur ayah baginya," kata Dorman.
Meskipun kini diincar klub papan atas dunia, Dorman menyebut Diomande tetap mempertahankan sifat pribadinya yang sederhana.
"Saya mencoba menjelaskan kepadanya tentang kehidupan. Sekarang dia masih berusia 19 tahun dan tentu akan membuat kesalahan, tetapi dia adalah sosok yang rendah hati," kata Dorman.
Bakat besar pemain muda ini sudah terbukti sejak pertandingan pertamanya bersama AS Frenzi ketika berhasil menaklukkan tim juara bertahan dengan skor mencolok 5-1.
"Pada pertandingan pertama, kami mengalahkan juara bertahan 5-1. Saat itu saya langsung tahu dia berada di level yang berbeda," kenang Dorman.
Keyakinan tersebut membuat Dorman menuliskan catatan khusus saat mendaftarkan profil sang pemain untuk kejuaraan tingkat nasional kala itu.
"Ketika diminta membuat profil pemain untuk kejuaraan nasional, saya hanya menulis satu kalimat di samping namanya: 'Akan menjadi pesepak bola profesional,'" kata Dorman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow