QFA Kecam Tindakan Presiden AFC Terkait Surat Kritik FIFA
Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA) kembali mengecam sikap Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah menerbitkan surat terbuka bersama UEFA dan Concacaf yang mengkritik Presiden FIFA Gianni Infantino tanpa berkonsultasi dengan para anggota konfederasi, sebagaimana dilansir dari Bola.
Presiden QFA Hamad bin Khalifa bin Ahmed Al-Thani menyampaikan keberatan resmi tersebut melalui surat ketiga kepada pihak AFC. Ia menilai jawaban Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa atas keberatan sebelumnya justru menimbulkan persoalan baru.
Al-Thani menyoroti tidak terselenggaranya pembahasan bersama dengan asosiasi anggota maupun komite eksekutif mengenai penerbitan pernyataan bersama yang mengkritik kepemimpinan Infantino dan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE).
"Jawaban AFC pada dasarnya merupakan pengakuan bahwa tidak ada konsultasi yang dilakukan, baik dengan komite eksekutif AFC, asosiasi anggota secara individual, maupun pihak lainnya, sebelum pernyataan tersebut diterbitkan atas nama mereka," tulis Al-Thani dalam surat yang dikirim pada Rabu, seperti dikutip dari Bola.
Menurut Al-Thani, berbagai argumen yang disampaikan oleh pihak konfederasi tidak menyentuh akar permasalahan utama yang menjadi keberatan pihak Qatar.
"Sejauh apa pun jawaban AFC membahas substansi proposal FFE, tindakan FIFA, atau sejarah pernyataan publik AFC, semua itu tidak menjawab pertanyaan sempit yang belum terjawab, yakni apakah anggota AFC telah dikonsultasikan sebelum pernyataan tersebut diterbitkan atas nama mereka," tulis QFA.
QFA menegaskan sikap mereka secara lugas mengenai tidak adanya proses komunikasi awal tersebut.
"Jawabannya tidak."
Perselisihan ini dipicu oleh kritik terhadap proposal FFE yang ditawarkan Infantino langsung ke 211 asosiasi anggota tanpa berkonsultasi dengan konfederasi. Qatar menjadi satu dari enam anggota AFC yang tetap mendukung Infantino di tengah sorotan akibat batalnya investasi swasta di Piala Dunia.
Sehari sebelum pengiriman surat Al-Thani, Sheikh Salman menegaskan dirinya memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengambil langkah tegas demi melindungi kepentingan sepak bola Asia. Ia turut mengkritik Qatar yang dinilai terlalu berfokus pada hal teknis.
Namun, Al-Thani berpandangan bahwa kewenangan Presiden AFC ditentukan oleh komite eksekutif dan Sheikh Salman tidak berhak mengatasnamakan 47 anggota tanpa persetujuan resmi. Menanggapi klaim Sheikh Salman mengenai dukungan masa lalu untuk Piala Dunia 2022, Al-Thani memberikan penegasan berbeda.
"Jika sebelumnya ada pernyataan yang dibuat untuk mendukung Piala Dunia 2022, pernyataan itu dibuat untuk mencerminkan kepentingan institusional AFC sebagai organisasi dalam keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia di Asia," tulis Al-Thani.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow